Senin, 02 April 2018

YESUS SUNGGUH SUDAH BANGKIT ALLELUIA



 Saudari-saudara sekalian, SELAMAT PASKA. Kita merayakan hari terpenting dalam kehidupan iman kita. Tanpa Paskah, sia-sialah iman kita. Sesungguhnya iman kita berlandaskan kepada Kristus yang bangkit. Rasul Paulus mengatakan: “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1Kor 15:14). Tetapi Kristus itu sungguh telah bangkit. Demikian Pulus memberitakannya: “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. …..Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku” (1Kor 15:3-8). Sejarawan Yahudi pada abad ke-1, Flavius Yosefus mencatat: “Kira-kira pada waktu itu, Yesus, seorang bijak, kalau boleh menyebutnya "manusia"; karena ia adalah pembuat pekerjaan yang menakjubkan, seorang guru sedemikian yang membuat orang menerima kebenaran dengan sukacita. Ia menarik banyak pengikut, baik orang Yahudi maupun orang asing. Ia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, atas usulan orang-orang terkemuka di antara kami, menghukumnya dengan penyaliban, mereka yang menyayanginya pada mulanya tidak meninggalkannya; karena ia menampakkan diri lagi hidup-hidup kepada mereka pada hari ke-3, sebagaimana nabi-nabi kudus telah meramalkannya dan puluhan ribu hal ajaib lain tentang dia. Dan suku Kristen, yang dinamakan sesuai dia, tidak punah sampai hari ini” 
 Saudari-saudara sekalian, pernyataan-pernyataan di atas menyampaikan kepada kita bahwa Paskah merupakan sebuah fakta dan lebih daripada itu adalah yang membawa makna bagi kita sekalian. Faktanya adlah bahwa Yesus yang disebut Kristus telah hidup, dihukum mati, dan dikuburkan. Selanjutnya bahwa para murid menemukan kubur tempat jenasah Yesus dimakamkan itu kosong, dan para murid itu, perempuan-perempuan itu menjumpai malaikat yang mengatakan antara lain: "Jangan takut!" (Markus 16:6) atau "Janganlah kamu takut!" (Matius 28:5) "Aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu." (Matius 28:5) atau "Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu." (Markus 16:6) "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?"(Lukas 24:5) "Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit." (Matius 28:6; Lukas 24:6) atau "Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini" (Markus 16:6). Kefas, Yakobus dan rasul-rasul lain dan bahkan rasul Paulus pun menjumpai Kristus yang menampakkan diri bagi mereka. Paska pun menjadi penuh makna. Paska meneguhkan iman para murid. Paska menjadi kebenaran ajaran sebagaimana yang telah diajarkan kepada para murid sebelum semua peristiwa itu terjadi. Paska menjadi pembaharuan hidup dan membangkitkan semangat untuk memberitakan khabar baik ajaran Yesus Satu hal sangat istimewa bagi kita adalah: ketika Saulus yang tidak hidup bersama dengan Yesus itupun mendapat kesempatan berjumpa dengan Yesus yang bangkit, kesempatan yang sama pun diberikan kepada kita sekalian yang percaya kepada-Nya. Pertanyaannya adalah apakah yang diperbaharui dalam diri kita sekarang jika kita berjumpa dengan Yesus yang bangkit itu? Apakah pesan-Nya kepada kita masa kini dalam semangat Yesus yang bangkit itu? Sesudah kebangkitan-Nya, tidak ada sesuatupun yang menghalangi Yesus untuk berjumpa dengan para murid-Nya. Rumah yang terkunci sekalipun tidak menghalangi Yesus untuk hadir di tengah kumpulan para murid-Nya, Bahkan ketika dua atau tiga oang berkumpul dalam nama-Nya, ia akan hadir di tengah-tengah mereka. Karena perjumpaan dengan Yesus yang bangkit, para murid Emaus itu kembali berkumpul dengan murid-murid yang lain. Sesudah perjumpaannya dengan Yesus yang bangkit, Saulus bertobat: dari penganiaya menjadi pewarta yang memberikan diri dan hidupnya bagi pelayanan Injil. Dalam Kristus tidak ada pembohongan, tidak ada kemunafikan, tidak ada kebencian dan perilaku ketidakadilan. Dalam Kristus yang ada adalah kasih persaudaraan, persatuan dan perdamaian. Yesus bangkit membawa kehidupan: yang bersatu, yang rukun, dan yang salng melayani. Kita bhinneka kita Indonesia. (Rm Yohanes Purwanta MSC)

0 komentar:

Posting Komentar