Minggu, 10 Desember 2017

Renungan Harian GML : Apakah Aku Sudah "selesai" dengan Diriku Sendiri

10 Desember 2017

*Yohanes Pembaptis*
Minggu Adven II – Mrk 1:1-8

Pada bacaan Injil hari ini, saya ingin fokus pada kata-kata yang diwartakan oleh Yohanes Pembaptis :

“Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku;
membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
Aku membaptis kamu dengan air, 
tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.” (Mrk 1:7-8)

Dari kata-kata ini, kita dapat menemukan ciri-ciri seorang “utusan” yang sebenarnya: 

(1) *Identitas*
Secara umum, Yohanes memahami benar identitas dirinya sebagai “utusan” dan menyampaikan pesan dengan “gamblang dan apa adanya” – tanpa perlu menambahi atau mengurangi, apalagi memutarbalikkan fakta yang sebenarnya (Lih. Mrk 1:7-8); ia tidak melakukan itu sama sekali!

(2) *Kuasa*
Ia mengatakan dengan jujur bahwa “sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripadaku.” Ia tak butuh lagi pengakuan dan dapat menerima dengan damai bahwa ada yang lebih “besar” dari dirinya sendiri. Ia tak merasa sama sekali tuk disaingi.

(3) *Rendah Hati*
“Membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.” Yang dimaksud dengan “tali kasut” pada saat itu adalah “hak seseorang”. Yohanes ingin menunjukkan bahwa ia pun tak punya “hak” untuk berbuat sesuatu seperti Ia yang akan datang setelah dirinya. Ia dengan rendah hati mengakui hal itu: “hak yang ia miliki tak sebesar ‘hak’ yang dimiliki Ia yang akan datang setelah dirinya.”  

(4) *Kapasitas*
Selain itu, Yohanes Pembaptis pun tahu persis kapasitas dirinya, “Aku membaptis kamu dengan air.” Ia mengakui bahwa ia punya “sesuatu” – pembaptisan dengan air (untuk penebusan dosa) (Lih. Mrk 1:4). Ia menerima perannya dengan “pas” – tak berlebihan dan tidak begitu saja mengingkarinya. Dengan kata lain, Yohanes pun ingin mengatakan, “Ya.. aku punya sesuatu yang dapat aku bagikan kepada orang lain!” Mengakui “kapasitas diri” (kelebihan dirinya) dengan rendah hati, tanpa perlu berlebihan dan tidak menunjukkan kesombongan sama sekali.    

(5) *Kebenaran*
Yohanes Pembaptis pun menyampaikan sebuah pesan kebenaran bahwa seseorang yang akan datang sesudahnya akan membaptis mereka dengan Roh Kudus (Mrk 1:8). Roh yang akan mendampingi umat-Nya hingga akhir zaman. 

(6) *Kualitas*
Dari pembahasan di atas, tampak sekali di sini bahwa Yohanes Pembaptis sudah “selesai” dengan dirinya sendiri. Inilah kualitas diri dari seorang Yohanes Pembaptis. Ia tidak ingin mencari-cari popularitas dan menyombongkan dirinya sebagai “Utusan Allah”, melainkan justru sebaliknya – ia menganggap dirinya “kecil” dibandingkan Ia yang akan datang sesudahnya (yaitu Yesus Kristus sendiri). Ia sungguh sangat sederhana dan rendah hati.

Lalu pertanyaan yang dapat kita ajukan bagi diri kita sendiri, “Apakah aku sudah ‘selesai’ dengan diriku sendiri? Dan mulai berusaha membagikan dan mewartakan kabar gembira Tuhan bagi sesama di sekitarku dengan konkrit, sebagai ‘utusan-utusan’-Nya di dunia dewasa ini?” Inilah pesan Injil yang dapat kita renungkan hari ini.

Rm Nikolas Kristiyanto SJ

0 komentar:

Posting Komentar