Kamis, 29 November 2018

Renungan Harian GML : SAAT YANG MENAKUTKAN

Kamis, 29 Nop 2018

BACAAN
Why 18:1-2.21-23; 19:1-3.9– “Kota raja Babilon jatuh”
Luk 21:20-28 – “Yerusalem akan dinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah”

RENUNGAN
1.Bagi orang Yahudi, Yerusalem adalah Kota Abadi yang tak penah akan hancur. Tetapi tahun 70 Yerusalem benar-benar dihancurkan musuh. Kehancuran Yerusalem merupakan gambaran akhir zaman. Pada zaman kita ini di mana-mana muncul peperangan, terorisme, gempa bumi, banjir, kelaparan yang membuat hidup ini semakin cemas dan susah. Orang-orang saleh dan tidak berdosa pun menderita. Tuhan tidak merencanakan semua penderitaan ini, tetapi Tuhan mengijinkan hal itu terjadi karena Tuhan menghargai kebebasan kita. Bagaimana kita telah menggunakan kebebasan?

2.Kehancuran Yerusalem tidak berarti Tuhan meninggalkan dunia ini. Dengan kehancuran Bait Allah dan Yerusalem, kita memiliki pusat baru penyembahan yaitu Kristus, yang benar-benar hadir di dalam Ekaristi. Pusat perhatian adalah Kristus dalam tabernakel, tetapi hanya sedikit jiwa yang mengerti kebenaran tersebut. Setelah 2000 tahun, Yesus tetap rendah hati, membiarkan diri berada dalam tabernakel. Apakah kenyataan ini berpengaruh terhadap sikap kita ketika berada dalam gereja?

3.Mengikuti Kristus memberi kita jaminan bahwa hidup kita memiliki arti. Semua perjuangan menghidupi Injil akan mendapatkan penghargaan. Pada akhir zaman kita menyesali banyak hal, tetapi kita tidak pernah akan menyesali apa yang telah kita buat bagi Kristus. Apakah kebenaran ini membimbing hidup kita tiap hari?

0 komentar:

Posting Komentar