Minggu, 16 Juli 2017

Renungan Harian GML : MENYIAPKAN TANAH YANG SUBUR DEMI BERKEMBANGNYA KERAJAAN ALLAH

SABDA, Minggu, 16-7-2017
MENYIAPKAN TANAH YANG SUBUR DEMI BERKEMBANGNYA KERAJAAN ALLAH

BACAAN
Yes 55:10-11 – “Hujan menyuburkan bumi dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan”
Rom 8:18-23 – “Dengan amat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah menyatakan”
Mat 13:1-9 – “Ada seorang penabur keluar untuk menabur”

RENUNGAN
1.Ay 1-3 – Lukas membuka perikop ini dengan pengantar singkat: Yesus duduk di dalam perahu, banyak orang mengelilingi Dia untuk mendengarkan pengajaran-Nya. Yesus tidaklah belajar secara formal. Ia berasal dari desa di Nasaret. Ia tidak dikenal, seorang petani dan tukang kayu. Tanpa minta ijin dari para pejabat keagamaan, Ia mengajar banyak orang. Mereka suka mendengarkan pengajaran-Nya. Yesus mengajar dengan perumpamaan. Perumpaan tersebut mengungkap aktifitas Yesus dan misteri Kerajaan Allah yang hadir di tengah-tengah umat Israel.

2.Ay 4-8 – Perumpamaan tentang biji diambil dari kehidupan petani. Pada waktu itu tidaklah mudah hidup dari pertanian. Tanah berbatu-batu, sedikit hujan, terlalu banyak panas. Namun demikian, setiap tahun, petani menabur dan menanam dengan percaya pada kekuatan biji dan kemurahan alam. Biji disebarkan oleh petani. Ada yang jatuh di sepanjang  pematang, sebagian jatuh di atas bebatuan dan semak berduri. Sebagian yang lain jatuh di tanah yang subur dan menghasilkan tiga puluh, enampuluh dan bahkan seratus kali lipat. Perumpamaan ini hendak mengatakan bahwa Kerajaan Allah merupakan hal yang tidak kelihatan dan tidak diketahui.

4.Ay 9 – Ia yang mempunyai telinga hendaklah mendengarkan. Untuk bisa memahami perumpamaan, orang harus “mencoba untuk mengerti.” Perumpamaan mendorong seseorang untuk berpikir dan mengambil kesimpulan tentang kehidupan dalam terang Kerajaan Allah. Setelah seseorang mendengarkan, maka ia mengerti dan menerima, selanjutnya ia melaksanakan apa yang ia dengar.

5.Di hadapan Allah, Anda termasuk jenis tanah yang mana? Buah mana yang Anda hasilkan dalam hidup Anda sendiri, dalam keluarga Anda, dan dalam komunitas/lingkungan Anda: tiga puluh, enampuluh, atau seratus?

🇮🇩Rm Maxi Srianto🇮🇩 www.sabda.id

0 komentar:

Posting Komentar