Kamis, 09 Februari 2017

Arti dan makna Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah"

Kalimat "Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah" yang ada pada gapura di Goa Maria Lawangsih yang di tulis dengan huruf jawa dan juga di atas altar ( dengan huruf latin) adalah sebuah kalimat dalam bahasa jawa tepatnya bahasa kawi .Dikutib dari perbincangan kita dengan sumber langsung yang membuatnya yaitu bapak Yohanes Suprobo selaku ketua Tim dekorasi untuk Goa Maria Lawangsih.Dalam sastra jawa kalimat semacam itu di sebut "sengkalan". dan Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah sebenarnya berati "tahun 2009" sebagai tahun berdirinya Goa lawangsih.
Sengkalan adalah kata yang mempunyai watak bilangan, biasanya digunakan untuk mewakili angka tahun. " Wiwaraning Swargo Luhuring Panembah
" berarti "tahun 2009", tahun 2009 adalah tahun dimana Goa Maria Lawangsih didirikan. Sedangkan filosof dari kalimat itu sebagai berikut : wiwaraning itu berasal dari kata wiwara yang berarti pintu ,jalan masuk,goa,..dimana kata "wiwara" disini juga mewakili angka sembilan menurut ilmu sengkalan, 9(sembilan) dari angka tahun 2009 .Dalam ilmu sengkalan watak angka "9" adalah semua benda yag berlubang/liang ,jalan masukn dan kata wiwara/pintu termasuk lubang/jalan masuk (artinya bisa mewakili angka sembilan ) "Swarga" adalah surga mewakili angka 0 dimana angka 0 mengandung arti tinggi ,angkas ,duwur. "Luhuring" adalah dari kata luhur yang juga berarti tinggi juga mewakili angka 0. namun luhur di sini lebih berarti sifat/perilaku manusia yang lebih tinggi. sifat/perilaku manusia yang lebih tinggi/luhur itu antara lain beriman,soleh,bekerja keras,berani mengambil resiko,berdisiplin,berhati lembut,berinisiatif,berpikir matang,berpikiran jauh kedepan,bersahaja,bersemangat,bertanggung jawab,bijaksana dan sifat-sifat baik/luhur lainnya. "Panembah" mewakili angka 2(dua) ,watak bilangan 2(dua) adalah menunjukkan segala hal yang bersifat 2/berpasangan seperti tangan ,mata ,dan lain-lain.Sedangkan panembah disini di ambil dari kata sembah,menyembah dimana menyembah itu menggunakan tangan,dan bisa juga di artikan kalau menyembah harus melibatkan dua pihak yaitu pihak yang menyembah dan pihak yang di sembah (sifat berpasangan/dua).Kurang lebih begitu sekilas penjelasan menafsirkan watak-watak bilangan dalam sengkalan.Untuk arti dalam konteks kita menyembah disini adalah menyembah kepada Tuhan. Dari uraian diatas dapat kita tarik makna secara keseluruhan,"Wiwaraning Swarga Luhuring Panembah" artinya dalaning swarga atau jalan kesurga adalah karena perbuatan/perwujudan usaha masing-masing, kembali ke diri kita sendiri..dengan mencapai sifat-sifat yang luhur (luhuring panembah),maka kita semua (umat)akan mencapai itu.Dan hal ini sangat senada dengan homili romo hadi (romo paroki 2016)dalam salah satu misa di sana "selain berdoa kita juga harus mewujudkan dengan perbuatan" ini untuk mengingatkan kita pada sifat-sifat luhur di atas.

0 komentar:

Posting Komentar