Sabtu, 22 Juli 2017

Renungan Harian GML : Jangan Takut


Sabtu, 22 Juli 2017, Pesta S. Maria Magdalena
Bacaan : Kid 3:1-4b atau 2Kor 5:14-17; Mzm 63:2.3-4.5-6.8-9; Yoh 20:1.11-18

Bacaan Injil:
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.
Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan

Renungan
Banyak orang menyamakan Maria Magdalena dengan wanita yang kedapatan berzinah (Yoh 8:1-11). Namun, dalam Injil hanya disebutkan bahwa ia adalah wanita yang daripadanya Yesus mengusir tujuh roh jahat (Mrk 16:9). Keterangan lain mengenai wanita ini ada dalam kisah sengsara dan kebangkitan Yesus. Dia adalah wanita yang setia menemani Yesus dalam sengsaranya hingga di Kalvari dan salah satu dari para murid yang ditampaki Yesus setelah kebangkitan-Nya. Injil hari ini adalah Kisah penampakan Yesus pada Maria Magdalena tersebut.
Maria Magdalena adalah satu dari banyak wanita yang membantu Yesus dalam perjalanan dan pengajaran-Nya. Kemungkinan, setelah Yesus mengusir tujuh roh jahat darinya, ia sangat terkesan (mungkin terpesona) dengan pribadi Yesus dan berniat untuk membantu karya Yesus. Bisa jadi ia adalah seorang wanita pengusaha atau cukup kaya sehingga mampu membiayai perjalanan dan pengajaran Yesus, yang kalau di zaman sekarang dapat diumpamakan sebagai donatur yang membantu banyak karya-karya Gereja.
Kemudian Maria Magdalena tidak berhenti sampai di situ. Ia setia menemani Yesus bahkan dalam sengsara-Nya hingga di bawah kayu salib, bersama dengan Yohanes dan Maria, Ibu Yesus. Ini menunjukkan cinta dan pengabdian yang sungguh besar, mengingat bahwa bahkan para murid yang lain melarikan diri.
Mengapa Yesus menampakkan diri pada Maria Magdalena dan bukan para murid, yang memang dipilih-Nya untuk menjadi pewarta-pewarta kabar gembira? Mungkin dapat dijawab bahwa kebetulan saja Maria sedang menjenguk kubur Yesus sehingga Yesus menampakkan diri kepadanya. Namun, dapat juga dijawab demikian. Maria adalah salah satu dari sekian banyak murid yang larut dalam kesedihan dan duka saat menemani Yesus dalam sengsara-Nya. Artinya, ia turut merasakan sengsara Yesus. Sementara, para murid yang melarikan diri tidak larut dalam kesedihan, melainkan ketakutan. Karena turut dalam sengsara Yesus dan merasakan kesedihan yang mendalam inilah, Yesus merasa Maria Magdalena akan lebih siap menerima kebangkitan dan turut bergembira bersama-Nya. Terbukti ketika murid yang lain juga diberitahu bahwa Kristus telah bangkit, mereka tidak langsung percaya begitu saja. Lain halnya dengan Maria Magdalena. Begitu mendapat penampakan Tuhan dan diberitahu bahwa Yesus telah bangkit, ia percaya.
Keikutsertaan dalam penderitaan Yesus telah menguatkan iman Maria untuk percaya bahwa dengan melalui sengsara dan wafat itulah, Yesus dibangkitkan. Tak ada keraguan dalam diri Maria ketika tahu bahwa Yesus telah bangkit. Dalam hal ini ia menjadi teladan iman kita semua. Bahkan, dalam gereja Bizantin, dipercaya bahwa Yesus menjadikan Maria Magdalena sebagai rasul dari para rasul karena imannya yang dapat dikatakan melebihi iman kedua belas rasul.

Oleh : Fr. A.  Wahyu Dwi Anggoro, S.J.

0 komentar:

Posting Komentar