Rabu, 30 Agustus 2017

Renungan Harian GML : HIDUP BERSANDIWARA DAN BERPURA-PURA


SABDA, Rabu 30-8-2017

BACAAN
1Tes 2:9-13 – “Sambil bekerja siang malam, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu”
Mt 23:27-32 – “Kamu ini keturunan pembunuh nabi-nabi”

RENUNGAN
1.Injil hari ini melanjutkan bacaan Injil kemarin. Yesus menyampaikan dua “sabda celaka” kepada orang-orang Parisi dan para ahli Taurat. Yesus mengkritik mereka karena tidak adanya kecocokan antara kata dan tindakan, antara apa yang di dalam batin dan yang nampak di luar.

2.Ay 27-28 – Sabda celaka ketujuh: “Celakah kamu, ... sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, ....” Kita tahu seperti apa kuburan itu, walau dilabur putih sekali pun. Dari kata-kata ini, Yesus mengutuk mereka yang memiliki penampilan luar yang dibuat-buat dan berpura-pura, tetapi bagian dalamnya berlawanan total dengan apa yang mereka nampakkan keluar. Sebuah kemunafikan sempurna.

3.Ay 29-32 – Sabda celaka kedelapan: “Celakalah kamu ... sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh.” Mereka berkata: “Jika kami hidup di jaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.”  Yesus menyimpulkan kata-kata mereka: mereka berpura-pura. Orang-orang yang berbicara seperti ini justru merupakan keturunan mereka yang membunuh nabi-nabi. Yang ada dalam hati mereka, sebenarnya, ialah ingin membunuh Yesus. Sama seperti nenek moyang mereka yang telah membunuh nabi-nabi.

4.Realitas yang menyedihkan ialah bahwa kita memiliki “sifat-sifat” orang Parisi di dalam diri kita. Banyak dari antara kita yang berusaha keras agar nampak bagus. Kita ingin sukses dan bahagia. Manusiawi dan normal. Tetapi, sejujurnya, kita sering mencoba untuk menyembunyikan sisi kelemahan dan ketakutan kita. Kita lebih suka memakai topeng.  Kita tidak ingin orang lain melihat realitas kita sebenarnya. Kita ingin nampak bahagia dan “tak ada masalah.”

5.Tuhan Yesus saat ini memandang kita. Maka kita harus bertanya: Apakah aku suka bertindak munafik? Apakah aku suka menampilkan diri yang baik dan saleh, namun sebenarnya aku bersandiwara dan berpura-pura?

6.Tuhan Yesus tidak mengharapkan kita sempurna, namun Ia menghendaki agar kita berani menjadi diri sendiri seperti apa ada kita, tidak berpura-pura menjadi saleh, dan sok hebat. Menjadi diri sendiri, apa sulitnya?

🇮🇩MS🇮🇩 www.berkat.id

0 komentar:

Posting Komentar