GOA MARIA LAWANGSIH

Kulo meniko Abdi Dalem Gusti,
sendiko dawuh Dalem Gusti
image
Tentang,

Goa Maria Lawangsih

"Menemukan Tuhan dalam keheningan "

Goa Maria Lawangsih terletak di Perbukitan Menoreh, perbukitan yang memanjang, membujur di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, (Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo). Di tengah perbukitan Menoreh, bertahtalah Bunda Maria Lawangsih (Indonesia: Pintu/Gerbang Berkat/Rahmat). Goa Maria Lawangsih berada di dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Secara gerejawi, masuk wilayah Paroki Administratif Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Lokasi Goa Lawangsih hanya berjarak 20 km dari peziarahan Katolik Sendangsono, 13 km dari Sendang Jatiningsih Paroki Klepu.

Me

Me

Suasana perarakan

Lantunan Ave Maria mengiringi perjalanan perarakan , sakral
Me

Peletakan Patung

Suasana peletakan patung Bunda Maria
Me

Suasana perarakan

Antusias Umat mengikuti perarakan lilin

SEJARAH

Me
Goa Pangiloning leres

Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Maria Lawangsih, merupakan goa alam, namun hanya kecil. Letak Goa Pengiloning Leres yang berada di atas Gereja SPM Fatima Pelemdukuh, tidak terlalu jauh dari Goa Maria Lawangsih. Di samping goa, bertahtalah Patung Kristus Raja yang memberkati yang tingginya 3 meter.Goa ini (pangiloning leres) berada lebih tinggi daripada Gereja SPM Fatima. Legenda yang berkembang mengatakan bahwa bukit di Goa Pengiloning Leres ini adalah (Jawa: gedogan) kandang Kuda Sembrani. Banyak orang mengalami peristiwa bahwa hampir setiap Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon mendengar suara gaduh, (Jawa: pating gedobrak). Konon katanya, goa ini dulunya dipakai oleh para makhluk halus sebagai kandang kuda Sembrani. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah mata air di bagian bawah bukit yang bernama “benjaran” yang berarti tempat minum kuda.

Me
Patung Kristus Raja

Di bawahnya terdapat Kapel (Gereja) yang sebagian dindingnya adalah Batu Karang (asli) yang ingin menunjukkan bagaimana Gereja yang dibangun Yesus di atas Batu Karang. Bila kita melihat segi arsitekturnya dari sisi luar Kapel,mungkin saja akan kalah bila dibandingkan dengan gereja yang terdapat di kota besar lainnya. Namun, bila kita masuk ke dalam Gereja kita akan melihat beberapa lukisan yang indah dimana Gerbang Kerajaan Surga tergambar indah di dinding. Adapula kisah pembangunan yang penuh perjuangan karena Gereja sulit mendapatkan tanah pada waktu itu. Namun sempat pula Romo YB. Mangunwijaya, Pr sempat meneliti dan mereka-reka arsitektur Kapel Stasi Pelemdukuh yang alami. Namun tidak ada informasi yang tepat, mengapa Romo YB. Mangunwijaya, Pr tidak melanjutkan arsitektur di Kapel tersebut.

Me
Sejarah lengkap

Awalnya, Goa Lawa hanyalah tanah grumbul (semak belukar) yang memiliki lubang kecil di pintu goa (+1 m2), namun lorong-lorongnya bisa dimasuki oleh manusia untuk mencari kotoran Kelelawar sampai kedalaman yang tidak terhingga. Namun karena faktor tidak adanya penerangan dan suasana dalam goa yang pengap, maka tidak banyak penduduk yang bisa masuk ke dalam goa. Pada tahun 1990-an, Goa Lawa sempat dijadikan oleh Muda-Mudi Stasi Pelemdukuh untuk tempat memulai berdoa Jalan Salib (Stasi), namun setelah itu tidak ada perkembangan yang berarti sampai tahun 2008. Pada bulan Juli 2008 . Pembangunan Goa Maria Lawangsih untuk menjadi tempat berdoa (Panti Sembahyang) adalah atas inisiatif Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan ini yaitu Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr, setelah beberapa kali masuk dan meneliti kemungkinan Goa Lawa menjadi tempat doa SELENGKAPNYA >>>

