Minggu, 14 Mei 2017

Misa Minggu 14 Mei 2017

Misa di Goa Maria Lawangsih
14 Mei 2017


Misa dimulai pd pukul 10.00 yang dipimpin oleh Rm.  Modestus Suprianta Pr.  Beliau adalah Romo Paroki Gereja St Maria Tak Bernoda Nanggulan dan sekaligus Romo Paroki Adm St Maria Fatima Pelem Dukuh.  Misa diikuti oleh umat Pelem Dukuh dan para peziarah dengan iringan koor dr kelompok Bina Iman Anak Pelem Dukuh.

Misa ini merupakan misa kedua di bulan Mei 2017 yang di adakan di Goa Maria Lawangsih.  Misa yang pertama adalah misa pembukaan bulan Maria yang diadakan pada hari Minggu tgl 30 Mei 2017. Misa tersebut dipimpin oleh Rm.  Bonifasius Dwi Yuniarto Pr, beliau saat ini bertugas di Gereja Pringwulung Yogyakarta. Tema yang diangkat Goa Maria Lawangsih di bulan Maria ini adalah " Bersama Bunda Maria kita wujudkan peradaban kasih dalam kehidupan keluarga dan masyarakat"

Dalam homilinya hari ini,  Rm Pri memberikan penjelasan tentang sabda Yesus :"Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah dan percayalah kepadaKu,  Akulah jalan kebenaran dan hidup". Kita sudah memasuki minggu Paskah ke V.  Kalau kita sejenak kembali ke belakang,  setiap hari minggu kita mengenang karya-karya, kebaikan dan cinta Tuhan untuk kita secara terus menerus.   Setelah kebangkitan Tuhan, yang merupakan muara seluruh aktifitas kegiatan gereja,  muara iman, kita kemudian memasuki minggu Paskah ke II.  Minggu tersebut merupakan minggu kerahiman,  Alah yang berbelas kasih.  Kita hidup bukan karena usaha,  upaya,  kekayaan,  martabat, derajat pangkat kita, tetapi karena kerelaan Allah memberi kehidupan kepada kita.

Pada minggu Paskah ke III,   yang merupakan minggu kasih setia Tuhan,  Tuhan yang setia menyertai, mendekati,  tinggal bersama,  berjalan bersama,  makan bersama. Bacaan pada minggu ini mengisahkan tentang perjalanan ke emaus,  identik dengan menjelang malam (surup),  yang menggambarkan perjalanan menuju akhir kehidupan.  Tuhan di gambarkan seperti arloji,  walaupun tidak kita lihat,  di taruh,  tidak digubris,  arloji ini tetap berdetak,  tetap hidup.  Begitu juga Tuhan yang tetap setia,  selalu datang walaupun kita tidak peduli dan belum tersadar.

Pada minggu Paskah ke IV,  minggu ini merupakan minggu panggilan.  Tuhan digambarkan sebagai gembala yang baik.  Gembala yang baik adalah gembala yang "nggiring", "ngopeni" dan mengarahkan dombanya ke padang rumput yang hijau,  ke air yang tenang.  Tidak pernah Tuhan tidak berbuat untuk kawanannya,  Dia tidak akan membiarkan 1 dombapun lepas, jika terjadi demikian akan tetap dicarinya dan dibawaNya kembali.

Pada minggu Paskah ke V,  Yesus mengisyaratkan untuk pergi,  kepergiannya untuk mempersiapkan tempat, dan setelah semua siap, seperti sabdanya "Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku,  supaya ditempat-Ku berada kamupun berada".  Yesus nenunjukan jalan menuju ke Bapa dengan bersabda "Aku adalah jalan kebenaran dan hidup". Yesus adalah jalan menuju ke Bapa dan Dialah kebenaran tentang Bapa yang menjelma dan memberikan hidup dari atas kepada manusia. Yesus mengatakan demikian agar orang tidak perlu cemas,  bingung dan khawatir karena Bapa bisa dilihat dari Yesus yg merupakan sumber pengetahuan tentang Bapa.



Pada hari ini juga diadakan baptisan bayi, jumlah bayi yang di baptis 3 orang.