GOA MARIA LAWANGSIH

Kulo meniko Abdi Dalem Gusti,
sendiko dawuh Dalem Gusti
image
Tentang,

Goa Maria Lawangsih

"Menemukan Tuhan dalam keheningan "

Goa Maria Lawangsih terletak di Perbukitan Menoreh, perbukitan yang memanjang, membujur di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, (Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo). Di tengah perbukitan Menoreh, bertahtalah Bunda Maria Lawangsih (Indonesia: Pintu/Gerbang Berkat/Rahmat). Goa Maria Lawangsih berada di dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Secara gerejawi, masuk wilayah Paroki Administratif Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Lokasi Goa Lawangsih hanya berjarak 20 km dari peziarahan Katolik Sendangsono, 13 km dari Sendang Jatiningsih Paroki Klepu.

Me

Me

Suasana perarakan

Lantunan Ave Maria mengiringi perjalanan perarakan , sakral
Me

Peletakan Patung

Suasana peletakan patung Bunda Maria
Me

Suasana perarakan

Antusias Umat mengikuti perarakan lilin

SEJARAH

Me
Goa Pangiloning leres

Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Maria Lawangsih, merupakan goa alam, namun hanya kecil. Letak Goa Pengiloning Leres yang berada di atas Gereja SPM Fatima Pelemdukuh, tidak terlalu jauh dari Goa Maria Lawangsih. Di samping goa, bertahtalah Patung Kristus Raja yang memberkati yang tingginya 3 meter.Goa ini (pangiloning leres) berada lebih tinggi daripada Gereja SPM Fatima. Legenda yang berkembang mengatakan bahwa bukit di Goa Pengiloning Leres ini adalah (Jawa: gedogan) kandang Kuda Sembrani. Banyak orang mengalami peristiwa bahwa hampir setiap Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon mendengar suara gaduh, (Jawa: pating gedobrak). Konon katanya, goa ini dulunya dipakai oleh para makhluk halus sebagai kandang kuda Sembrani. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah mata air di bagian bawah bukit yang bernama “benjaran” yang berarti tempat minum kuda.

Me
Patung Kristus Raja

Di bawahnya terdapat Kapel (Gereja) yang sebagian dindingnya adalah Batu Karang (asli) yang ingin menunjukkan bagaimana Gereja yang dibangun Yesus di atas Batu Karang. Bila kita melihat segi arsitekturnya dari sisi luar Kapel,mungkin saja akan kalah bila dibandingkan dengan gereja yang terdapat di kota besar lainnya. Namun, bila kita masuk ke dalam Gereja kita akan melihat beberapa lukisan yang indah dimana Gerbang Kerajaan Surga tergambar indah di dinding. Adapula kisah pembangunan yang penuh perjuangan karena Gereja sulit mendapatkan tanah pada waktu itu. Namun sempat pula Romo YB. Mangunwijaya, Pr sempat meneliti dan mereka-reka arsitektur Kapel Stasi Pelemdukuh yang alami. Namun tidak ada informasi yang tepat, mengapa Romo YB. Mangunwijaya, Pr tidak melanjutkan arsitektur di Kapel tersebut.

Me
Sejarah lengkap

Awalnya, Goa Lawa hanyalah tanah grumbul (semak belukar) yang memiliki lubang kecil di pintu goa (+1 m2), namun lorong-lorongnya bisa dimasuki oleh manusia untuk mencari kotoran Kelelawar sampai kedalaman yang tidak terhingga. Namun karena faktor tidak adanya penerangan dan suasana dalam goa yang pengap, maka tidak banyak penduduk yang bisa masuk ke dalam goa. Pada tahun 1990-an, Goa Lawa sempat dijadikan oleh Muda-Mudi Stasi Pelemdukuh untuk tempat memulai berdoa Jalan Salib (Stasi), namun setelah itu tidak ada perkembangan yang berarti sampai tahun 2008. Pada bulan Juli 2008 . Pembangunan Goa Maria Lawangsih untuk menjadi tempat berdoa (Panti Sembahyang) adalah atas inisiatif Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan ini yaitu Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr, setelah beberapa kali masuk dan meneliti kemungkinan Goa Lawa menjadi tempat doa SELENGKAPNYA >>>

Me
Menemukan Tuhan Di dalam Keheningan

Kesan pertama para peziarah ketika kita datang adalah suasana hening yang menyejukkan hati, jauh dari keramaian. Suara gemericik air, kicauan burung, tiupan angin, udara yang sejuk akan membuat kita semakin mensyukuri indahnya ciptaan Tuhan. Suasana ini lah yang membawa kita pada suatu situasi yang sangat mendukung bila ingin memanjatkan doa.Keindahan GM ini bukan hanya struktur gua yang benar-benar gua tetapi sekaligus situasi doa yang muncul dari dirinya. Bila doa adalah tujuan dan hasil yang diinginkan orang saat pergi ke Gua Maria, GM Lawangsihpun dapat dikatakan sebagai “ conditio sine qua non “ dari doa si peziarah.

Me
Eksotisme Goa Alam

Kekhasan Goa Maria Lawangsih yakni eksotisme goa alamnya. Goa ini sungguh merupakan goa alam kedua di Keuskupan Agung Semarang setelah Goa Maria Tritis Wonosari, Gunungkidul. Seperti yang kita ketahui, tidak banyak tempat doa yang berupa goa yang merupakan goa alami. Goa Lawangsih merupakan salah satu goa alami, goa ini cukup besar, lengkap dengan sungai kecil yang mengalir di dalam goa dan dihiasi oleh stalaktit stalagmit yang indah.Di belakang Patung Bunda Maria, terdapat lorong goa yang sangat panjang, dalam dan indah dengan stalagtit dan stalagmit yang mempesona, di dalamnya juga terdapat sumber air yang mengalir tiada henti, jernih dan sejuk, yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar goa Maria. Kelak air ini akan ditampung dan dijadikan tempat “menimba air kehidupan” dan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungguh ajaib, Bunda Maria juga memberikan berkatNya

Me
Disinilah saat aku Hening

Salah satu Kelebihan struktur Goa Maria Lawangsih mampu memberikan efek yang sangat dasyat ,Inilah gua. Saat mencoba masuk lebih dalam, hanya keheningan yang muncul. Suara di dalam adalah keheningan. Tak ada suara selain diam. Suara sedikit "mbengung" mendominasi telinga. Dalam suasana seperti itu, manusia diajak bertemu dengan dirinya sendiri. Di depan tempat Doa, ditempatkan patung Yesus."Disinilah saat aku Hening",keheningan, hasrat ingin lama berdoa ,menjadi tempat yang membantu orang, dengan keheninganya, untuk menemukan Tuhan.

Me

SLAKA

SLAKA : Sholawat Katolik merupakan salahsatu Inkulturasi Gereja terhadap Budaya Jawa ,biasanya di adakan malam jumat kliwon setiap bulan Mei
Me

SLAKA SABDO SUCI

Paguyuban Kesenian Tradisional Sloka (sholawatan katolik) Sabda Suci. Paguyuban ini kurang lebih memiliki anggota 30 orang, yang range umurnya cukup jauh (dr muda sampai tua)
Me

sekilas slaka

Kesenian Sloka mengajak kita mendalami dan menghayati babad suci atau kitab suci perjanjian lama dengan melagukan secara tradisional, mulai dari kisah penciptaan sampai menjelang kelahiran Yesus, sehingga sloka berisi tentang nabi-nabi, sejarah, dan nabi besar yang tertuang dalam kitab suci perjanjian lama.
Me

sekilas slaka

Peralatan yang digunakan sangat sederhana, dibuat seperti pada awal mula dibentuknya paguyuban ini, misalnya kendang : kendang yang digunakan adalah kendang buntung, bukan kendang batangan, yang merupakan warisan nenek moyang.
ARTIKEL

Renungan Harian GML : HATI YANG LETIH

Kamis, 18 Juli 2019


BACAAN
Kel 3:13-20 – “Sang Aku’ telah mengutus aku kepadamu”
Mat 11:28-30– “Aku ini lemah lembut dan rendah hati”

RENUNGAN
1. Datanglah kepada-Ku.