Me
Menemukan Tuhan Di dalam Keheningan

Kesan pertama para peziarah ketika kita datang adalah suasana hening yang menyejukkan hati, jauh dari keramaian. Suara gemericik air, kicauan burung, tiupan angin, udara yang sejuk akan membuat kita semakin mensyukuri indahnya ciptaan Tuhan. Suasana ini lah yang membawa kita pada suatu situasi yang sangat mendukung bila ingin memanjatkan doa.Keindahan GM ini bukan hanya struktur gua yang benar-benar gua tetapi sekaligus situasi doa yang muncul dari dirinya. Bila doa adalah tujuan dan hasil yang diinginkan orang saat pergi ke Gua Maria, GM Lawangsihpun dapat dikatakan sebagai “ conditio sine qua non “ dari doa si peziarah.

Me
Eksotisme Goa Alam

Kekhasan Goa Maria Lawangsih yakni eksotisme goa alamnya. Goa ini sungguh merupakan goa alam kedua di Keuskupan Agung Semarang setelah Goa Maria Tritis Wonosari, Gunungkidul. Seperti yang kita ketahui, tidak banyak tempat doa yang berupa goa yang merupakan goa alami. Goa Lawangsih merupakan salah satu goa alami, goa ini cukup besar, lengkap dengan sungai kecil yang mengalir di dalam goa dan dihiasi oleh stalaktit stalagmit yang indah.Di belakang Patung Bunda Maria, terdapat lorong goa yang sangat panjang, dalam dan indah dengan stalagtit dan stalagmit yang mempesona, di dalamnya juga terdapat sumber air yang mengalir tiada henti, jernih dan sejuk, yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar goa Maria. Kelak air ini akan ditampung dan dijadikan tempat “menimba air kehidupan” dan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungguh ajaib, Bunda Maria juga memberikan berkatNya

Me
Disinilah saat aku Hening

Salah satu Kelebihan struktur Goa Maria Lawangsih mampu memberikan efek yang sangat dasyat ,Inilah gua. Saat mencoba masuk lebih dalam, hanya keheningan yang muncul. Suara di dalam adalah keheningan. Tak ada suara selain diam. Suara sedikit "mbengung" mendominasi telinga. Dalam suasana seperti itu, manusia diajak bertemu dengan dirinya sendiri. Di depan tempat Doa, ditempatkan patung Yesus."Disinilah saat aku Hening",keheningan, hasrat ingin lama berdoa ,menjadi tempat yang membantu orang, dengan keheninganya, untuk menemukan Tuhan.

Me

SLAKA

SLAKA : Sholawat Katolik merupakan salahsatu Inkulturasi Gereja terhadap Budaya Jawa ,biasanya di adakan malam jumat kliwon setiap bulan Mei
Me

SLAKA SABDO SUCI

Paguyuban Kesenian Tradisional Sloka (sholawatan katolik) Sabda Suci. Paguyuban ini kurang lebih memiliki anggota 30 orang, yang range umurnya cukup jauh (dr muda sampai tua)
Me

sekilas slaka

Kesenian Sloka mengajak kita mendalami dan menghayati babad suci atau kitab suci perjanjian lama dengan melagukan secara tradisional, mulai dari kisah penciptaan sampai menjelang kelahiran Yesus, sehingga sloka berisi tentang nabi-nabi, sejarah, dan nabi besar yang tertuang dalam kitab suci perjanjian lama.
Me

sekilas slaka

Peralatan yang digunakan sangat sederhana, dibuat seperti pada awal mula dibentuknya paguyuban ini, misalnya kendang : kendang yang digunakan adalah kendang buntung, bukan kendang batangan, yang merupakan warisan nenek moyang.
ARTIKEL

LEGIO MARIA

Jumat, 31 Mei 2019

1. Legio Maria – Pasukan Maria – merupakan sebuah kelompok kerasulan awam Katolik yang melayani Gereja Katolik secara sukarela. Legio Maria berjuang di bawah panji-panji Santa Maria Tak Bernoda dengan bersenjatakan doa-doa.

