Selasa, 19 Desember 2017

Renungan Harian GML : APA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI MANUSIA, MUNGKIN BAGI ALLAH


SABDA, Selasa, 19-12-2017


BACAAN
Hak 13:2-7.24-25a – “Kelahiran Simson diberitahukan oleh malaikat”

Luk 1:5-25 – “Kelahiran Yohanes Pembaptis diberitahukan oleh Gabriel”

RENUNGAN
1.Injil hari ini bicara tentang kunjungan malaikat Gabriel kepada Zakaria (Luk 1:5-25), sedangkan Injil besok pagi bicara tentang kunjungan malaikat Gabriel kepada Maria (Luk 1:26-38). Lukas menyusun urutan sedemikian supaya kita bisa membaca teks dengan penuh perhatian dan  bisa membedakan keduanya.

2.Pesan pertama malaikat kepada Zakaria ialah: “Jangan takut” (ay 13). Sampai saat itu, Allah masih dianggap sebagai Yang Menakutkan bagi kebanyakan orang. Maka  malaikat segera menambahkan: “doamu telah dikabulkan” (ay 13). Dalam kehidupan kita tiap hari, harus kita yakini, bahwa segala sesuatu adalah buah dari doa.

3.Dibandingkan dengan kabar malaikat kepada Maria, Zakaria mewakili Perjanjian Lama. Ia percaya kepada Tuhan, tetapi imannya sangat lemah, maka sesudah kunjungan itu, ia menjadi bisu, tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain sampai janji Allah itu terpenuhi.

4.Gabriel mengungkapkan semua hal penting tentang anak yang akan dilahirkan, yang akan disebut Yohanes: “ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh  dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya” (ay 15-17).

5.Tugas perutusan Yohanes nantinya sangat penting. Sebagai seorang seorang nabi (Mk 11:32), ia diharapkan sebagai Elia yang akan kembali untuk melaksanakan pembangunan kembali  kehidupan masyarakat dan menata kembali moral bangsa yang sudah hancur.

6.Apa yang penting bagi kita? 1) Kita dipanggil untuk percaya, bahwa Allah dapat melakukan apa yang tidak mungkin  di mata manusia. Bila Allah menghendaki, maka hanya dengan satu kata saja, Allah mampu membuat segalanya. 2) Kita belajar dari Elisabeth, bahwa ia tidak larut dalam kegembiraan semata, lebih dari itu, ia larut dalam pujian atas kuasa Allah. Dan semua yang terjadi atas dirinya merupakan “suatu perbuatan Tuhan bagiku” (ay 25).

Rm.  Maxi Suyamto

0 komentar:

Posting Komentar