Kamis, 04 Mei 2017

Renungan harian GML "Bagaimana berbagi roti hidup?"


Sabda Hidup
Kamis, 4 Mei 2017
Yosef Maria Rubio, Peregrinus Laziosi
warna liturgi Putih

Bacaan
Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51. BcO Why 9:13-21

Bacaan Injil: Yoh 6:44-51
44 Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. 45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. 46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa. 47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. 48 Akulah roti hidup. 49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. 50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barang siapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. 51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Renungan
Seorang anak merasakan orang tua adalah pribadi yang menjadi jaminan hidupnya. Pada mereka ia bisa mengandalkan dan berharap. Orang tua adalah roti hidupnya. Mereka tak akan membiarkannya kelaparan dan kehausan.
Yesus menunjukkan diri-Nya adalah roti hidup. “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yoh 6:51). Roti itu yang menjadi bekal yang takkan pernah habis.
Pada saat tertentu kita mengandalkan orang tua sebagai jaminan. Pada saat lain kita yang akan diandalkan oleh orang lain. Rasanya ada perjalanan generatif roti kehidupan. Maka marilah kita bersiap-siap untuk berbagi roti kehidupan dalam sejarah generasi kita.

Kontemplasi
Bayangkan perjalanan generasi roti hidup dalam sejarah hidupmu.

Refleksi
Bagaimana berbagi roti hidup?

Doa
Tuhan semoga aku bisa berbagi roti kehidupan dalam sejarah hidupku. Semoga antar generasi mampu menjaga pembagian roti kehidupan. Amin

Perutusan
Aku akan berbagi roti hidup.

Disusun oleh:
Rm. P. Noegroho Agoeng S, Pr
Ketua Komsos KAS