2. Sejarah
Legio Maria didirikan di Dublin, Irlandia, oleh Frank Duff, seorang awam Katolik, pada 7 September 1921. Anggota pertamanya adalah Frank Duff, pastor Michael Toher, dan 13 wanita. Pada umur 18 tahun, ia menjadi pegawai negeri sipil dan bekerja di departemen keuangan. Dalam umur 24 tahun, dia bergabung dalam Serikat Santo Vincentius (SSV) yang kemudian benar-benar mengubah hidupnya. Yang paling menarik perhatian Frank Duff adalah sabda Yesus yang sangat ditekankan dalam SSV: “Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudaraku yang paling hina ini, kamu lakukan untuk aku” (Mat 25:40). Dari sini terlihat hubungan erat antara Legio Maria dan SSV. Frank Duff berkehendak menguatkan aspek spiritual yang saat itu diabaikan, sehingga Legio Maria muncul untuk mengisi kekosongan tersebut.

Buku Bakti Sejati tulisan St. Monfort yang dibacanya memberinya pencerahan. Sejak tahun 1918 (“perjumpaannya” dengan buku Bakti Sejati) Frank sungguh-sungguh terinspirasi untuk mengenal secara lebih dalam ajaran Mariologi (teologi tentang Bunda Maria) karena kalau tidak, mugkin dia akan terjerumus ke dalam bentuk devosi yang dangkal. Setiap pertemuan bulanan SSV, Frank selalu membahas buku Bakti Sejati dengan penuh antusias.

Roh dan semangat Maria selalu hadir dalam setiap pertemuan yang diadakan. Mereka bukan saja datang untuk membentuk sebuah perkumpulan atau organisasi, melainkan untuk menyediakan diri bagi suatu tugas pelayanan, untuk mencintai dan melayani seseorang. Pada awalnya, perkumpulan itu dinamakan Perserikatan Maria Berbelaskasih dan kemudian menjadi Legio Mariae (Pasukan Maria).

3. Spiritualitas
Spiritualitas Legio Maria didasarkan pada ajaran St. Louis Grignion de Monfort sebagaimana dikemukakan dalam buku Bakti Sejati kepada Maria. Grignion de Monfort mempromosikan “dedikasi total” kepada Kristus melalui pengabdian kepada Santa Perawan Maria. Elemen penting lainnya yang membentuk spiritualitas Legio adalah devosi Frank Duff kepada Roh Kudus. Itulah juga yang mendasari Janji Legio ditujukan kepada Roh Kudus dan Gambar Veksilum Legio Maria (Panji).

“Semangat Legio Maria adalah semangat Maria sendiri. Legio terutama berusaha meniru kerendahan hatinya yang luar biasa, ketaatannya yang sempurna, keindahannya yang laksana malaikat, doanya yang terus menerus, mati raga yang menyeluruh, kemurniannya yang tak bercela, ketaatannya yang gagah berani, kebijaksanaannya yang surgawi, pengorbanannya untuk kasih akan Allah dan di atas segalanya adalah imannya, bahwa kebajikan tanpa batas hanya ada pada dirinya dan tidak ada duanya. Dijiwai oleh kasih dan iman Maria ini, Legio sanggup melaksanakan tugas apa saja dan “tidak pernah mengeluh bahwa suatu tugas adalah tidak mungkin, karena yakin bahwa mereka boleh dan dapat melakukan apa saja” (Buku Pegangan Legio Maria Hal.13)

4. Menjadi Anggota Legio
Tidak mudah menjadi prajurit pasukan Maria, apalagi perkembangan jaman sekarang sungguh menantang. Banyak rintangan dan halangan yang tidak mudah. Para Legioner diajak untuk mengenali dan mengalahkan rintangan, bukan melarikan diri dan ketakutan. Senjata andalannya adalah pengetahuan iman tentang doa, di mana Bunda Maria sebagai sosok keteladanan iman. Senjata tersebut merupakan bekal para Legioner untuk melayani umat. Legio Maria memiliki ciri militansi dalam membangun kesetiaan, keberanian, kedisiplinan dan ketaatan.

