Sabtu, 21 April 2018

Renungan Harian GML : DIBUTUHKAN KOMITMEN SERIUS DENGAN YESUS DAN TUNTUTAN-NYA



BACAAN
Kis 9:31-43 – “Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan.”

Yoh 6:60-69 – “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah yang kudus dari Allah”

RENUNGAN
1.Injil hari ini merupakan akhir dari percakapan tentang Roti Hidup. Ada dua pokok: Diskusi di antara para murid dengan Yesus (Yoh 6:60-66) dan percakapan Yesus dengan Simon Petrus (Yoh 6:67-69). Inti ajaran: betapa urgensinya iman dan perlunya komitmen serius dengan Yesus dan tuntutan-Nya.

2.Yesus berkata: “Sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. ... “ (Yoh 6: 51-58). Para murid tidak mengerti kata-kata Yesus tersebut: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Sejak saat itu banyak murid meninggalkan Yesus. Mereka tidak mengerti karena menggunakan cara pandang mereka sendiri, seperti Nikodemus. Hanya dengan Roh Kudus orang bisa memamahami apa yang dimaksudkan oleh Yesus: “Rohlah yang memberi hidup, ... “

3.Seperti bangsa Israel telah dicobai di Meriba, di mana mereka meragukan kehadiran Tuhan di tengah-tengah mereka (Kel 17:7) dan melawan Musa (Kel 17:2-3), demikian para murid jatuh dalam penggodaan yang sama. Mereka ragu atas kehadiran Yesus dalam Roti yang dipecah-pecahkan dan memutuskan untuk meninggalkan Yesus. “Mulai dari waktu itu murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Dia” (Yoh 6:66).

4. Hanya 12 murid tersisa. Yesus berkata: “Apakah engkau ingin pergi juga?” Yesus bicara tidak untuk  menyenangkan dan mengikuti selera mereka, tetapi untuk menyatakan siapa sebenarnya Bapa. Yesus tidak ingin disertai oleh orang-orang yang tidak memiliki komitmen dengan rencana Bapa. Petrus menjawab: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami percaya dan tahu bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” Atas nama kelompok, ia mengakui imannya dalam roti yang dipecahkan dan dalam Sabda-Nya. Bagaimana dengan Anda?

Sabtu, 21.4.18 –
Rm Maxi Sriyanto

1 komentar: