Minggu, 30 Juli 2017

Renungan Harian GML : MENGGENGGAM YESUS DAN INJIL-NYA SAMPAI AKHIR HAYAT

SABDA, Minggu Biasa XVI, 30-7-17
MENGGENGGAM YESUS DAN INJIL-NYA SAMPAI AKHIR HAYAT

BACAAN
1Raj 3:5.7-12 – “Salomo minta hikmat dan pengertian”
Rom 8:28-30 – “Mereka ditentukan Allah dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya”
Mat 13:44-52 – “Ia menjual seluruh miliknya, lalu membeli ladang itu”

RENUNGAN
1.Injil hari ini memuat tiga perumpamaan: harta terpendam, pedagang yang mencari mutiara yang indah, dan pukat yang dilabuhkan di laut. Perumpamaan membantu kita untuk melihat lebih baik kehadiran Kerajaan Allah dalam kehidupan setiap hari.

2.Ay 44 – Perumpamaan harta terpendam. Tak seorang pun tahu bahwa ada harta terpendam di sebuah ladang. Secara kebetulan, seseorang menemukannya. Ia begitu bergembira dan bersukacita. Maka ia menjual seluruh harta miliknya untuk membeli ladang tersebut. Dengan membeli ladang, berarti ia menguasai harta terpendam tersebut. Yesus tidak menerangkan arti perumpamaan itu. Ia hanya mengatakan: “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar” (Mt 13:9.43).

3.Ay 45-46 – Perumpamaan pedagang yang mencari mutiara yang indah. Dalam perumpamaan ini, si pedagang aktif mencari mutiara tersebut. Setelah mendapatkan mutiara tersebut, ia pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.

4.Makna kedua perumpamaan di atas: Kerajaan Allah itu ada dan tersembunyi dalam kehidupan, dan menunggu orang menemukannya. Menemukan Kerajaan Allah berarti mengenal Tuhan dan hidup menurut Injil. Hal tersebut merupakan harta yang paling berharga dalam kehidupan. Hanya melalui Yesus dan Injil, kita mengenal dan memahami arti kehidupan yang sesungguhnya dan merupakan hal yang paling penting dalam hidup kita.

5.Ay 47-50 – Perumpamaan tentang pukat yang dilabuhkan di laut. Pukat tersebut mengumpulkan segala jenis ikan, yang baik maupun yang kurang baik. Ketika di darat, mereka akan memisahkan ikan yang baik dan berharga dari ikan yang kurang baik dan tidak berharga. Pada akhir jaman, orang benar akan dipisahkan dari orang jahat. Orang jahat dicampakkah ke dalam dapur api.

6.Ay 51-52 – Kesimpulan. Kesimpulan berupa dialog singkat antara Yesus dengan para pendengar-Nya: “Mengertikah kamu semuanya itu?” Mereka menjawab: “Ya, kami mengerti.” Kemudian Yesus menyimpulkan: “Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Surga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya.” Apa arti kesimpulan tersebut? Seorang ahli Taurat memang sungguh ahli dalam Kitab Suci Perjanjian Lama dan Hukum. Seandainya mereka terbuka dan menerima Yesus sebagai Penyelamat, maka mereka memiliki harta rohani yang luar biasa yang bisa dibagikan demi keselamatan banyak orang. Sayang sekali, mereka tidak terbuka dan tidak percaya kepada Yesus.

7.Yesus dan Injil-Nya sudah kita genggam. Selanjutnya, apa yang harus kita buat agar pada akhir jaman kita masuk bilangan orang yang dibenarkan?

 🇮🇩MS🇮🇩 www.berkat.id

0 komentar:

Posting Komentar