Rabu, 24 Mei 2017

Renungan Harian GML : "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman"



25 Mei 2017 – Hari Raya Kenaikan Tuhan
Matius 28:16-20
“Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.”


Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, 
kesebelas murid berangkat ke Galilea, 
ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka.
Ketika melihat Dia, mereka menyembah-Nya, 
tetapi beberapa orang ragu-ragu.

Yesus mendekati mereka dan berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi.
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, 
dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu 
yang telah Kuperintahkan kepadamu. 
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Renungan
       1. Pada renungan kali ini, saya tertarik untuk menjelaskan lebih dulu mengenai Injil Sinoptik. Injil Sinoptik adalah “Injil-Injil yang mirip”, kurang lebih menulis kisah yang sama mengenai Yesus, dengan menggunakan penggunaan kata-kata yang sama, istilah-istilah yang sama, namun tetap ada perbedaan di sana-sini. Yang termasuk dalam Injil Sinoptik adalah Matius, Markus, dan Lukas.
       2. Yang menarik pada Injil kita pada hari ini adalah mengenai “Kisah Kebangkitan Yesus”. Hanya dalam Injil Matius, kita bisa menemukan bahwa Yesus tidak naik ke surga setelah kebangkitan-Nya. Di kedua Injil lainnya (Markus dan Lukas), secara eksplisit kita bisa menemukan kisah Yesus yang naik ke surga.
       3. Dalam perikop hari ini, dikisahkan Yesus bertemu dengan murid-murid-Nya di sebuah bukit di daerah Galilea. Di sana Yesus meminta para murid untuk pergi menjadikan semua bangsa murid-Nya. Dan di akhir kisah ini (ayat terakhir dalam Injil Matius), Yesus mengatakan “Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Di sini kita benar-benar dapat menemukan Yesus sebagai Emanuel – “Tuhan beserta kita”.
      4. Yesus tidak meninggalkan kita, bahkan sampai hari ini. Yesus ada di dekat kita, menyertai setiap perjalanan hidup kita. Dalam jatuh-bangun hidup kita, Yesus selalu ada di sana. Dalam kebahagiaan dan kesusahan, Yesus tidak meninggalkan kita. Dalam  tawa dan tangis, Yesus ada bersama kita. Setiap menit bahkan setiap detik dalam hidup kita, Yesus hadir di sana.
      5. Pertanyaannya sekarang bagi kita masing-masing, “Apakah aku dapat merasakan kehadiran-Nya dalam hidupku sehari-hari? Dalam rutinitasku? Dalam setiap momen hidupku? Bahkan dalam saat-saat tersulit dan paling gelap dalam hidupku? Apakah mungkin Ia hadir di sana, dalam diri sesamaku, orang-orang terdekatku, yang seringkali kulupakan selama ini, yang menyertaiku dalam setiap momen hidupku?” Ehmm.. Mungkin saja..! 
     Mari kita rasakan kembali kehadiran-Nya dalam hidup kita masing-masing.

Nikolas Kristiyanto, SJ

0 komentar:

Posting Komentar