Kamis, 21 Desember 2017

Salam Elisabeth dan Doa Rosario


Bacaan Liturgi 21 Desember 2017

Masa Adven 21 Desember
PF S. Petrus Kanisius, Imam dan Pujangga gereja
Bacaan Injil
Luk 1:39-45 
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, 
bergegaslah Maria ke pegunungan 
menuju sebuah kota di wilayah Yehuda. 
Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. 

Ketika Elisabet mendengar salam Maria, 
melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, 
dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, 
lalu berseru dengan suara nyaring, 
"Diberkatilah engkau di antara semua wanita, 
dan diberkatilah buah rahimmu. 
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? 
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, 
anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. 
Sungguh, berbahagialah dia yang telah percaya, 
sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana." 

Renungan
Saya masih ingat, setiap kali pergi berziarah ke Sendang Sono, saya melihat kelompok-kelompok peziarah mendoakan Doa Rosario sambil berjalan kaki. Saya waktu itu masih SD. Saya pun ikut mendoakannya sepanjang jalan. Bedanya saya tidak menggunakan untaian kalung Rosario karena saya tidak memilikinya waktu itu. Persepuluhan Salam Maria saya doakan dengan menggunakan jari tangan, yang jumlahnya pas sepuluh. Kini saya tahu bahwa Doa Salam Maria itu bersumber dari kisah dalam Injil hari ini. Kata-kata dalam doa itu diucapkan pertama kali oleh Elisabeth. Dengan mendoakannya saya diingatkan kembali untuk meneladani iman Maria.
Maria adalah teladan orang yang menunjukkan imannya dalam tindakan, dalam perbuatan, dan dalam perjuangan hidup. Imanya nyata dalam kesaksian hidup. Dia tidak hanya mengatakan, "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu" (lihat  Luk 1:38), namun dia juga "bergegas" untuk melihat karya Tuhan dalam kehidupan Elizabeth, sanaknya. Perjalanan ke Yudea, tempat Elisabeth tinggal, bukanlah perjalanan mudah seperti berkunjung ke tetangga kota. Perjalanan ke Yudea pada waktu itu adalah perjalanan yang panjang dan sulit, kurang lebih memakan waktu tiga hari. Maria tidak mengurungkan niatnya hanya karena sulitnya perjalanan itu. Ia pergi mengunjungi Elizabeth untuk bersukacita dengannya dan memuji Tuhan yang telah memenuhi janji-Nya.
Ketika terjadi pertemuan antara Maria dan Elizabeth, Yohanes Pembaptis yang masih bayi dan di dalam rahim itu, melonjak kegirangan.  Dia member isyarat bahwa bayi yang dikandung Maria adalah Yang Diurapi Tuhan. Elizabeth sendiri sebenarnya belum diberitahu bahwa Maria mengandung. Oleh karena itu semua kata yang diucapan oleh Elizabeth bersumber dari Roh Kudus (Luk 1:41). Roh Kudus itulah yang membuat Elisabeth mengetahui bahwa Maria adalah “yang diberkati”. Maria "diberkati" karena dia telah dipilih secara khusus oleh Tuhan. Roh Kudus juga membuat Elizabeth mengerti bahwa bayi yang dikandung Maria adalah - Putra Allah, Mesias yang dijanjikan. Mesias inilah yang akan melakukan menebus dosa dunia. Elisabeth menyebut Maria sebagai ibu dari Tuhan. Hanya Roh Kudus yang bisa membuat Elizabeth mengerti dan memahami semua itu. Maria dan Elisabet dan juga Zakharia,  meskipun dia telah menjadi tuli dan bisu (Luk 1:20) adalah orang-orang yang pertama di bumi yang melihat kuasa Tuhan janji keselamatan yang telah ratusan tahun diberikan.
Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Maria adalah ibu Yesus. Maria adalah wanita yang diberkati, berkat satu-satunya yang diberikan oleh Tuhan kepada seorang wanita. Bersama dengan Elizabeth, kita dapat bersukacita atas karya Tuhan dalam kehidupan Maria. Berama Elizabeth dan Maria, kita dapat memuji Tuhan karena keselamatan kita melalui Yesus. Melalui wafat dan kebangkitan Yesus, keselamatan kita dijamin. Tiap kali berdoa Rosario dan berdoa Salam Maria, kita mengenangkan kembali keselamatan kita ini.

Rm Supriyono Venantius SVD

0 komentar:

Posting Komentar