Selasa, 18 Desember 2018

Renungan Harian GML : ARTI HIDUP KITA YANG LEBIH DALAM
Senin, 17 Des 2018

BACAAN
Kej 49:2.8-10– “Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda”
Mat 1:1-17 – “Silsilah Yesus Kristus, anak Daud”

RENUNGAN
1.Banyak orang mencoba melacak silsilah keluarga mereka untuk menentukan keaslian mereka. Pelacakan ini kadangkala mudah ketika keluarga mereka tinggal dalam satu kota atau satu negara. Membangun kembali pohon keluarga  merupakan suatu usaha untuk memperdalam pemahaman siapa mereka sebenarnya. Yesus tidak perlu atas studi terhadap silsilah-Nya. Tetapi satu hal yang terpenting adalah bahwa Ia datang dari Bapa dan taat terhadap kehendak Bapa. Kita juga datang dari Bapa yang menciptakan kita. Kita juga mempunyai sebuah missi untuk memenuhi bumi ini. Tetapi inilah yang memberi arti terhadap keseluruhan eksistensi kita, yaitu asal usul kita bersumber dari kasih Allah Bapa.

2.Dari silsilah Yesus ini, kita diajak kembali kepada  Abraham, bapak kita dalam iman. Allah telah menjanjikan kepada Abraham bahwa Ia akan menjadikan dia “bapa sejumlah besar bangsa” (Kej 17:4). Hal ini mau menunjukkan bahwa Allah selalu setia terhadap janji-janji-Nya. Yesus Mesias, anak Daud dan anak Abraham, merupakan pemenuhan segala sesuatu yang Allah telah janjikan. Maka rasul Petrus menyatakan, “keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis 4:12). Apakah kita telah menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan kita, baik dalam suka maupun duka, sehat maupun sakit, gembira maupun derita?

3.Manusia diciptakan untuk suatu kemegahan dan kejayaan. Ia diciptakan menurut gambar Allah. Dalam silsilah tadi, Allah tidak membuat manusia berakhir dalam sebuah tragedi. Maka Allah mengirim Anak-Nya ke dunia ini untuk membantu manusia agar memperoleh kembali kejayaannya, dengan cara mengangkat manusia menjadi anak-anak Allah. Sejarah manusia bukanlah jalan menuju ketiadaan, melainkan memiliki tujuan khusus, yaitu berada di surga bersama Allah. Maka tidak cukup hanya kagum bahwa kita berasal dari kasih Allah Bapa dan penyelamatan kita dalam Yesus. Kita dituntut bekerjasama dengan Roh Kudus dalam menyampaikan rencana Allah, yang harus kita mulai di dalam keluarga kita masing-masing, di tempat kerja kita, dan dalam masyarakat di mana kita hidup.

Yang tlah berlalu biarlah berlalu

0 komentar:

Posting Komentar

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta