Sabtu, 03 Februari 2018

Renungan Harian GML : MEMBANGUN KOMUNIKASI YANG BAIK DAN BENAR SERTA MENCIPTAKAN KEHENINGAN AGAR MENJADI GEMBALA YANG BAIK


BACAAN
1 Raj 3:4-13 – “Salomo memohon hati yang bijaksana, agar sanggup memerintah umat Allah”

Mrk 6:30-34 – “Mereka itu bagaikan domba-domba tak bergembala”

RENUNGAn
1.Setelah para murid mewartakan Injil, mereka “kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.” Oleh Yesus, mereka dilatih untuk bercerita tentang pengalaman perutusan mereka; mereka diajak belajar untuk saling terbuka, mendengarkan, dan berbagi.

2.Setelah pengajaran itu, Yesus berkata: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah sejenak!” Inilah salah satu cara membentuk para murid. Dalam keheningan, mereka diajak untuk meninjau kembali dan berefleksi  tentang apa saja yang telah mereka lakukan. Mereka diajak untuk membangun relasi yang semakin mendalam dengan Allah supaya menjadi rasul yang efektif dan berdaya guna.

3.Ketika melihat orang yang begitu banyak, Yesus merasa sedih dan kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba tanpa gembala. Sadar bahwa mereka tidak mempunyai gembala, maka Yesus menjadi gembala mereka. “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku ... “ (Mzm 23:1.3-5).

4.Orang-orang terkesan dengan pengajaran Yesus. Pengajaran-Nya diberikan tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan sikap hidup dan pribadi-Nya yang bersatu erat dengan Allah. Yesus mengajar mereka untuk saling mengasihi dengan sepenuh hati. Kata-kata Yesus mendorong mereka untuk secara radikal meninggalkan cara hidup lama: kekerasan, keserakahan, egoisme, ...

5.Dari renungan no 1, bagaimana aku membangun komunikasi dalam keluarga, dalam lingkungan dan masyarakat? Dari renungan no 2, sejauh mana aku telah menciptakan keheningan demi membangun relasi dengan Allah dan orang lain? Dari renungan no 3, siapa domba-dombaku?

Sabtu, 3 Pebruari 2018 –
Rm Maxi Suyamto

0 komentar:

Posting Komentar