Selasa, 14 November 2017

Renungan Harian GML : SABDA TUHAN MENJADI DASAR HIDUP BERIMAN


Bacaan Liturgi 14 November 2017

Selasa Pekan Biasa XXXII

Bacaan Injil
Luk 17:7-10
Kami  hamba-hamba tak berguna; 
kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.


Yesus bersabda kepada para murid, 
"Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba 
yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, 
akan berkata kepada hamba itu waktu ia pulang dari ladang, 
'Mari segera makan'?
Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu, 
'Sediakanlah makananku. 
Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku 
sampai selesai aku makan dan minum! 
Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.'
Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, 
karena ia telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya?

Demikian jugalah kalian. 
Apabila kalian telah melakukan segala sesuatu 
yang ditugaskan kepadamu, 
hendaklah kalian berkata, 
'Kami adalah hamba-hamba tak berguna; 
kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan'."


Renungan
Di suatu perguruan tinggi, diadakan pemilihan ketua organisasi mahasiswa. Anehnya tidak satu pun mahasiswa bersedia dicalonkan untuk menjadi pengurus. Kelas yang bersangkutan akhirnya menunjuk dua mahasiswa untuk calon ketua. Saat pemilihan dilakukan, yang seorang ternyata tidak datang. Oleh karena itu pemilihan itu dilangsungkan dengan calon tunggal. Dengan berat hati, sang calon tunggal pun akhirnya menerima tugas menjadi ketua. 
Beberapa bulan bertanggung jawab mengurus organisasi mahasiswa, keluhan mulai bermunculan ditujukan kepadanya. Berbagai sindiran, kritikan dan sikap-sikap negatif dari pihak mahasiswa diarahkan kepadanya. Ada yang mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya itu tidak ada giginya. Ada yang mengatakan bahwa dia membiarkan mahasiswa jalan sendiri. Yang lain lagi mengatakan bahwa dia merencanakan terlalu banyak kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan oleh pengurus yang lain. Bukan hanya kata-kata saja yang diarahkan kepadanya, melainkan orang mulai tidak mau lagi melakukan kerja sama dengan dia. Mendapatkan reaksi negatif dari para mahasiswa itu, sang ketua tetap berusaha menjalankan tugasnya.
Setahun kemudian, ketika sampai pada penghujung masa tugasnya, dia menyelenggarakan pemilihan ketua baru. Setelah terpilih pengurus baru, dia menyelenggarakan acara pelantikan. Berbagai pihak memberikan sambutan dalam acara itu. Seperti yang sudah ia duga, sambutan demi sambutan isinya adalah kritikan dan penilaian negatif terhadap setahun kerja sang ketua. Tibalah giliran sang ketua itu memberi sambutan pertanggungjawaban. Dalam sambutannya itu, sang ketua menyadur kutipan ayat Kitab Suci, kurang lebih berbunyi demikian, “Setelah selesai melaksanakan segala sesuatu yang ditugaskan kepada kami sebagai pengurus,  kami hendak berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.“ Penutup sambuatan itu ternyata bisa meluluhkan semua reaksi negatif dari para mahasiswa lain. Acara pertanggungjawaban itu menjadi semacam rekonsiliasi yang mendamaikan pihak-pihak yang selama ini saling berseberangan dan saling tidak percaya. Acara itu juga  menjadi awal pembangunan semangat baru untuk saling mengabdi di antara sesama mahasiswa.
Begitulah akhir dari tanggung jawab yang dilandasi oleh semangat dari Sabda Tuhan. Tuhan memberikan Sabda yang dapat mencairkan suasana. Sabda Tuhan dalam Injil hari ini menjadi dasar hidup beriman khusus bagi orang yang telah berhasil melaksanakan tugas tertentu. Tugas yang kita emban adalah sarana untuk mengabdikan segala kemampuan kita kepada Tuhan yang kita abdi. Keberhasilan yang kita dapat bukanlah alasan untuk menyombongkan diri. Keberhasilan itu kita dapat karena Tuhan yang mengizinkan hal itu terjadi. Maka dimana pun ada keberhasilan, orang beriman dihantar pada satu hal yakni memuliakan nama Tuhan. Ketika orang beriman memuliakan nama Tuhan, dirinya mengalami kebahagiaan dan umat beriman lainnya dapat bersatu dalam kebahagiaan itu. Kebahagiaan dalam kemuliaan nama Tuhan adalah kebahagiaan bersama.

Rm Supriyono Venantius SVD

0 komentar:

Posting Komentar