Selasa, 21 November 2017

Renungan Harian GML : Jika Kita Keinginan Besar untuk Bertemu Yesus, Yesus pun Berkenan Menjumpai Kita

Bacaan Liturgi 21 November 2017

Selasa Pekan Biasa XXXIII
PW S. Maria Dipersembahkan kepada Allah
Bacaan Injil
Luk 19:1-10
Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan melintasi kota itu.
Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, bernama Zakheus. 
Ia berusaha melihat orang apakah Yesus itu, 
tetapi tidak berhasil karena orang banyak 
dan ia berbadan pendek.
Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, 
lalu memanjat pohon ara 
untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. 

Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata, 
"Zakheus, segeralah turun. 
Hari ini Aku mau menumpang di rumahmu." 
Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. 
Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, 
"Ia menumpang di rumah orang berdosa." 

Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan, 
"Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, 
dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang 
akan kukembalikan empat kali lipat."

Kata Yesus kepadanya, 
"Hari ini terjadilah keselamatan atas rumah ini, 
karena orang ini pun anak Abraham.
Anak Manusia memang datang 
untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."

Renungan
Hari itu saya mendapat tugas membawa berkas penting untuk disampaikan kepada seorang suster di Batu. Suster Stefani namanya. Suster ini biasanya sangat sibuk. Saya tidak yakin apakah bisa menemuinya. Sebenarnya saya bisa berusaha mendapatkan nomor telponnya untuk mengontak dia terlebih dahulu. Entah mengapa, hal itu tidak saya lakukan. Saya berangkat saja dan langsung menuju kediamannya. 

Biasanya kalau saya tiba di tempat itu, semua suster anggota rumah ada di tempat, kecuali Suster Stefani yang harus saya temui itu. Anehnya kali ini, saya menjumpai tempat itu kosong. Tak ada satu pun suster di tempat. Untunglah saya bertemu dengan seorang ibu yang adalah karyawati di tempat itu. Dia menjelaskan bahwa semua suster sedang keluar. Ada yang sedang sakit dan berada di Surabaya, di rumah sakit. Ada yang sedang ke pasar untuk belanja. Ada pula yang sedang ke kampus untuk mengajar. Satu-satunya suster yang ada di rumah adalah Suster Stefani, yang baru saja masuk ke ruangan kantor. 

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Berita dari ibu itu tentu sangat menggembirakan saya. Saya memang hari itu sedang punya keperluan dengan Suster Stefani. Ternyata ketika semua suster lain tak ada di tempat, Beliau ada. Saya pun segera menemuinya di kantor. Dia juga sangat senang menjumpai saya. Saya merasa bahwa Tuhan memperkenankan saya bertemu dengan Suster itu. Tepat seperti Zakeus yang ingin melihat Yesus, dalam Injil hari ini, dan Yesus berkenan malahan menumpang di rumahnya.

Zakeus punya keinginan besar untuk berjumpa dengan Yesus. Sayang ada halangan besar yang membuat dia sulit mewujudkan keinginannya itu. Halangan pertama adalah dari dirinya sendiri. Badannya pendek. Halangan yang kedua adalah dari lingkungannya. Begitu banyak orang mengerumuni Yesus. Untuk mengatasi halangan itu, Zakeus lari, meninggalkan orang banyak yang berkerumun itu. Lalu untuk mengatasi badannya yang pendek, Zakeus naik pohon. Usaha itu membuahkan hasil. Bukan hanya dia yang dapat melihat Yesus. Yesus pun melihat dia dan menyapa dia secara khusus. Lalu Yesus masuk dan makan bersama di rumahnya.
Seperti Zakeus, jika ada keinginan besar untuk bertemu Yesus, Yesus pun berkenan menjumpai kita dan tinggal bersama kita. Jika ada keinginan biasanya juga ada halangan. Halangan dari diri sendiri dan dari lingkungan. Kita diajak untuk mengatasi dua halangan itu. Beranikah saya mengatasi kelemahan aku untuk berjumpa dengan Yesus? Beranikah aku mengatasi halangan dari lingkunganku untuk bertemu dengan Yesus?

Rm Supriyono Venantius SVD

0 komentar:

Posting Komentar