Sabtu, 07 Juli 2018

Renungan Harian GML : Berpuasa untuk Mendekatkan Diri pada Tuhan.



Bacaan Liturgi 07 Juli 2018

Hari Biasa, Pekan Biasa XIII

Bacaan Injil
Mat 9:14-17
Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laku-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes
kepada Yesus dan berkata,
"Kami dan orang Farisi berpuasa,
tetapi mengapa murid-murid-Mu tidak?"
Jawab Yesus kepada mereka,
"Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita
selama mempelai itu bersama mereka?
Tetapi akan tiba waktunya mempelai itu diambil dari mereka,
dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa."

Tak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut
pada baju yang tua,
karena jika demikian,
kain penambal itu akan mencabik baju itu,
lalu makin besarlah koyaknya.
Begitu pula
anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua,
karena jika demikian
kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang
dan kantong itu pun hancur.
Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru,
dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-duanya."


Renungan:
Tujuan orang berpuasa adalah untuk mendekatkan diri pada Tuhan.

Semua yang hidup di dunia ini suatu saat nanti akan mati. Begitulah setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan memasuki alam kematian pada waktunya. Ketika mati, manusia pergi dari dunia dan kembali menuju kepada Tuhan. Oleh karena itu, apabila ada orang meninggal, biasanya dikatakan: "Dia telah dipanggil Tuhan" atau "Dia sudah berpulang" atau "Dia sudah kembali ke Rumah Bapa". Bisa dikatakan bahwa tujuan akhir manusia hidup adalah menuju kepada Tuhan. Tuhan adalah asal dan tujuan hidup manusia.

Hal yang paling tepat dan paling baik untuk mengisi hidup ini adalah berusaha untuk semakin dekat kepada Tuhan. Banyak cara yang telah digunakan oleh manusia untuk berusaha semakin dekat dengan Tuhan. Di antara usaha itu ialah doa, amal dan puasa. Hari ini Injil berbicara tentang puasa.

Aneh bahwa murid-murid Yesus tidak berpuasa. Lalu Yesus mengibaratkan para murid yang tidak berpuasa ini seperti sahabat mempelai yang sedang berpesta. Tidak mungkin seorang yang sahabatnya sedang pesta nikah, malah melakukan puasa.

Yesus lah mempelai itu. Para murid adalah sahabat mempelai itu. Maka selagi para murid bersama Yesus, saat itu bukanlah waktunya berpuasa melainkan waktunya untuk bersuka cita.

Lebih dari itu, Yesus adalah Tuhan. Tujuan berpuasa adalah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Saat itu para murid sudah bersama Yesus. Mereka sudah dekat dengan Yesus. Artinya mereka dekat dengan Tuhan. Maka tidak ada maknanya lagi bila mereka berpuasa waktu itu. Mereka sudah sampai pada tujuan.

Ibaratnya, orang mengerjakan ujian supaya lulus. Setelah lulus maka tidak perlu ujian lagi. Demikian tujuan orang beriman adalah supaya dekat dengan Yesus. Oleh karena itu para murid yang sedang bersama Yesus, tidak perlu berpuasa. Sedangkan kita sekarang ini perlu menghayati seluruh hidup kita sebagai puasa. Seluruh hidup kita  hendaknya diarahkan sebagai usaha untuk semakin dekat dengan Yesus.

Rm Supriyono Venantius SVD

0 komentar:

Posting Komentar