Jika setiap hari kita berjuang melakukan apa yang secara moral benar, bahkan ketika orang-orang di sekitar kita mengambil jalan pintas, maka datanglah kepada Yesus. Jika kita terbebani oleh dosa-dosa yang mempengaruhi panggilan sebagai suami atau isteri, orang tua, teman, sebagai imam, biarawan atau biarawati, sebagai seorang Kristen …. , datanglah kepada Yesus. Jika kehidupan ini terasa tak wajar nan hampa dan Allah nampak jauh, datanglah kepada Yesus. Ia memanggil kita tidak untuk hidup dalam prinsip-prinsip yang tinggi luhur dan cita-cita yang mulia, tetapi untuk mengikuti Yesus. Hanya ketika kita datang kepada Dia, kita akan tahu peraturan yang diperlukan guna melindungi martabat kita sebagai anak Allah.

2. Belajarlah daripada-Ku.

Rasul Paulus menasehati umat di Galatia hidup merdeka dalam Kristus: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Gal 5:1). Kepada umatnya di Efesus, Rasul Paulus mengundang kita untuk menjadi hamba-hamba Kristus dengan melakukan kehendak-Nya dengan tulus hati (Ef 6:5). Menjadi seorang hamba berarti bahwa aku mengikuti kehendak orang lain yang lebih kuat daripada aku. Seorang yang menjadi hamba seksual, kesombongan, egoisme berarti dia membawahkan diri kepada setan yang lebih kuat daripadanya. Tetapi Yesus memanggil kita sebagai sahabat, bukan hamba (bdk Yoh 15:14-15). Menjadi “hamba” Kristus berarti mempercayakan kehidupan kita kepada-Nya secara bebas dengan maksud  mengikuti ke mana saja Ia memimpin kita. Pengalaman menunjukkan bahwa Ia selalu membimbing kita menuju jalan kebahagiaan dan kepenuhan, bahkan ketika kita harus memanggul salib.

3. Beristirahatlah dalam Aku.

Beristirahat di sini bukan dalam arti berhenti bekerja dan berjuang, tetapi bermakna damai di hati, sukacita dan bahagia karena berada dalam Tuhan. Inilah istirahat yang kita rindukan. Terkadang kita ketemu dengan pribadi-pribadi yang memiliki pengalaman damai dan sukacita, kendati keadaan mereka yang kurang beruntung. Kristus tidak menjanjikan untuk mengambil beban-beban, pencobaan dan penderitaan kita. Tetapi jika kita mengenakan beban-kuk-Nya, jika kita mengikuti rencana-Nya, kehendak-Nya, kasih-Nya, Ia menjamin sukacita dan kebahagiaan kita. Jika Anda tidak pernah mengalami hal tersebut, mulailah hari ini. Berikanlah kepada-Nya apa yang kau ketahui dalam hatimu. Walau pun pada awalnya Anda terluka, namun dalam kuk Kristus, akan membawa kepada damai dan sukacita sejati.
🇮🇩MS🇮🇩

Renungan Harian GML : MENGENAL BAPA DAN PUTERA

Rabu, 17 Juli 2019


BACAAN
Kel 3:1-6.9-12– “Tuhan menampakkan diri dalam nyala api yang keluar dari semak duri”
Mat 11:25-27 – “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil”

RENUNGAN
1.Kebijaksanaan, pengetahuan, dan pengertian  merupakan tiga dari tujuh anugerah Roh Kudus. Menjadi bijak dan terpelajar sudah seharusnya dan tidak masalah. Dalam Injil hari ini, Yesus berbicara tentang mereka yang sombong dan angkuh menurut pandangan mereka dan kesombongan mereka itu dipakai hanya untuk maksud dan tujuan mereka sendiri. Dengan demikian misteri Allah tersembunyi bagi mereka, karena mereka memusatkan hati dan pikiran mereka sebagai kebaikan tertinggi yang harus diikuti orang lain. Mereka menutup pintu terhadap Allah, tetapi Allah tidak pernah akan menutup pintu terhadap mereka dan kita.

2.Yesus menegaskan Injil hari ini dengan cara yang berbeda: “Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Mat 18:3). Bahkan, sebagai orang dewasa, kita tidak pernah berhenti menjadi seorang anak kecil, tidak mau banyak repot dan selalu tergantung. Anak-anak kecil tidak pernah rumit dan bohong, namun dalam perjalanan waktu, pelan-pelan, yang disebut anak-anak kecil mulai memakai topeng, berbohong, membuat pembenaran-pembenaran, tidak sederhana lagi, dan munafik. Itulah perjalanan hidup kita. Maka kita harus berusaha sungguh-sungguh untuk kembali kepada Allah, jujur terhadap diri sendiri, dan berusaha menyenangkan hati Allah. Kegagalan dalam hidup kita karena ketidak seriusan dan ketidak tulusan kita.

