GOA MARIA LAWANGSIH

Kulo meniko Abdi Dalem Gusti,
sendiko dawuh Dalem Gusti
image
Tentang,

Goa Maria Lawangsih

"Menemukan Tuhan dalam keheningan "

Goa Maria Lawangsih terletak di Perbukitan Menoreh, perbukitan yang memanjang, membujur di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, (Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo). Di tengah perbukitan Menoreh, bertahtalah Bunda Maria Lawangsih (Indonesia: Pintu/Gerbang Berkat/Rahmat). Goa Maria Lawangsih berada di dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Secara gerejawi, masuk wilayah Paroki Administratif Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Lokasi Goa Lawangsih hanya berjarak 20 km dari peziarahan Katolik Sendangsono, 13 km dari Sendang Jatiningsih Paroki Klepu.

Me

Me

Suasana perarakan

Lantunan Ave Maria mengiringi perjalanan perarakan , sakral
Me

Peletakan Patung

Suasana peletakan patung Bunda Maria
Me

Suasana perarakan

Antusias Umat mengikuti perarakan lilin

SEJARAH

Me
Goa Pangiloning leres

Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Maria Lawangsih, merupakan goa alam, namun hanya kecil. Letak Goa Pengiloning Leres yang berada di atas Gereja SPM Fatima Pelemdukuh, tidak terlalu jauh dari Goa Maria Lawangsih. Di samping goa, bertahtalah Patung Kristus Raja yang memberkati yang tingginya 3 meter.Goa ini (pangiloning leres) berada lebih tinggi daripada Gereja SPM Fatima. Legenda yang berkembang mengatakan bahwa bukit di Goa Pengiloning Leres ini adalah (Jawa: gedogan) kandang Kuda Sembrani. Banyak orang mengalami peristiwa bahwa hampir setiap Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon mendengar suara gaduh, (Jawa: pating gedobrak). Konon katanya, goa ini dulunya dipakai oleh para makhluk halus sebagai kandang kuda Sembrani. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah mata air di bagian bawah bukit yang bernama “benjaran” yang berarti tempat minum kuda.

Me
Patung Kristus Raja

Di bawahnya terdapat Kapel (Gereja) yang sebagian dindingnya adalah Batu Karang (asli) yang ingin menunjukkan bagaimana Gereja yang dibangun Yesus di atas Batu Karang. Bila kita melihat segi arsitekturnya dari sisi luar Kapel,mungkin saja akan kalah bila dibandingkan dengan gereja yang terdapat di kota besar lainnya. Namun, bila kita masuk ke dalam Gereja kita akan melihat beberapa lukisan yang indah dimana Gerbang Kerajaan Surga tergambar indah di dinding. Adapula kisah pembangunan yang penuh perjuangan karena Gereja sulit mendapatkan tanah pada waktu itu. Namun sempat pula Romo YB. Mangunwijaya, Pr sempat meneliti dan mereka-reka arsitektur Kapel Stasi Pelemdukuh yang alami. Namun tidak ada informasi yang tepat, mengapa Romo YB. Mangunwijaya, Pr tidak melanjutkan arsitektur di Kapel tersebut.

Me
Sejarah lengkap

Awalnya, Goa Lawa hanyalah tanah grumbul (semak belukar) yang memiliki lubang kecil di pintu goa (+1 m2), namun lorong-lorongnya bisa dimasuki oleh manusia untuk mencari kotoran Kelelawar sampai kedalaman yang tidak terhingga. Namun karena faktor tidak adanya penerangan dan suasana dalam goa yang pengap, maka tidak banyak penduduk yang bisa masuk ke dalam goa. Pada tahun 1990-an, Goa Lawa sempat dijadikan oleh Muda-Mudi Stasi Pelemdukuh untuk tempat memulai berdoa Jalan Salib (Stasi), namun setelah itu tidak ada perkembangan yang berarti sampai tahun 2008. Pada bulan Juli 2008 . Pembangunan Goa Maria Lawangsih untuk menjadi tempat berdoa (Panti Sembahyang) adalah atas inisiatif Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan ini yaitu Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr, setelah beberapa kali masuk dan meneliti kemungkinan Goa Lawa menjadi tempat doa SELENGKAPNYA >>>

Me
Menemukan Tuhan Di dalam Keheningan

Kesan pertama para peziarah ketika kita datang adalah suasana hening yang menyejukkan hati, jauh dari keramaian. Suara gemericik air, kicauan burung, tiupan angin, udara yang sejuk akan membuat kita semakin mensyukuri indahnya ciptaan Tuhan. Suasana ini lah yang membawa kita pada suatu situasi yang sangat mendukung bila ingin memanjatkan doa.Keindahan GM ini bukan hanya struktur gua yang benar-benar gua tetapi sekaligus situasi doa yang muncul dari dirinya. Bila doa adalah tujuan dan hasil yang diinginkan orang saat pergi ke Gua Maria, GM Lawangsihpun dapat dikatakan sebagai “ conditio sine qua non “ dari doa si peziarah.

