GOA MARIA LAWANGSIH

Kulo meniko Abdi Dalem Gusti,
sendiko dawuh Dalem Gusti
image
Tentang,

Goa Maria Lawangsih

"Menemukan Tuhan dalam keheningan "

Goa Maria Lawangsih terletak di Perbukitan Menoreh, perbukitan yang memanjang, membujur di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, (Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo). Di tengah perbukitan Menoreh, bertahtalah Bunda Maria Lawangsih (Indonesia: Pintu/Gerbang Berkat/Rahmat). Goa Maria Lawangsih berada di dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Secara gerejawi, masuk wilayah Paroki Administratif Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Lokasi Goa Lawangsih hanya berjarak 20 km dari peziarahan Katolik Sendangsono, 13 km dari Sendang Jatiningsih Paroki Klepu.

Me

Me

Suasana perarakan

Lantunan Ave Maria mengiringi perjalanan perarakan , sakral
Me

Peletakan Patung

Suasana peletakan patung Bunda Maria
Me

Suasana perarakan

Antusias Umat mengikuti perarakan lilin

SEJARAH

Me
Goa Pangiloning leres

Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Maria Lawangsih, merupakan goa alam, namun hanya kecil. Letak Goa Pengiloning Leres yang berada di atas Gereja SPM Fatima Pelemdukuh, tidak terlalu jauh dari Goa Maria Lawangsih. Di samping goa, bertahtalah Patung Kristus Raja yang memberkati yang tingginya 3 meter.Goa ini (pangiloning leres) berada lebih tinggi daripada Gereja SPM Fatima. Legenda yang berkembang mengatakan bahwa bukit di Goa Pengiloning Leres ini adalah (Jawa: gedogan) kandang Kuda Sembrani. Banyak orang mengalami peristiwa bahwa hampir setiap Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon mendengar suara gaduh, (Jawa: pating gedobrak). Konon katanya, goa ini dulunya dipakai oleh para makhluk halus sebagai kandang kuda Sembrani. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah mata air di bagian bawah bukit yang bernama “benjaran” yang berarti tempat minum kuda.

Me
Patung Kristus Raja

Di bawahnya terdapat Kapel (Gereja) yang sebagian dindingnya adalah Batu Karang (asli) yang ingin menunjukkan bagaimana Gereja yang dibangun Yesus di atas Batu Karang. Bila kita melihat segi arsitekturnya dari sisi luar Kapel,mungkin saja akan kalah bila dibandingkan dengan gereja yang terdapat di kota besar lainnya. Namun, bila kita masuk ke dalam Gereja kita akan melihat beberapa lukisan yang indah dimana Gerbang Kerajaan Surga tergambar indah di dinding. Adapula kisah pembangunan yang penuh perjuangan karena Gereja sulit mendapatkan tanah pada waktu itu. Namun sempat pula Romo YB. Mangunwijaya, Pr sempat meneliti dan mereka-reka arsitektur Kapel Stasi Pelemdukuh yang alami. Namun tidak ada informasi yang tepat, mengapa Romo YB. Mangunwijaya, Pr tidak melanjutkan arsitektur di Kapel tersebut.

Me
Sejarah lengkap

Awalnya, Goa Lawa hanyalah tanah grumbul (semak belukar) yang memiliki lubang kecil di pintu goa (+1 m2), namun lorong-lorongnya bisa dimasuki oleh manusia untuk mencari kotoran Kelelawar sampai kedalaman yang tidak terhingga. Namun karena faktor tidak adanya penerangan dan suasana dalam goa yang pengap, maka tidak banyak penduduk yang bisa masuk ke dalam goa. Pada tahun 1990-an, Goa Lawa sempat dijadikan oleh Muda-Mudi Stasi Pelemdukuh untuk tempat memulai berdoa Jalan Salib (Stasi), namun setelah itu tidak ada perkembangan yang berarti sampai tahun 2008. Pada bulan Juli 2008 . Pembangunan Goa Maria Lawangsih untuk menjadi tempat berdoa (Panti Sembahyang) adalah atas inisiatif Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan ini yaitu Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr, setelah beberapa kali masuk dan meneliti kemungkinan Goa Lawa menjadi tempat doa SELENGKAPNYA >>>

Me
Menemukan Tuhan Di dalam Keheningan

Kesan pertama para peziarah ketika kita datang adalah suasana hening yang menyejukkan hati, jauh dari keramaian. Suara gemericik air, kicauan burung, tiupan angin, udara yang sejuk akan membuat kita semakin mensyukuri indahnya ciptaan Tuhan. Suasana ini lah yang membawa kita pada suatu situasi yang sangat mendukung bila ingin memanjatkan doa.Keindahan GM ini bukan hanya struktur gua yang benar-benar gua tetapi sekaligus situasi doa yang muncul dari dirinya. Bila doa adalah tujuan dan hasil yang diinginkan orang saat pergi ke Gua Maria, GM Lawangsihpun dapat dikatakan sebagai “ conditio sine qua non “ dari doa si peziarah.