Dalam Legio Maria ada anggota aktif, di mana setiap minggu rutin mengikuti rapat, menjalankan kewajiban berdoa Katena setiap hari dan menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh Ketua selama rapat. Legio Maria juga memiliki keanggotaan yang disebut anggota auksilier, yaitu anggota tidak aktif. Disebut tidak aktif karena anggota auksilier tidak mengikuti rapat mingguan dan tidak melakukan tugas-tugas yang dibagikan selama rapat. Seorang anggota auksilier bertugas untuk berdoa setiap hari doa-doa yang ada dalam tessera, termasuk doa Rosario

5. Istilah-istilah dalam Legio Maria

a. Tessera: merupakan sebuah lembaran yang berisi Doa-doa Legio, dilengkapi dengan sebuah reproduksi gambar Legio, diberikan kepada setiap anggota aktif maupun auksilier.

b. Katena: rantai doa Legio. Setiap hari seorang anggota Legio (aktif) harus berdoa katena yang terdiri dari Magnificat, doa pujian Maria dan kidung sore Gereja. Doa katena merupakan mata rantai antara Legio dengan kehidupan sehari-hari semua anggotanya dan juga merupakan ikatan yang mempersatukan anggota satu dengan lainnya dengan Ibu yang Terberkati.

c. Veksilum Legionis: Panji Legio. Panji Legio berisi gagasan bahwa dunia akan ditaklukkan oleh Roh Kudus yang berkarya melalui Maria dan putra-putrinya.

d. Acies: upacara penyerahan diri legioner kepada Bunda Maria. Dalam upacara ini juga ada pembaruan janji kepada Maria.

e. Presidium: satu unit Legio Maria yang berada di suatu paroki.

f. Alokusio: amanat singkat yang disampaikan oleh Pemimpin rohani, berupa penjelasan atau komentar tentang buku pegangan.

g. Perwira: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

h. Kuria: gabungan beberapa presidium. Kuria yang lebih tinggi kedudukannya diberi nama khusus, yaitu Komisium.

i. Regia: dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk mengurus Legio Maria di wilayah yang terlalu luas untuk satu Komisium tetapi kurang luas untuk satu Senatus.

j. Senatus: adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk memegang pimpinan Legio Maria dalam satu Negara.

k. Konsilium Legionis Maria: Dewan pusat tetinggi yang mempunyai kekuasaan memerintah dalam Legio. Hanya Konsilium yang berwenang mengeluarkan, mengubah atau menafsirkan peraturan-peraturan; membentuk atau membubarkan presidium dan dewan lain di bawah kekuasaannya, menetapkan kebijaksanaan Legio dalam segala segi, menyelesaikan segala perselisihan dan permohonan.
🇮🇩MS🇮🇩

Perarakan Patung Bunda Pelindung Gereja Santa Maria Fatima Pelem Dukuh


Dalam rangka memperingati nama pelindung gereja Pelem Dukuh yaitu Bunda Maria Fatima yang di adakan pada Senin 13/04  yang di adakan di Gereja Paroki Administratif Pelem Dukuh.
Perarakan di lakukan pada petang hari sekitar pukul 18.30 WIB, acara diawali pemberkatan patung Bunda Maria selajutnya Romo M. Supriyato  Pr mengajak umat Gereja untuk memulai perarakan dari Goaa Maria Lawangsih menuju Gereja Paroki.  Selama perarakan seluruh umat yang mengikuti perarakan bedoa Rosario sepanjang jalan menuju gereja.