Me
Eksotisme Goa Alam

Kekhasan Goa Maria Lawangsih yakni eksotisme goa alamnya. Goa ini sungguh merupakan goa alam kedua di Keuskupan Agung Semarang setelah Goa Maria Tritis Wonosari, Gunungkidul. Seperti yang kita ketahui, tidak banyak tempat doa yang berupa goa yang merupakan goa alami. Goa Lawangsih merupakan salah satu goa alami, goa ini cukup besar, lengkap dengan sungai kecil yang mengalir di dalam goa dan dihiasi oleh stalaktit stalagmit yang indah.Di belakang Patung Bunda Maria, terdapat lorong goa yang sangat panjang, dalam dan indah dengan stalagtit dan stalagmit yang mempesona, di dalamnya juga terdapat sumber air yang mengalir tiada henti, jernih dan sejuk, yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar goa Maria. Kelak air ini akan ditampung dan dijadikan tempat “menimba air kehidupan” dan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungguh ajaib, Bunda Maria juga memberikan berkatNya

Me
Disinilah saat aku Hening

Salah satu Kelebihan struktur Goa Maria Lawangsih mampu memberikan efek yang sangat dasyat ,Inilah gua. Saat mencoba masuk lebih dalam, hanya keheningan yang muncul. Suara di dalam adalah keheningan. Tak ada suara selain diam. Suara sedikit "mbengung" mendominasi telinga. Dalam suasana seperti itu, manusia diajak bertemu dengan dirinya sendiri. Di depan tempat Doa, ditempatkan patung Yesus."Disinilah saat aku Hening",keheningan, hasrat ingin lama berdoa ,menjadi tempat yang membantu orang, dengan keheninganya, untuk menemukan Tuhan.

Me

SLAKA

SLAKA : Sholawat Katolik merupakan salahsatu Inkulturasi Gereja terhadap Budaya Jawa ,biasanya di adakan malam jumat kliwon setiap bulan Mei
Me

SLAKA SABDO SUCI

Paguyuban Kesenian Tradisional Sloka (sholawatan katolik) Sabda Suci. Paguyuban ini kurang lebih memiliki anggota 30 orang, yang range umurnya cukup jauh (dr muda sampai tua)
Me

sekilas slaka

Kesenian Sloka mengajak kita mendalami dan menghayati babad suci atau kitab suci perjanjian lama dengan melagukan secara tradisional, mulai dari kisah penciptaan sampai menjelang kelahiran Yesus, sehingga sloka berisi tentang nabi-nabi, sejarah, dan nabi besar yang tertuang dalam kitab suci perjanjian lama.
Me

sekilas slaka

Peralatan yang digunakan sangat sederhana, dibuat seperti pada awal mula dibentuknya paguyuban ini, misalnya kendang : kendang yang digunakan adalah kendang buntung, bukan kendang batangan, yang merupakan warisan nenek moyang.
ARTIKEL

Arti dan makna Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah"

Kalimat "Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah" yang ada pada gapura di Goa Maria Lawangsih yang di tulis dengan huruf jawa dan juga di atas altar ( dengan huruf latin) adalah sebuah kalimat dalam bahasa jawa tepatnya bahasa kawi .Dikutib dari perbincangan kita dengan sumber langsung yang membuatnya yaitu bapak Yohanes Suprobo selaku ketua Tim dekorasi untuk Goa Maria Lawangsih.Dalam sastra jawa kalimat semacam itu di sebut "sengkalan". dan Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah sebenarnya berati "tahun 2009" sebagai tahun berdirinya Goa lawangsih.
Sengkalan adalah kata yang mempunyai watak bilangan, biasanya digunakan untuk mewakili angka tahun. " Wiwaraning Swargo Luhuring Panembah

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta