Minggu, 26 November 2017

Renungan Harian GML : HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM


SABDA, Minggu, 26-11-2017

BACAAN
Yeh 34:11-12.15-27 – “Wahai domba-domba-Ku, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba”

1Kor 15:20-26a.28 – “Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, supaya Allah menjadi semua di dalam semua”

Mat 25:31-46 – “Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya dan akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang”

RENUNGAN
1.Perumpamaan tentang Pengadilan Terakhir mengatakan kepada kita apa yang harus kita buat agar  memiliki Kerajaan, yaitu menerima orang yang lapar, haus, asing, telanjang, orang sakit dan para tawanan.

2.Ay 31-33 – Anak Manusia mengumpulkan semua bangsa. Ia memisahkan orang-orang seperti domba dan kambing. Para gembala itu tahu bagaimana membuat pertimbangan. Ia tidak pernah membuat kesalahan. Yesus tidak menghakimi maupun mengutuk, tetapi yang menghakimi adalah orangnya sendiri, karena ia tidak berbuat apa pun untuk orang-orang kecil dan tersingkir.

3.Ay 34-36 – Mereka yang berada di sebelah kanan hakim disebut “Yang diberkati oleh Bapa-Ku.” Mereka menerima berkat yang telah dijanjikan kepada Abraham dan keturunannya (Kej 12:3). Mereka diundang untuk masuk ke dalam Kerajaan, yang sudah disiapkan bagi mereka sejak dunia diciptakan, karena “Ketika aku lapar, sebagai orang asing, ketika aku telanjang, sakit dan dalam penjara engkau menerima dan membantu aku.” Yang dimaksud “aku” adalah Yesus, yang menyamakan diri dengan orang-orang kecil. Dengan menerima, berbuat dan berbagi untuk orang kecil sama dengan berbuat untuk Yesus.

4.Ay 37-40 – Kerajaan Allah tidak diperoleh dengan menjalankan hukum dan peraturan-peraturan, melainkan menerima mereka yang membutuhkan. Mereka yang membutuhkan bahkan ada di dalam komunitas Kristen sendiri. Mereka adalah “saudaraku yang paling hina ” dan mereka adalah anggota komunitas yang tidak memiliki tempat tinggal. Jadi orang yang dianggap “adil” dan “diberkati oleh Bapa” adalah semua orang dari semua bangsa yang menerima dan menyambut orang lain dengan total.

5.Ay 41-43 – Mereka yang berada di sebelah kiri Hakim disebut “yang terkutuk.” Mereka sudah disiapkan untuk masuk ke dalam api abadi, yang diperuntukkan bagi Iblis dan sekutunya. Alasannya adalah karena mereka tidak menerima dan menyambut Yesus yang lapar, haus, sebagai orang asing, telanjang, sakit dan dipenjara. Mereka disebut buta, karena tidak mampu melihat Yesus dalam diri orang-orang kecil.

6.Ay 44-46 – Mereka tidak mau disebut buta, karena minta penjelasan. Mereka ini adalah orang-orang yang mapan, kaya, damai-damai saja, dan rajin melakukan semua perintah Allah. Mereka ini adalah orang-orang baik. Hanya satu kekurangan mereka: tidak mau berbuat baik dan berbagi kepada mereka yang miskin, sakit, terlantar, dan tersingkirkan.

Rm.  Maxi Suyamto

0 komentar:

Posting Komentar