Rabu, 01 November 2017

Renungan Harian GML : HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS

SABDA, Rabu, 1-11-2017


BACAAN
Why 7:2-4.9-14 – “Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa”

1Yoh 3:1-3 – “Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya”

Mat 5:1-12a – “Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga”

RENUNGAN
1.Hari ini Gereja semesta merayakan pesta semua orang kudus. Pesta untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat pertama disebut “Persekutuan para Kudus” yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah. Selama hidup, mereka telah memelihara iman dengan baik sampai akhir pertandingan di dunia ini, sehingga mereka memperoleh ganjaran besar di surga.

2.Dalam Sabda Bahagia hari ini, Yesus membalikkan harapan mereka yang berpikir tentang hidup beruntung. Mereka adalah orang-orang kaya, yang berkuasa, dan yang menikmati kepuasan duniawi. Yesus menyampaikan bahwa kebahagiaan sejati tidak diperoleh dalam kekayaan dan kekuasaan. Sebaliknya, Yesus memuliakan dan memandang bahagia mereka yang miskin, yang menderita, dan dianiaya, serta mereka yang dikucilkan karena berdosa.

3.Mengapa mereka dipandang bahagia? Karena mereka ini memberikan contoh sikap percaya pada Allah dan contoh sikap rendah hati yang diperlukan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Mereka sangat berkekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidup yang paling dasar, tidak memiliki martabat atau reputasi.  Karena tidak memiliki apa-apa, maka mereka hanya percaya dan mengandalkan Allah untuk segala keperluan mereka.

4.Yesus berjanji untuk memberi ganjaran bagi semua saja yang berbelas kasih dan adil, dan yang dengan rendah hati mencari kehendak Allah, walaupun mengalami banyak kesulitan, penindasan dan penganiayaan karena percaya kepada-Nya.

5.Hidup Yesus sendiri merupakan contoh Sabda Bahagia. Ia seorang yang miskin: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Mat 8:20). Ia lemah lembut dan rendah hati (Mat 11:29). Ia penuh belas kasih (Mat 12:16-21). Para kudus telah meneladani hidup Yesus dengan sempurna.

6.Sesuai dengan Sabda Bahagia, kita bisa menjadi kudus dengan cara: a) Menaruh harapan hanya kepada Allah. b) Bersahaja. c) Selalu berada dalam Tuhan. d) Lemah lembut dan tidak berpihak pada kekerasan. e) Berhati bersih dan tidak gampang dipengaruhi oleh keinginan-keinginan yang menjauhkan dari Tuhan. f)  Berbelas kasih. g) Pencinta damai. h) Rendah hati. Dalam Tuhan, kita bisa mewujudkannya dan mohon supaya, pada saatnya, kita dimasukkan ke dalam bilangan para kudus.

 Rm Maxi Suyamto

0 komentar:

Posting Komentar