Selasa, 24 April 2018

Renungan Harian GML : KESATUAN YESUS DENGAN BAPA-NYA



BACAAN
Kis 11:19-26 – “Mereka berbicara kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil bahwa Yesus adalah Tuhan”

Yoh 10:22-30 – “Aku dan Bapa adalah satu”

RENUNGAN
1.Pada pesta pentahbisan Bait Allah, orang-orang Yahudi bertanya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Mereka bertanya tidak untuk percaya, melainkan untuk memeriksa dan menguji apakah Yesus sungguh Mesias menurut kriteria mereka.

2.Memberi bukti kepada mereka, tidak ada gunanya. Bukti tidak akan membawa mereka untuk berubah dan percaya. Problem utama mereka adalah menutup diri terhadap Allah dan kebenaran-Nya. Di mana ada keterbukaan, Yesus dikenal oleh domba-domba-Nya. “Domba yang menjadi milik-Ku mendengar suara-Ku.”

3.Kepada mereka yang menutup diri, Yesus mengulangi perumpamaan tentang gembala baik yang tahu domba-dombanya dan domba tahu gembalanya. Saling pengertian antara Yesus dan orang yang membuka diri terhadap-Nya menjadi sumber kehidupan kekal. Mereka mengalami rasa aman, damai dan merdeka secara penuh.

4.”Bapa dan Aku adalah satu” (ay 30). Ayat tersebut menunjukkan misteri kesatuan antara Yesus dan Bapa. Ungkapan serupa: “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yoh 14:9). “Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yoh 10:38). Kesatuan antara Yesus dengan Bapa ini merupakan buah ketaatan: “Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya” (Yoh 8:29). “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Bapa” (Yoh 4:34; 5:30). “Ia taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib” (Phil 2:8). Karena ketaatan-Nya terhada Bapa tersebut, pada akhir hidup-Nya ia berkata: “Sudah selesai” (Yoh 19:30). Bagaimana perkembangan iman Anda?

MSri, 24.4.18 –
Rm Maxi Sriyanto

0 komentar:

Posting Komentar