Sabtu, 09 September 2017

Renungan Harian GML : MAKNA SABAT BAGI KITA: YESUS SEBAGAI IDENTITAS UMAT PERJANJIAN BARU


SABDA, Sabtu, 9-9-2017

BACAAN
Kol 1:21-23 – “Sekarang kamu diperdamaikan-Nya di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya”
Luk 6:1-5 – “Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?”

RENUNGAN
1.Injil hari ini berbicara mengenai konflik tentang hari Sabat. Kepatuhan terhadap  Sabat merupakan Hukum yang paling  sentral, karena pada hari itu orang beristirahat dan mengkhususkan diri untuk saling bertemu dan beribadah. Jika tidak demikian, maka iman mereka akan hilang. Maka ketaatan terhadap Hukum Sabat terus dihidupkan.

2.Ay 1-2 – Penyebab konflik. Pada hari Sabat para murid berjalan melewati ladang gandum dan mereka mengambil bulir-bulir gandum. Penginjil Matius mengatakan: “Mereka lapar” (Mt 12:1). Bagi orang-orang Parisi, hal tersebut merupakan pelanggaran  berat: “Mengapa kamu melakukan perbuatan yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” (Kel 20:8-11).

3.Ay 3-4 – Tanggapan Yesus. Yesus menanggapi dengan menyebut bahwa Daud sendiri juga melakukan hal-hal yang dilarang, karena ia mengambil roti persembahan dari Bait Allah dan memberikannya kepada para tentaranya, karena mereka lapar (1Sam 21:2-17). Yesus tahu Kitab Suci dan ingin menunjukkan bahwa argumentasi orang-orang Parisi tanpa dasar. Dalam Injil Matius, tanggapan Yesus lebih lengkap. Ia tidak hanya mengingatkan kisah Daud, tetapi juga mengutip Hukum yang membolehkan para imam bekerja pada hari Sabat. Ia mengutip kitab nabi Hosea: “Yang kukehendaki ialah belas kasih, bukan korban.”

4.Ay 5 – Kesimpulan bagi kita. Yesus mengakhiri konflik dengan berkata: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Yesus, Anak Manusia, yang hidup dalam kesatuan dengan Allah menemukan makna Kitab Suci tidak dari luar, tetapi dari dalam, mulai dari kesatuan-Nya yang mendalam dengan penulis Kitab Suci sendiri yang adalah Allah. Karena hal ini, maka Ia menyebut diri-Nya Tuhan atas hari Sabat. Dalam Injil Markus, Yesus mengatakan: “Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” (Mrk 2:27).

5.Sabat merupakan salah satu identitas bangsa Yahudi pada waktu itu, di samping Bait Allah dan Taurat. Siapa pun menghina ketiga identitas tersebut, bangsa Yahudi akan sangat marah. Tetapi Yesus telah mengatakan: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” Apa artinya? Kata-kata Yesus dimaksudkan bahwa Sabat, dan dua yang lain, tidak lagi menjadi identitas bangsa. Identitas tersebut digantikan secara baru  oleh Anak Manusia yang tidak lain adalah Tuhan kita Yesus Kristus.

6.Makna Sabat yang sesungguhnya adalah hari yang dikhususkan bagi Umat untuk mengingat dan merayakan kemurahan Allah, baik karena penciptaan maupun karena penebusan-Nya. Dalam Sabat, kita memiliki kesempatan khusus untuk membangun relasi dengan Allah dan membarui relasi dengan orang lain. Dan ini terjadi dalam Ekaristi, di mana Yesus sebagai pusat.

🇮🇩MS🇮🇩 berkat.id

0 komentar:

Posting Komentar