3.Kristus merupakan pewahyuan Allah yang disampaikan kepada manusia. Tindakan-tindakan Yesus - khotbah, pengorbanan, dan kematian-Nya di kayu salib – mempertunjukkan bahwa Ia ingin menyatakan Bapa kepada setiap orang. Ia memilih kita untuk membantu-Nya agar tujuan tersebut tercapai. Apakah aku ingin agar setiap orang tahu tentang Bapa dan sampai ke surga? Tindakan-tindakanku akan menjawab pertanyaan tersebut.
🇮🇩MS.www.berkat.id🇮🇩


Renungan Harian GML : PENGANIAYAAN DEMI SURGA

Sabtu, 13 Juli 2019


BACAAN
Kej 49:29-32; 50:15-26a – “Allah akan memperhatikan kamu, dan membawa kamu keluar dari negeri ini”
Mat 10:24-33 – “Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”

RENUNGAN
1.Para musuh Yesus menyebut-Nya sebagai setan. Ketidaktahuan atau kekerasan hati telah menghalangi mereka untuk mampu melihat kebaikan-kebaikan Tuhan kita. Perlawanan terhadap Yesus terjadi sampai hari ini – hanya sekarang ini kita menerima serangan-serangan sangat berat. Kristus mengingatkan bahwa para pengikut-Nya akan dicaci-maki, sama seperti diri-Nya yang bahkan ditolak. Kita dicap sebagai “terbelakang” karena selalu berpihak pada pro-kehidupan, dan dicap “tidak toleran” karena selalu percaya dan berpihak pada kebenaran moral. Penganiayaan menggarisbawahi autentisitas iman kita. Jika kita tidak pernah menghadapi pertentangan, kita belum hidup dalam iman.

2.Tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka. Di sini Tuhan meyakinkan kita bahwa semuanya akan dinyatakan pada waktunya. Kebohongan, fitnah, dan pikiran-pikiran keliru bergerak bagaikan kilat lewat internet. Sedangkan kebenaran berjalan sangat lambat. Masalah ini bukanlah hal baru. Rasul Paulus mengingatkan: “Akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng” (2Tim 4:3-4). Kebenaran Kristus berakar dalam diri kita jika kita memiliki arti dan sukacita. Saat yang paling tidak berbahagia terjadi dalam hidup kita ketika kita tersesat dari jalan Kristus.

3.Jika kita menyangkal Kristus, Ia akan menyangkal kita pada Hari Penghakiman. Pernyataan tersebut sangat serius. Banyak pencobaan muncul dan membekap iman kita. Misalnya, kita diam saja ketika ada seorang beriman menggugurkan janin dalam kandungan. Atau, sebagai orang tua, diam saja ketika anaknya yang masih kecil menghabiskan waktu berjam-jam di internet atau hp. Kita sering membenarkan diri dengan berkata: “demi toleransi.” Tetapi Kristus tidak mengatakan kepada para murid-Nya untuk “Pergilah, bertoleransilah terhadap tindakan apa saja.” Sebaliknya, Ia memohon dengan sangat: “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” Apakah aku hanya diam ketika aku harus berbicara?
🇮🇩berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : PERGILAH, WARTAKANLAH KERAJAAN ALLAH

Kamis, 11 Juli 2019, St. Benedktus, Abbas


BACAAN
Kej 44:18-21.23b-29; 45:1-5– “Demi keselamatanmu, Allah mengutus aku ke Mesir”
Mat 10:7-15 – “Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berilah pula dengan cuma-cuma”

RENUNGAN
1.Perintah Kristus tegas: “Pergilah!” Kerajaan Allah tidak dapat tersebar ketika kita hanya duduk malas dan acuh-tak-acuh. Kita tidak bisa menunggu orang-orang yang membutuhkan Kristus datang mengetuk pintu kita. Kita tidak bisa membiarkan kesempatan untuk memberitakan Kerajaan Allah hilang karena kemalasan kita. “Pergilah” berarti kepekaan hati dan mata kita terhadap mereka yang lapar akan Kristus. Bisa saja mereka ini adalah anggota keluarga kita atau rekan sekerja kita. Dengan memperhatikan mereka yang lapar akan Kristus berarti kita telah mewartakan Kerajaan Allah. Sangat banyak kelompok orang yang tidak tersentuh oleh pewartaan Kerajaan Allah. Mereka adalah golongan atas: orang-orang kaya raya, para anggota legislatip dan eksekutip tingkat atas, bos-bos besar, para professor, dan masih banyak lagi. Apa artinya “Pergilah” untuk orang-orang tersebut bagiku?

