Minggu, 15 Oktober 2017

Renungan Harian GML : UNTUK MASUK KE DALAM KERAJAAN SURGA, KITA DITUNTUT BERTOBAT SECARA KONKRET NYATA

SABDA, Minggu Biasa XXVIII, 15-10-2017

BACAAN
Yes 25:6-10a – “Tuhan akan menghidangkan suatu jamuan, dan menghapus air mata dari wajah semua orang”
Flp 4:12-14.19-20 – “Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”
Mat 22:1-14 – “Undanglah setiap orang yang kamu jumpai ke pesta nikah ini”

RENUNGAN
1.Kerajaan Allah diumpamakan dengan perjamuan kawin; pesta yang penuh kegembiraan dan sukacita, dan setiap orang ingin diundang untuk pesta tersebut. Undangan, pertama-tama, ditujukan kepada bangsa Israel, sebagai bangsa terpilih. Namun, sebagai bangsa terpilih, bangsa ini tidak mengindahkan undangan Allah, malah menolak dengan berbagai alasan.

2.Dalam sejarahnya, bangsa Israel tidak mau mendengarkan para nabi yang menyampaikan keselamatan dari Allah, bahkan para nabi mereka bunuh. Yesus pun mengalami nasib yang sama: mereka jatuhi hukuman mati dengan disalib. Bangsa Israel menganggap bahwa Yesus adalah orang yang selalu bikin onar dan batu sandungan yang mengusik kepentingan kaum Parisi dan para pejabat agama. Mereka tidak mau percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Utusan Allah. Karena penolakan ini, maka pesta perjamuan nikah diperuntukkan bagi siapa saja di luar bangsa Israel.

3.Bangsa manusia berduyun-duyun masuk ke dalam pesta nikah. Tetapi ada yang kedapatan tidak berpakaian pesta. Artinya, mereka dengan senang mengikuti jalan keselamatan, namun tidak mau bertobat dan tidak mau berubah menjadi baik. Tentu orang-orang tersebut tidak layak untuk menerima suka cita Kerajaan Allah, dan hanya layak dicampakkan ke dalam kegelapan. Orang tersebut tidak layak untuk masuk  ke dalam Kerajaan Allah, karena tidak berusaha untuk memiliki persyaratan seperti dikehendaki Yesus.

4.Tuntutan bagi kita adalah bertobat secara konkret nyata dari segala kesalahan, kekeliruan dan dosa-dosa kita selama ini dan  hidup baru dalam Tuhan, maka sukacita Kerajaan Allah kita dapatkan.

Rm Maxi Suyamto

0 komentar:

Posting Komentar