Me
Eksotisme Goa Alam

Kekhasan Goa Maria Lawangsih yakni eksotisme goa alamnya. Goa ini sungguh merupakan goa alam kedua di Keuskupan Agung Semarang setelah Goa Maria Tritis Wonosari, Gunungkidul. Seperti yang kita ketahui, tidak banyak tempat doa yang berupa goa yang merupakan goa alami. Goa Lawangsih merupakan salah satu goa alami, goa ini cukup besar, lengkap dengan sungai kecil yang mengalir di dalam goa dan dihiasi oleh stalaktit stalagmit yang indah.Di belakang Patung Bunda Maria, terdapat lorong goa yang sangat panjang, dalam dan indah dengan stalagtit dan stalagmit yang mempesona, di dalamnya juga terdapat sumber air yang mengalir tiada henti, jernih dan sejuk, yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar goa Maria. Kelak air ini akan ditampung dan dijadikan tempat “menimba air kehidupan” dan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungguh ajaib, Bunda Maria juga memberikan berkatNya

Me
Disinilah saat aku Hening

Salah satu Kelebihan struktur Goa Maria Lawangsih mampu memberikan efek yang sangat dasyat ,Inilah gua. Saat mencoba masuk lebih dalam, hanya keheningan yang muncul. Suara di dalam adalah keheningan. Tak ada suara selain diam. Suara sedikit "mbengung" mendominasi telinga. Dalam suasana seperti itu, manusia diajak bertemu dengan dirinya sendiri. Di depan tempat Doa, ditempatkan patung Yesus."Disinilah saat aku Hening",keheningan, hasrat ingin lama berdoa ,menjadi tempat yang membantu orang, dengan keheninganya, untuk menemukan Tuhan.

Me

SLAKA

SLAKA : Sholawat Katolik merupakan salahsatu Inkulturasi Gereja terhadap Budaya Jawa ,biasanya di adakan malam jumat kliwon setiap bulan Mei
Me

SLAKA SABDO SUCI

Paguyuban Kesenian Tradisional Sloka (sholawatan katolik) Sabda Suci. Paguyuban ini kurang lebih memiliki anggota 30 orang, yang range umurnya cukup jauh (dr muda sampai tua)
Me

sekilas slaka

Kesenian Sloka mengajak kita mendalami dan menghayati babad suci atau kitab suci perjanjian lama dengan melagukan secara tradisional, mulai dari kisah penciptaan sampai menjelang kelahiran Yesus, sehingga sloka berisi tentang nabi-nabi, sejarah, dan nabi besar yang tertuang dalam kitab suci perjanjian lama.
Me

sekilas slaka

Peralatan yang digunakan sangat sederhana, dibuat seperti pada awal mula dibentuknya paguyuban ini, misalnya kendang : kendang yang digunakan adalah kendang buntung, bukan kendang batangan, yang merupakan warisan nenek moyang.
ARTIKEL

LEGIO MARIA

Jumat, 31 Mei 2019

1. Legio Maria – Pasukan Maria – merupakan sebuah kelompok kerasulan awam Katolik yang melayani Gereja Katolik secara sukarela. Legio Maria berjuang di bawah panji-panji Santa Maria Tak Bernoda dengan bersenjatakan doa-doa.

2. Sejarah
Legio Maria didirikan di Dublin, Irlandia, oleh Frank Duff, seorang awam Katolik, pada 7 September 1921. Anggota pertamanya adalah Frank Duff, pastor Michael Toher, dan 13 wanita. Pada umur 18 tahun, ia menjadi pegawai negeri sipil dan bekerja di departemen keuangan. Dalam umur 24 tahun, dia bergabung dalam Serikat Santo Vincentius (SSV) yang kemudian benar-benar mengubah hidupnya. Yang paling menarik perhatian Frank Duff adalah sabda Yesus yang sangat ditekankan dalam SSV: “Segala sesuatu yang kamu lakukan bagi saudaraku yang paling hina ini, kamu lakukan untuk aku” (Mat 25:40). Dari sini terlihat hubungan erat antara Legio Maria dan SSV. Frank Duff berkehendak menguatkan aspek spiritual yang saat itu diabaikan, sehingga Legio Maria muncul untuk mengisi kekosongan tersebut.

Buku Bakti Sejati tulisan St. Monfort yang dibacanya memberinya pencerahan. Sejak tahun 1918 (“perjumpaannya” dengan buku Bakti Sejati) Frank sungguh-sungguh terinspirasi untuk mengenal secara lebih dalam ajaran Mariologi (teologi tentang Bunda Maria) karena kalau tidak, mugkin dia akan terjerumus ke dalam bentuk devosi yang dangkal. Setiap pertemuan bulanan SSV, Frank selalu membahas buku Bakti Sejati dengan penuh antusias.

Roh dan semangat Maria selalu hadir dalam setiap pertemuan yang diadakan. Mereka bukan saja datang untuk membentuk sebuah perkumpulan atau organisasi, melainkan untuk menyediakan diri bagi suatu tugas pelayanan, untuk mencintai dan melayani seseorang. