Sabtu, 31 Maret 2018

Renungan Harian GML : Menemukan Pengharapan

Bacaan Liturgi 31 Maret 2018

Hari Sabtu Suci (Pagi) - Vigili Paskah (Malam)

Bacaan Injil
Mat 28:1-10
Ia telah bangkit, dan mendahului kamu ke Galilea.
Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius:

Setelah hari Sabat lewat,
menjelang menyingsingnya fajar hari pertama minggu itu,
pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain,
menengok kubur Yesus.
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat,
sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit
dan datang ke kubur Yesus
dan menggulingkan batu penutup kubur itu,
lalu duduk di atasnya.
Wajahnya bagaikan kilat,
dan pakaiannya putih bagaikan salju.
Para penjaga kubur itu gemetar ketakutan,
dan menjadi seperti orang-orang mati.
Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu,
"Janganlah kamu takut!
Aku tahu bahwa kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
Ia tidak ada di sini,
sebab Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakan-Nya.
Mari, lihatlah tempat Ia dibaringkan.
Maka pergilah segera dan katakanlah kepada murid-murid-Nya,
bahwa Yesus telah bangkit dari antara orang mati.
Ia kini mendahului kamu ke Galilea;
di sana kamu akan melihat Dia.
Sesungguhnya, akulah yang telah mengatakannya kepadamu."
Maka mereka segera pergi dari kubur itu,
diliputi rasa takut dan sukacita yang besar.
Mereka berlari cepat-cepat
untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
Tiba-tiba Yesus menjumpai mereka dan berkata,
"Salam bagimu!"
Mereka mendekati-Nya, memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
Maka kata Yesus kepada mereka, "Jangan takut!
Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku,
supaya mereka pergi ke Galilea,
dan di sanalah mereka akan melihat Aku."


Renungan :
Perayaan paskah adalah perayaan yang luar biasa menunjukkan kepada kita tentang betapa Allah mencintai kita. Kisah cinta itu sudah dimulai saat Tuhan menciptakan kita manusia. Setelahnya berkali-kali manusia berbuat dosa dan kesalahan, berkali-kali pula Tuhan kembali mencintai umat-Nya dan mengharapkan agar umat kembali kepada-Nya. Hidup kita sebagai umat beriman mengundang kita untuk terus menerus merasakan betapa Allah mencintai kehidupan kita. Ia hadir di dalam kehidupan kita dan Ia memberikan kepada kita berbagai macam kebaikan. Ia berkali-kali hadir dan menyertai kehidupan kita. Mari kita melihat di dalam kehidupan kita masing-masing betapa sering kita melupakan Tuhan, tetapi Tuhan tetap saja membantu memberi kehidupan kepada kita masing-masing dan terus menerus memberi pengharapan baru kepada kita masing-masing. Mungkin kebaikan Tuhan itu adalah kesembuhan kita dari sakit, atau pengampunan yang diberikan oleh orang lain kepada kita, atau rezeki hidup yang masih kita terima, atau kehidupan yang masih kita jalani sampai hari ini, atau keluarga yang dianugerahkan Tuhan kepada kita.
Tak jarang kita jatuh oleh karena kelalaian kita dalam hal hidup iman, dalam hal hidup kemasyarakatan, di dalam kesetiaan di dalam keluarga, di dalam hal sikap hidup di dalam pekerjaan, atau dalam berbagai bentuk yang lain. Kita pernah jatuh dan berdosa. Tetapi hal ini tidak membuat Allah meninggalkan kita. kita masih diberi kesempatan untuk melanjutkan kehidupan. Tugas dan pertanyaan bagi kita adalah bagaimana kita mengusahakan agar apa yang kita jalani saat ini bisa sungguh mengupayakan kebangkitan hidup. Seperti halnya Yesus mengalami sengsara, wafat dan bangkit, kita pun tak boleh terpuruk di dalam kejatuhan kita. Kini kita diundang untuk bangkit bersama Kristus. Untuk apa? Untuk kembali membangun pengharapan akan kehidupan yang lebih baik, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang-orang yang dipercayakan Tuhan bagi kita.

Rm. Martinus Joko Lelono, Pr
Imam Projo Keuskupan Agung Semarang

0 komentar:

Posting Komentar