Jumat, 10 November 2017

Renungan Harian GML : Lingkaran Setan Kejahatan

Lukas 16:1-8
“Perumpamaan Tentang Bendahara Yang Tidak Jujur”

Marilah kita baca perumpamaan ini dalam konteks teks-teks sebelum dan sesudahnya. Sebelum perikop ini, kita dapat menemukan perikop tentang “Anak Yang Hilang” (Luk 15:11-32), dan setelah perikop ini, kita dapat menemukan perikop tentang “Setia Dalam Perkara Yang Kecil” (Luk 16:10-18). Dan perikop mengenai “Perumpamaan Tentang Bendahara Yang Tidak Jujur” (Luk 16:1-8) – bacaan hari ini – berada di tengah-tengahnya. 

Jika ketiga perikop ini kita baca bersama-sama, maka kita bisa mendapatkan pesan bahwa “Setelah Bapa menerima kembali anak-Nya masuk ke rumah-Nya (diampuni) [Luk 15:11-32], maka setelah itu kita membutuhkan sebuah bentuk pertobatan yang konkrit, yaitu setia dalam perkara-perkara yang kecil [Luk 16:10-18], dan hal itu dapat ditunjukkan dengan menjaga kejujuran dalam melaksanakan tanggungjawab dan kewajiban kita sehari-hari (tidak seperti seorang bendahara yang tidak jujur) [Luk 16:1-8].” Dengan begitu, kita sebagai orang-orang yang telah diselamatkan (diampuni), diharapkan juga untuk menjaga kejujuran dalam hal-hal kecil sehari-hari. 
Kembali ke teks Luk 16:1-8, teks bacaan Injil hari ini, secara sederhana menceritakan tentang seorang bendahara yang melakukan “korupsi” – ia tidak jujur. Pertama-tama, uang tuannya dihambur-hamburkan tanpa pertanggungjawaban (ay. 1-2). Lalu yang kedua, sebelum ia dipecat, ia menulis surat-surat hutang palsu (ay. 5-7). Lalu pertanyaannya, “Mengapa ia melakukan hal ini?” Ternyata ada ketakutan dan kekhawatiran dalam hatinya, “Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.” 

Dari teks ini, kita bisa menemukan sebuah “Lingkaran Setan Kejahatan”:
[1] Tidak Bertanggungjawab [uang tuannya dihambur-hamburkan]  [2] Diancam akan dipecat  [3] Takut dan khawatir  [4] Melakukan korupsi  [5] Menunjukkan “ketidaktanggungjawaban” yang baru [dan begitu seterusnya]. 

Lalu pertanyaannya, “Apa yang bisa kita lakukan?”
Dari teks-teks sebelum dan sesudah perikop ini, kita bisa menemukan jawabannya :
[1] “Ingatlah kita sudah diselamatkan!” (kita dicintai, sudah diampuni – diterima kembali di dalam rumah-Nya) [Luk 15:11-32]
[2] Dan, “Berusahalah untuk setia (jujur) dalam perkara-perkara yang kecil!” [Luk 16:10-18] 
Dengan begitu, kita bisa keluar dari “Lingkaran Setan Kejahatan” ini [Luk 16:1-8]

Pertanyaannya untuk kita saat ini, “Sudahkah kita merasakan bahwa kita benar-benar dicintai, diampuni, dan diselamatkan oleh Tuhan sendiri? Dan, apakah kita sudah berusaha untuk jujur dalam hidup kita sehari-hari?” Dengan dua pertanyaan ini, kita dituntun untuk keluar dari “Lingkaran Setan Kejahatan” dalam bacaan Injil hari ini.

Oleh Rm Nikolas Kristiyanto SJ

0 komentar:

Posting Komentar