Setelah perarakan dan sampai di Gereja umat memasuki  gereja sambil mengikuti alunan lagu yang di bawakan oleh paduan suara. umat memasuki gereja dengan tertib dan tenang selajutnya patung Bunda Maria di tahtakan di depan altar dan di adakan perayaan Ekaristi.

Setelah ekaristi selesai selajutnya di akhiri dengan pesta yang di ikuti oleh seluruh umat paroki Gereja Santa Maria Fatima Pelem Dukuh. Di dalam pesta yang diadakan setelah misa berjalan sangatlah  meriah karena umat makan bersama-sama ujar salah satu umat Gereja paroki Pelem dukuh 


David Budi Prasetyo
Mahasiswa publik relation
Asmi Santa Maria Yogyakarta

Meneladan Maria Didalam Mengikuti Panggilan Tuhan




Hari minggu tgl 12 Mei 2019, ditetapkan gereja sebagai Hari Minggu Panggilan, dan bertepatan dengan hari itu misa mingguan paroki diadakan di Goa Maria Lawangsih. Dalam homilinya, Rm Robertus Saptoko Pr mengajak umat untuk meneladan Maria didalam mengikuti panggilan Tuhan.

Orang katolik memiliki kekaguman tersendiri pada Maria, terbukti dengan jumlah taman doa di KAS ada 39 tempat dan  juga umat yang senang berdevosi pada Maria. Ini baik, namun yang perlu dicatat bahwa jangan hanya giat berdevosi tapi lupa "neges” Ibu Maria itu seperti apa. Semangat  Maria yang selalu dihidupi adalah “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu". Ia sangat dekat dengan Yesus, dan apa yang diperintahkan-Nya selalu dilaksanakan. Kita diajak untuk meneladan Maria, Kita dipanggil oleh Tuhan untuk melayani.

Contoh meneladan Maria dalam menghayati panggilan:
  • Seorang Ibu ketua lingkungan yang rela jauh-jauh ke Paroki untuk mengambil anggur guna perayaan misa wilayah, dimana jumlah umat yang misa hanya 10 orang.
  • Lingkungan Petrus Pelem yang koor pada hari ini, walaupun sudah tidak muda lagi, namun tetap semangat dan bernyanyi dengan indah, dan organis mengiringi dengan sangat baik.
  • Keluarga katolik yang harmonis, kegereja selalu bersama, dan saat kedua orang tua ini berseteru mereka berusaha tidak memperlhatkan di depan ketiga anaknya (berseteru di chat)


Bagaimana dengan anda?? Mungkin syair lagu yang dilantunkan diakhir homili Romo R.Saptoko Pr bersama seluruh umat ini bisa semakin meneguhkan kita :

    Maukah kau  jadi roti yang terpecah bagi-KU
    Maukah kau  jadi anggur yang tercurah bagi-KU
    Maukah kau  jadi saksi membritakan injil-KU
    Melayani mengasihi sesamamu

Kami mau jadi roti yang terpecah bagi-MU
Kami mau jadi anggur yang tercurah bagi-MU
Kami mau jadi saksi membritakan injil-MU
Melayani mengasihi sesamaku

Jika Tuhan berkenan memanggil hamba-MU ini 
kan kuserahkan seluruh jiwa raga ini. 
Demi Tuhan aku pun aku rela menanggapi panggilan-MU
Melayani mengasihi sesamaku

    Maukah kau  jadi terang menerangi dunia ini
    Maukah kau  jadi garam berkarya tiada henti
    Maukah kau  jadi ragi berkarya demi Ilahi
    Melayani mengasihi sesamamu

Kami mau jadi terang menerangi dunia ini
Kami mau jadi garam berkarya tiada henti
Kami mau jadi ragi berkarya demi Ilahi
Melayani mengasihi sesamaku


Semoga diminggu panggilan ini menjadikan kita siap jadi terang, garam, ragi dan siap menjadi roti dan anggur yang berkorban demi ilahi.