2.Perintah Kristus untuk mewartakan Kerajaan Allah adalah memberikan dari apa yang kita punya yang kita terima dari Allah. Dan tiap hari kita menerimanya dari Kristus. Sebagai rasul, kita pergi bukan dengan kekuatan kita sendiri; sebaliknya, kita membawa kekuatan Kristus untuk menyembuhkan, menyelamatkan, dan mengalahkan kejahatan. Sangat keliru, bila dalam pewartaan, seseorang hanya mengandalkan bakat, talenta, dan kekayaannya. Yang sangat diperlukan adalah: pendoa, kerendahan  hati, mengandalkan Allah, ketaatan, dan dalam kesatuan budi dan hati dengan Gereja.

3.Kristus menegaskan bahwa ketika kita menemui jalan buntu dan gagal, bukanlah sebagai tanda bahwa kita tidak layak lagi sebagai pewarta. Hasil dari pewartaan kita tergantung dari pilihan bebas orang lain. Ketika kita hanya mendapatkan hasil yang serba sedikit, menjadi kesempatan untuk meneguhkan kembali komitmen kita untuk mengikuti Dia, entah waktunya baik  atau pun jelek. Saat seperti ini merupakan kesempatan untuk menolak keputus-asaan dan keraguan, dan untuk membuktikan bahwa kesanggupan kita benar-benar karena kehendak Allah.
*🇮🇩MS🇮🇩*

Renungan Harian GML : MEMILIH RASUL

Rabu, 10 Juli 2019



BACAAN
Kej 41:55-57; 42:5-7a.17-24a – “Kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita”
Mat 10:1-7– “Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel”

RENUNGAN
1. Yesus membutuhkan Rasul-rasul.
Tumbuh dan berkembangnya Kerajaan Allah tergantung dari para pelakunya. Kristus menolak untuk menjadi pribadi yang one-man show. Ia menghendaki Kerajaan-Nya diwujudkan lewat orang lain, mulai dengan Duabelas Rasul. Dalam diri Duabelas Rasul, kita menemukan model setiap panggilan Kristus untuk membangun Kerajaan-Nya, untuk menyebarkan iman melalui kata dan tindakan. Jika tidak ada tanggapan terhadap panggilan-Nya, maka tidak akan ada Kerajaan Allah. Apakah aku menyadari dan  merenungkan tentang panggilanku, apa pun bentuknya, bahwa berasal dari Allah? Apakah aku melihat dan menyadari bahwa panggilanku terkait erat dengan keluargaku?

2. Panggilan.
Pada hari itu banyak orang berkumpul di gunung. Banyak dari antara mereka berusaha mendekat kepada-Nya, tetapi hanya 12 dari antara mereka secara resmi dipanggil untuk menjadi Rasul. Kita juga dipanggil dengan nama kita masing-masing. Hal tersebut menunjukkan bahwa Kristus mengenal kita dengan baik, mencakup semua cacat cela dan kelemahan-kelemahan kita. Kristus tidak pernah bertanya kepada Rasul-rasul tentang seberapa kemampuan mereka, tidak pernah bertanya jenjang pendidikan mereka dengan IP berapa, atau tidak pernah mengadakan  fit and proper test. Para Rasul juga tidak berpikir bahwa ada kesalahan-kesalahan dan salah perhitungan.

