Sabtu, 04 November 2017

Renungan Harian GML : MERENDAHKAN DIRI DI HADAPAN ALLAH


SABDA, Sabtu, 4-11-2017

BACAAN
Rom 11:1-2a.11-12.25-29 – “Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya”

Luk 14:1.7-11 – “Barangsiapa meninggikan diri, akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, akan ditinggikan”

RENUNGAN
1.Bagi Yesus, saat kematian-Nya semakin mendekat. Orang-orang menolak Yesus.  Dalam situasi yang semakin tegang, sebenarnya, Yesus bisa melarikan diri, tetapi Ia memilih menghadiri undangan makan yang diselenggarakan oleh salah satu petinggi orang-orang Parisi. “Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan seksama.”

2.Yesus menyempatkan diri memperhatikan para tamu yang berusaha duduk di tempat yang paling terhormat. Ia menegor mereka dengan perumpamaan. Dengan itu Yesus membalikkan arti dihormati dan ditinggikan di kalangan mereka.

3.Benar  bahwa menyerahkan tempat kepada orang lain merupakan hal yang tidak menyenangkan. Hal tersebut dianggap merendahkan dan merupakan pembatasan atas kebanggaan seseorang. Dan lebih merasa direndahkan ketika seseorang diminta pindah ke tempat yang lebih rendah, karena dipermalukan di depan orang banyak. Karena status sosial yang tinggi, orang menjadi bangga duduk di tempat paling depan. Sebaliknya dengan Yesus, ketika Ia datang dan tinggal di antara kita “tidak ada tempat bagi-Nya( Luk 2:7), dan Ia memilih tinggal di antara orang-orang miskin dan sederhana. Karena hal inilah, Allah meninggikan dan memuliakan Dia. “Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

4.Yesus mengajarkan bagaimana kita harus merendahkan diri. Merendahkan diri tidak sama dengan rendah diri. Merendahkan diri berarti segenap kekuatan yang ada pada kita, kita tempatkan di bawah kontrol. Kemampuan yang ada hanya kita arahkan untuk yang baik, yang berkenan kepada Allah. Yesus datang tidak untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Yesus mengajarkan kepada kita tidak untuk mendapatkan kekayaan seperti yang diingini dunia, tetapi Ia mengajarkan bagaimana kita menjadi kaya dalam terang Allah. Kekayaan duniawi, apalagi bila diperoleh dengan cara yang tidak halal, akan hilang dengan cepat dan tidak memuaskan manusia yang haus akan nilai-nilai yang melebihi dunia. Sombong, ambisi, serakah hanya akan menjadikan manusia tidak terhormat.

Rm Maxi Suyamto

0 komentar:

Posting Komentar