X. DOGMA GEREJA: MARIA BUNDA ALLAH

Jumat, 10 Mei 2019


1.Banyak orang, bukan Katolik, berkomentar: “Maria hanya manusia biasa seperti kita … Tuhan hanya ‘meminjam’ tubuhnya saja untuk melahirkan Yesus.” Pendapat tersebut sudah muncul sejak abad ke-5, disponsori oleh Nestorius, uskup agung Konstantinopel.

2.Tahun 431 berlangsung Konsili Efesus. Konsili ini membicarakan kedudukan Bunda Maria dalam tata keselamatan. Pada waktu itu seorang Uskup bernama Nestorius, Uskup Agung Konstantinopel menyebarkan ajaran yang mengatakan bahwa Maria hanyalah wadah jasmani, ibu Yesus, manusia dari Nasaret. Menurut Gereja, Yesus itu sungguh Allah sungguh manusia, keallahan dan kemanusiaan Yesus tidak dapat dipisahkan, dan seluruh pribadi-Nya itu dilahirkan oleh Maria. Pada waktu itu rakyat yang berhimpun berteriak lantang: “Theotokos! Theotokos!,” artinya Maria Bunda Allah. Akhir konsili memutuskan bahwa Maria adalah Theotokos – Maria Bunda Allah. Keyakinan ini begitu meresap di hati setiap umat Katolik dari dulu sampai sekarang.

3.Gereja Katolik menempatkan Maria sebagai Bunda Allah di atas para malaikat, para kudus, dan segala makhluk di surga. Dengan menjawab “ya” atas rencana Allah, Maria membuat “rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan” (Kol 1:26) terwujud.

4.Harus kita akui bahwa Maria hanyalah ciptaan Allah, dan Tuhan tidak membutuhkan siapa pun dan tidak tergantung pada siapa pun juga. Namun demikian, Tuhan berkenan memulai dan menyempurnakan karya keselamatan-Nya yang agung lewat Bunda Maria. St. Agustinus mengatakan, “Dunia tidak layak menerima Sang Putra langsung dari tangan Bapa. Oleh Karena itu, Dia menganugerahkannya kepada Maria agar dunia memperoleh Dia melalui Maria.”

5.Dari rahim Bunda Maria, Yesus, Anak Allah, dilahirkan. Rencana keselamatan Allah telah dinubuatkan oleh para nabi, “Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung …” (Mat 1:23). Hanya karena ketaatan Bunda Maria, apa yang dinubuatkan oleh para nabi tersebut terpenuhi. “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takhluk kepada hukum Taurat” (Gal 4:4). Elisabet menyebut Maria sebagai “ibu Tuhanku” (Luk 1:43).

6.Kita meyakini bahwa Maria telah ditentukan Allah sejak semula menjadi ibu Sang Putera. Karena itu, sejak awal Allah membebaskan Maria dari dosa asal untuk mempersiapkan Tabut Perjanjian Baru. Jadi penghormatan kepada Bunda Maria bukan akal-akalan Gereja Katolik, tetapi kita mengikuti teladan Allah sendiri, sebab Tuhanlah yang terlebih dahulu mempercayakan diri-Nya kepada Bunda Maria. Karena itu, oleh malaikat Gabriel, Bunda Maria disebut sebagai “penuh rahmat.” Bunda Maria menanggapi tawaran Allah dengan iman tanpa syarat: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38).

7.Dengan kesanggupannya, Bunda Maria mewujudkan imannya dengan penuh ketaatan dan penyerahan diri: ketika melahirkan Yesus dalam kondisi yang sangat miskin, mengungsi ke Mesir, selama 30 tahun bersama Yesus dalam kehidupan yang tersembunyi di Nasaret, ikut menanggung sengsara Yesus, dan menyertai Yesus sampai di bawah Salib-Nya.
🇮🇩MS🇮🇩

IX. NOVENA 3 SALAM MARIA


Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis. Ia mendapatkan pengalaman rohani dari Bunda Maria ketika ia cemas akan keselamatan hidupnya dan ia memohon Bunda Maria untuk membantunya saat kematiannya. Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan meminta ia agar berdoa tiga kali Salam Maria. Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria ini.

