Senin, 08 Oktober 2018

DOA SALAM MARIA



1). Doa Salam Maria terdiri dari 3 bagian yang tidak terjadi seketika. Doa Salam Maria membutuhkan waktu sekitar 15 abad untuk sampai pada bentuknya sekarang ini.

2). *Bagian pertama*: “Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu.” Kalimat pertama doa Salam Maria ini diambil dari salam Malaikat Gabriel yang diutus Allah untuk mengabarkan kelahiran Yesus. Mulai abad ke-6, umat Kristen mulai mendaraskan salam malaikat itu sebagai penghormatan bagi ibu Yesus. Kata-kata itu berbunyi: “Salam Maria penuh rahmat, Tuhan sertamu.” Kata-kata ini mirip salam malaikat dalam Luk 1:28: Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

3). *Bagian kedua*: “Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu.” Ungkapan ini menyadur seruan Elisabet: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan, dan diberkatilah buah rahimmu” (Luk 1:48). Mulai abad ke-12, umat Kristen berdoa: “Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu. Terpujilah engkau di antara wanita, dan terpujilah buah tubuhmu. Amin.” Belum ada kata Yesus.

4). Kapan kata “Yesus” ditambahkan ke dalam doa Salam Maria? Kata “Yesus” baru ditambahkan pada abad ke-13, sehingga berbunyi “terpujilah buah tubuhmu Yesus.”

5). *Bagian ketiga*: “Santa Maria, bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati. Amin.” Bagian ketiga doa Salam Maria ini diresmikan untuk seluruh Gereja oleh Paus Pius V pada tahun 1568.

6). Apa peranan Maria dalam doa-doa kita? Maria adalah seorang manusia di antara kita. Kita tidak berdoa mohon kepada Maria untuk mengabulkan doa-doa kita. Tidak. Dalam doa, kita berdoa bersama Maria. Kita minta tolong kepada Bunda Maria untuk membawa dan mengantarkan doa-doa permohonan kita kepada puteranya, Yesus Kristus. Yesus, sebagai anak, akan sangat berkenan dengan permintaan bunda-Nya. Pertolongan Bunda Maria sangat nyata bagi umat Allah.

7). Walaupun kita minta pertolongan Bunda Maria, fungsi pengantaraan Kristus utuh tak tergantikan, karena Dia adalah Sang Sabda dan tinggal di antara kita. Jadi, dalam berdoa, kita berdoa kepada Allah, sebagai asal mula dan tujuan hidup kita, dengan pengantaraan Kristus, dan dalam persekutuan dengan RohKudus.
(MS, berkat.id)

0 komentar:

Posting Komentar