Minggu, 04 Juni 2017

MEREKA PENUH ROH KUDUS DAN MULAI BERBICARA


Saudari-saudara sekalian, hari ini kita merayakan Hari raya Pentakosta ataupun hari turun-Nya Roh Kudus atas para Rasul. Hari ini juga sering disebut sebagai hari kelahiran Gereja. Ya, Gereja yang dipersiapkan oleh Tuhan Yesus seperti dalam kandungan: mendapatkan nutrisi melalui sabda dan karya serta mukjizat-mukjizat dan teristimewa peristiwa kebangkitan Yesus; dalam kehadiran Roh Kudus, Gereja Perdana ataupun para rasul dan para murid pertama menjadi hidup dan mulai beraktivitas.  Dulu seperti bayi dikumpulkan dan mererima makan dan minum dari Yesus, kini mereka siap dan mulai melaksnakan perutusan dan bertindak menjangkau semua pihak untuk mengajarkan khabar sukacita bagi semua orang.
Bacaan pertama mengisahkan bagaimana para rasul dalam kepenuhan Roh Kudus mulai berkata-kata dalam bahasa lain seperti yang diilhamkan Roh itu kepada mereka dan mereka pun menjangkau setiap orang dari pelbagai suku bangsa dan bahasa yang ada di perkumpulan itu: “..kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah” (Kis 2:11b). Rasul Paulus dalam bacaan kedua menegaskan bahwa ada banyak karunia, bukan hanya karunia berbicara tetapi rupa-rupa karunia, dan dimiliki oleh masing-masing rasul secara berbeda; namun berasal dari Roh yang satu dan sama, untuk kepentingan bersama (bdk.: 1 Kor 12: 6-7). Bacaan Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus memberi “Salam Damai” kepada para murid-Nya, kemudian mengutus mereka dan mengembusi mereka dengan Roh Kudus. Dalam Roh Kudus itu mereka diberi kuasa untuk mengampuni atau menyatakan dosa orang tetap ada (Yoh 20:23). Dari bacaan-bacaan ini kita bisa melihat bahwa dalam Roh Kudus Tuhan memberikan kuasa kepada para murid yang disertai dengan pelbagai karunia. Kuasa itu diberikan bukan untuk kepentingan mereka pribadi atau untuk main kuasa atau unjuk kebolehan melainkan untuk kepentingan bersama sebagai tanggungjawab atas satu kesatuan “Tubuh Kristus”.
Saudari-saudara, dalam keadaan bangsa kita yang sedang mengalami krisis identitas sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, di saat kita berupaya menegaskan kembali dan memulihkan Pancasila sebagai dasar negara republic Indonesia; perayaan Pentakosta ini menjadi sangat relevan. Yesus mau menanggung penderitaan dan maut agar mendapatkan kehidupan dan keselamatan bagi para murid-Nya, Ia pun rela meninggalkan dunia ini kembali kepada Bapa agar mendapatkan “Penolong yang lain” bagi para murid-Nya. Yesus sangat merindukan agar semua murid-Nya bersatu. Ia mendoakan mereka semua dan bahkan juga mereka yang di luar perkumpulan para murid. Dalam terang Roh Kudus, dengan pelbagai karunia masing-masing para murid melaksanakan tugas perutusan Yesus menjangkau semua orang. Kepelbagaian bukan menjadi hambatan atau rintangan tetapi menjadi alasan untuk berusaha menyapa secara pribadi dengan bahasa pribadi masing-masing. Pada masa kini, khususnya di Indonesia ini, kitalah yang mendapatkan tugas untuk melanjutkan perutusan para murid itu. Roh Kudus yang mengaruniakan aneka karunia, juga Roh Pemersatu semoga kita beri tempat di hati kita dan kita beri kesempatan untuk berkarya melalui diri kita untuk kerukunan, kedamaian, keadilan, dan cinta kasih di antara kita. Dalam kepenuhan Roh Kudus berani kita nyatakan: “Saya Katolik, saya Indonesia, saya Pancasila” demi keutuhan kesatuan dan perdamaian bangsa Indonesia. Pancasila dasar negara – NKRI harga mati. Tuhan memberkati. (Rm.  Yohanes Purwanta MSC) 

0 komentar:

Posting Komentar