Rabu, 21 Maret 2018

Renungan harian GML : Orang yang mengenal Yesus akan memiliki kebebasan sejati

Hari Rabu Prapaskah IV, 14 Maret 2018
Yoh 8:31-42, kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu

Orang yang mengenal Yesus akan memiliki kebebasan sejati.

Bagaimana manusia berusaha mencari kebebasan sejati. Ada yang menaruh keyakinan pada ilmu pengetahuan. Jika manusia terdidik, dunia semakin terbebaskan. Akan tetapi fakta membuktikan, di zaman modern, ketidakadilan tetap terjadi di mana-mana meski banyak orang berilmu. Orang menggunakan hasil penemuan ilmu untuk mencari keuntungan diri sendiri sedangkan diri sesama dibuat tak berdaya dan tidak sadar akan dampak buruknya. Ilmu pengetahuan mengubah otak, tetapi tidak mengubah hati. Banyak orang pintar menggunakan ilmu sebagai sarana meluapkan hatinya yang jahat. Kejahatan tetap menjadi belenggu meskipun manusia serba tahu.

Ada juga yang terobsesi pada kekuasaan dan kehebatan. Hanya orang berbakat dan berkuasa yang bisa bebas mengubah dunia. Akan tetapi fakta menunjukkan, bahkan Alexander Agung yang penuh kehebatan pernah menguasai seluruh Eropa hingga India, akhirnya menyerah pada belenggu sakit dan mati di masa muda. Kematian adalah buah dari dosa yang tetap nyata membeleggu semua manusia. Kebenaran ilmu ataupun kekuasaan tidak dapat menghantar manusia untuk menemukan kebebasan sejati.

Yesus pernah bersabda, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). Kebenaran itu bukan konsep, melainkan satu pribadi, yakni pribadi Yesus sendiri. Yesuslah kebenaran yang perlu dikenal manusia. Yesus juga bersabda, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yoh 8:36). Kebebasan adalah anugerah Allah dan bukan buah dari kekuasaan ataupun kehebatan manusia. Yesus-lah jalan bagi semua manusia agar terbebas dari belenggu dunia. Yesus-lah anugerah Allah yang membebaskan manusia dari perbudakan dosa.

Supaya terbebas, pertama-tama manusia perlu mengakui dirinya diperbudak oleh dosa. Terhadap orang yang mengakui dosanya, Tuhan akan menganugerahkan kebebasan melalui pengampunan dosa. Pengampunan dosa itu telah terjadi melalui wafat Yesus di kayu salib. Itulah kebenaran yang perlu diketahui semua manusia: Yesus wafat di kayu salib untuk membebaskan semua manusia dari perbudakan dosa.

Mengetahui kebenaran berarti bersatu dengan Yesus. Mengetahui kebenaran berarti tinggal di dalam Yesus. Orang yang tinggal di dalam Yesus akan mengenal Dia. Orang yang mengenal Yesus akan menyelami pengorbanan-Nya. Orang yang menyelami pengorbanan Yesus akan berubah menjadi manusia bebas. Dengan bebas ia berkomitmen untuk melayani Yesus. Dengan bebas dia akan melayani sesama.

Para santo-santa adalah contoh orang-orang yang karena Yesus, mengalami kebebasan sejati. Yesus-lah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan egoisme. Yesus-lah yang telah membuat mereka bebas keluar dari diri sendiri. Yesus-lah yang telah membuat mereka bebas mengabdikan diri bagi kebaikan sesama dan bagi kemuliaan Tuhan.

Rm Supriyono Venantius SVD

0 komentar:

Posting Komentar