Senin, 07 Agustus 2017

Renungan Harian GML : Yesus Memberikan Rahmat hingga Berkelimpahan.

Bacaan Liturgi 07 Agustus 2017

Senin Pekan Biasa XVIII
PF S. Kayetanus, Imam
PF S. Sustus II. Paus, dan teman-temannya, Martir

Bacaan Injil
Mat 14:13-21

Sekali peristiwa, setelah mendengar berita pembunuhan Yohanes Pembaptis, menyingkirlah Yesus; dengan naik perahu 
Ia bermaksud mengasingkan diri ke suatu tempat yang sunyi. 

Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat, dari kota-kota mereka.
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Menjelang malam para murid Yesus datang kepada-Nya dan berkata, "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya dapat membeli makanan di desa-desa."

Tetapi Yesus berkata kepada mereka, 
"Mereka tidak perlu pergi. Kalian saja memberi makan mereka."
Jawab mereka, "Pada kami hanya ada lima buah roti dan dua ekor ikan." Yesus berkata, "Bawalah ke mari." Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. 
Setelah itu Ia mengambil kelima buah roti dan kedua ekor ikan itu. Sambil menengadah ke langit diucapkan-Nya doa berkat, dibagi-bagi-Nya roti itu dan diberikan-Nya kepada para murid.
Para murid lalu membagi-bagikannya kepada orang banyak. Mereka semua makan sampai kenyang. Kemudian potongan-potongan roti yang sisa dikumpulkan sampai dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu orang pria, tidak termasuk wanita dan anak-anak.

Renungan
Kira-kira 18 tahun yang lalu saya mengalami peristiwa mengenaskan di dekat Pasar Beringharjo Yogyakarta. Ketika itu saya turun dari bus. Lalu saya mau mengecek uang kembalian yang baru saja diberikan oleh kernet bus. Saku kiri celana saya rogoh, kosong. Saku kanan saya rogoh juga kosong. Bukan hanya uang kembalian yang tidak ada, semua uang yang saya bawa raib. Saya kecopetan di atas bus. Tidak sepeser pun ada pada saya. Padahal rumah berada di gunung. Saya tidak punya bekal untuk makan dan untuk transport pulang ke rumah. Maka saya masuk dari pintu ke pintu mengemis mulai dari Malioboro hingga Wirobrajan, jalan kaki. Di daerah Patangpuluhan, ada seorang Suster Gembala Baik menolong saya. Ia memberi uang kepada saya, dan setelah saya gunakan bahkan masih sisa, hingga saya sampai di rumah dengan selamat. Peristiwa itu saya kenang dan saya rasakan bahwa Yesus sendiri, Sang Gembala yang Baik yang datang memberikan apa yang saya perlukan bahkan lebih dari apa yang saya perlukan. Itulah hal luar biasa yang dilakukan oleh Yesus.

Kira-kira 2000 tahun yang lalu Yesus, Sang Gembala yang Baik telah melakukan hal yang luar biasa semacam itu. Injil Matius yang kita yang dibacakan dalam kalender Liturgi hari ini mengisahkan hal itu. Para murid Yesus melihat peristiwa yang mengenaskan. Begitu banyak orang mengikuti Yesus. Mereka kelaparan. Hari sudah mulai gelap. Tempat mereka berada sangat sepi. Orang banyak yang kelaparan tidak mungkin mendapat makanan di situ. Yang ada pada mereka hanya 5 roti dan 2 ikan. Para murid meminta kepada Yesus supaya orang banyak itu segera disuruh pergi ke tempat yang memungkinkan mereka untuk mendapat makanan. Itulah hebatnya para murid. Mereka melihat adanya masalah. Mereka juga peduli pada orang banyak yang menghadapi masalah itu. Lebih dari itu mereka juga punya solusi untuk mengatasi masalah itu. Solusi mereka adalah, orang banyak harus segera pergi. Dengan demikian Yesus dan para murid tidak akan terganggu dan lebih tenang dan damai.

Yesus ternyata memberikan solusi yang lebih memberi rasa damai. Para muridlah yang harus memberi orang banyak itu makan dengan lima roti dan dua ikan yang ada pada para murid itu. Caranya adalah membawa apa yang ada itu kepada Yesus. Yesus melipatgandakan apa yang ada pada para murid itu. Ternyata akhirnya mereka semua dapat makan hingga kenyang dan bahkan masih sisa 12 bakul. Dari sisa yang ada itu para murid bisa mendapatkan masing-masing satu bakul. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Yesus bisa memberikan rahmat hingga berkelimpahan. Caranya adalah dengan memberikan apa yang sedikit yang ada kepada kita kepada Yesus. Lalu Yesus akan melipatgandakan itu sehingga bisa memberikan kelegaan kepada banyak orang hingga berkelimpahan.
Mari kita bawa apa yang ada pada kita. Entah itu bakat, kemampuan, ilmu pengetahuan, harta kekayaan, dan apa saja yang kita miliki itu kepada Yesus. Kita persembahkan semua kepada Yesus karena sebenarnya semua itu juga rahmat pemberian Tuhan kepada kita. Kalau kita membawa semua yang kita punya kepada Yesus, maka banyak masalah akan menemukan solusinya. Banyak situasi mengenaskan akan dirubah ke dalam damai sejahtera.  

Oleh : Romo Supriyono Venantius SVD

0 komentar:

Posting Komentar