Doakanlah doa ini selama sembilan hari berturut-turut.
Dan jika permohonan anda berat, lakukanlah novena ini 3x berturut-turut.

Novena Tiga Salam Maria

      Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

      Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar selaras dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.

      Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa "Tiga Salam Maria", yang sangat besar manfaatnya itu.
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

      Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.

      Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapi ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.

      Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.

      Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi "Tiga Salam Maria" aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai "Bunda yang penuh belas kasih", aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku. Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu.

      Engkau memperkenalkan diri sebagai"Bunda para pendosa yang bertobat" kepada St.Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

      Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolonganmu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi "Tiga Salam Maria", aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
🇮🇩MS🇮🇩


VIII. 15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO


Janji ini disampaikan oleh Bunda Maria dalam penampakan di Fatima, 13 Oktober 1917.

 1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendaraskan Rosario.
3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan menaklukkan kesesatan.
4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini.
5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario tidak akan binasa.
6. Ia yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.
8. Mereka yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran para kudus di surga.
9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian.
10. Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga.
11. Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan Rosario.
12. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario Suci dalam segala kebutuhan mereka.
13. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal.
14. Mereka semua yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
15. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.

Uskup Fulton Sheen menegaskan: “The Rosary is the best therapy for these distraught, unhappy, fearful, and frustrated souls precisely because it involves the simultaneous use of three powers: the physical, the vocal, and the spiritual.”
(MS)

VII. MENGAPA HARUS BERDOA ROSARIO?

Selasa, 7 Mei 2019


1. Doa Rosario telah didaraskan dan dianjurkan selama berabad-abad oleh para Paus dan banyak orang kudus. Dengan berdoa Rosario, kita berpegang pada ke-15 janji Bunda Maria bagi umat Allah yang berdoa Rosario. Kita yakin akan hal tersebut, karena Bunda Maria menampakkan diri di Lourdes dan di Fatima dan meminta kepada kita untuk selalu berdoa Rosario. Rosario telah menyelamatkan dan mengubah sangat banyak jiwa, dan oleh karenanya kita juga ingin diselamatkan.

2. Di zaman modern sekarang ini banyak tantangan dan krisis, termasuk krisis iman. Banyak keluarga Katolik mengalami keputusasaan dan kekhawatiran yang menggoyahkan iman. Akan tetapi, walaupun tantangan itu begitu kuat, kita diberikan senjata oleh Allah Bapa melalui peran Bunda Maria dalam doa Rosario. Perlu kita ketahui bahwa doa Rosario adalah “ringkasan Injil”, karena di dalamnya dirangkai dan direnungkan sejarah keselamatan yang dipaparkan dalam Injil.

3. Paus Pius XI menegaskan: “Rosario adalah senjata ampuh untuk mengusir setan-setan dan menjaga diri dari dosa ... Jika Anda menginginkan kedamaian di dalam hati Anda, di rumah Anda, dan di negara Anda, berkumpullah setiap malam untuk mendoakan Rosario. Jangan sampai satu hari pun berlalu tanpa Anda mendoakannya, betapa pun Anda merasa terbeban dengan banyaknya persoalan dan kerja keras.”

4. Kekuatan doa Rosario sangat luar biasa. Banyak keajaiban yang tak terhitung jumlahnya, serta kemenangan iman yang telah diperoleh dan menjadi sumber rahmat bagi Gereja Katolik. Sangat sayang jika kita enggan mendoakannya karena doanya yang panjang, padahal rahmat sangat melimpah di balik doa yang memang memiliki unsur meditatif ini.
*(MS)*

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta