Rabu, 15 November 2017

Renungan Harian GML : MENGUCAP SYUKUR ATAS SETIAP PEMBERIAN DARI ALLAH

SABDA, Rabu, 15-11-2017

BACAAN
Keb 6:2-11 – “Dengarkanlah, hai para raja, dan pelajarilah kebijaksanaan”

Luk 17:11-19 – “Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing itu?”

RENUNGAN
1.Dalam Injil hari ini, Yesus menyembuhkan sepuluh orang kusta, tetapi hanya satu yang kembali untuk bersyukur. Dia adalah orang Samaria. Ungkapan syukur merupakan salah satu tema Injil Lukas. Banyak kali orang-orang mengagumi dan memuji Allah karena hal-hal yang dibuat oleh Yesus (Lk 2:28-38; 5:25-26; 7:16; 13:13;). Lukas juga menyampaikan madah dan nyanyian yang mengungkapkan pengalaman syukur (Lk 1:46-55; 1:68-79; 2:29-32).

2.Ay 11 – Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea. Dari awal perjalanan-Nya (Luk 9:52) sampai sekarang (Luk 17:11), Yesus berjalan melewati Samaria. Baru sekarang Ia meninggalkan  Samaria, melewati Galilea supaya sampai Yerusalem. Hal ini berarti pengajaran yang diberikan Yesus terjadi di daerah-daerah yang tidak didominasi oleh orang-orang Yahudi. Dalam pengajaran-Nya, Yesus menyingkirkan segala macam perbedaan atau ketidaksamaan yang dibuat manusia. Karena hal ini, maka Yesus menerima sepuluh orang kusta.

3.Ay 12-13 – Sepuluh orang kusta datang kepada Yesus, dari jarak yang agak jauh mereka berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Orang kusta adalah kelompok yang disingkirkan, direndahkan, dan tidak punya hak untuk tinggal bersama keluarga. Bila bepergian, mereka harus memakai baju yang sobek-sobek dan dengan rambut acak-acakan, sambil berteriak: “Najis! Najis!” (Im 13:45-46). Setiap orang yang disentuh oleh orang kusta, ia ikut menjadi najis dan dilarang untuk beribadat kepada Allah. Dengan berteriak, mereka mengungkapkan iman mereka kepada Yesus yang dapat menyembuhkan mereka. Bagi mereka, sembuh berarti diterima kembali oleh Allah dan mampu menerima berkat seperti dijanjikan kepada Abraham.

4.Ay 14 – Yesus berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam.” Jawaban Yesus ini membutuhkan iman yang besar dari orang kusta. Ketika mereka pergi kepada imam, sembuhlah kusta mereka. Hal ini mengingatkan kisah Naaman dari Siria. Naaman percaya pada kata-kata nabi Elisa. Orang-orang kusta percaya pada kata-kata Yesus.

5.Ay 15-16 –  Hanya orang Samaria yang kembali kepada Yesus. Mengapa yang lain tidak kembali kepada Yesus? Karena mereka adalah orang-orang Yahudi yang menepati hukum, maka mereka berhak mendapatkan keadilan Allah dan tidak perlu kembali kepada Yesus. Sedangkan orang Samaria adalah orang yang tidak menepati hukum Yahudi. Ia mewakili orang-orang yang menyadari bahwa ia tidak punya hak di hadapan Allah.

6.Ay 17-19 – Orang Samaria, yang telah disembuhkan, memberi sebuah pelajaran kepada kita: Orang yang merasa tidak layak di hadapan Allah adalah mereka yang melaksanakan peran orang Samaria. Ia telah membantu kita menemukan kembali dimensi syukur dalam kehidupan. Segala sesuatu yang kita terima harus dipikirkan  sebagai sebuah pemberian dari Allah yang datang kepada kita melalui saudara-saudari kita yang lain.

Rm.  Maxi Suyamto

0 komentar:

Posting Komentar