3. Tanggapan yang bebas.
Kristus memilih dengan bebas dan merdeka, 12 orang menanggapi. Kristus tidak mengirim para malaikat dari surga untuk melindungi mereka. Ia hanya berdoa kepada Bapa. Sebagai tuan panenan, Ia memanggil masing-masing dari kita. Kita dipanggil untuk tugas khusus yang sesuai, di mana Allah menempatkan kita saat ini dengan tugas dan tanggungjawab dalam keluarga, Gereja, masyarakat dan semesta untuk menyebarkan Warta Gembira karya keselamatan Tuhan bagi semua orang.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML :MELIHAT DENGAN MATA YESUS, MERASAKAN DENGAN HATI YESUS

Selasa, 9 Juli 2019


BACAAN
Kej 32:22-32– “Namamu selanjutnya adalah Israel, sebab engkau bergumul melawan Allah dan engkau menang”
Mat 9:32-38 – “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya”

RENUNGAN
1.Setiap orang berusaha mengejar kebahagiaan. Dan kebahagiaan sejati hanya ada dalam diri Kristus dan kehendak-Nya. Dalam pergumulan untuk memperoleh kebahagiaan, pertanyaannya adalah:  apakah kita mengijinkan Allah masuk dalam kehidupan kita? Apakah Kristus kita ijinkan menyentuh atau menjamah apa yang perlu kita sembuhkan? Orang-orang Parisi telah dengan bebas memilih setan atau demon daripada hidup dalam Kristus. Dalam pergumulan dengan kelemahan dan godaan, kita juga dihadapkan pilihan yang sama. Seperti orang-orang Parisi, banyak dari kita yang masih mempertahankan demon atau setan dalam diri kita, sehingga kebahagiaan tidak pernah kita dapatkan.

2.Jika kita mampu membuka hati kita untuk melihat apa yang Kristus lihat dan merasakan apa yang dirasakan Kristus, kita akan siap mengikuti-Nya setiap hari dan mewujudkan diri sebagai pekerja Kristus, seperti apa yang Ia minta: “Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Kita harus berdoa agar diutus para pekerja untuk Gereja, tetapi diri kita pun harus siap menjadi pekerja Gereja, sehingga Gereja tidak kekurangan pekerja. Kita tidak perlu takut menjadi seorang rasul.

3.Injil hari ini bukan semata-mata panggilan untuk menjadi orang-orang berjubah, tetapi untuk menjadi orang beriman yang sepenuhnya meneladan Kristus dengan berbagi kepada orang lain. Tuhan membutuhkan diri kita untuk menjadi alat di tangan-Nya demi mewujudkan Kerajaan Allah. Hal ini berarti melihat dengan mata Yesus, merasakan dengan hati Yesus.
🇮🇩MS,www.berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : IMAN YANG MUTLAK

Senin, 8 Juli 2019


BACAAN
Kej 28:10-22a– “Yakub melihat sebuah tangga, melihat malaikat Allah turun naik, dan melihat Allah yang bersabda”
Mat 9:18-26 – “Anakku baru saja meninggal, tetapi datanglah, maka ia akan hidup”

RENUNGAN
1.Bacaan pertama, Mazmur dan Injil hari ini bercerita tentang iman kepercayaan. Ada  iman yang bersyarat dan iman yang mutlak. Yakub bernazar: “Jika Allah menyertai dan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku” (Kej 28:20-21). Yakub tampak percaya kepada Tuhan, tetapi keyakinan itu memuat syarat. Apakah Yakub tetap beriman jika syarat tersebut tidak dipenuhi oleh Tuhan? Tidakkah kita sering dihadapkan pada hal yang sama, dan kita jatuh?

2.Iman yang mutlak diungkapkan oleh pemazmur: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercaya” (Maz 91:2). Ia tidak takut akan gelapnya malam atau anak panah yang mengancam di waktu siang. Ia percaya sepenuhnya kepada Tuhan karena Tuhan berkata, “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku” (Mzm 91:14). Apakah hatiku melekat pada Tuhan?

3.Dalam Injil kita temukan dua tokoh yang memiliki iman yang mutlak kepada Tuhan. Pertama, seorang kepala rumah ibadat. Ia berlutut di hadapan Yesus dan meminta Yesus menyentuh putrinya yang telah meninggal agar hidudp kembali. Kedua, seorang perempuan yang menderita selama dua belas tahun. Ia percaya bahwa jika dia bisa menyentuh jubah Kristus, dia akan sembuh. Seperti anak kepala rumah ibadat yang kembali hidup, perempuan itu pun sembuh. Keduanya menjaddi contoh iman yang mutlak dan luar biasa. Bagaimana dengan aku?

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta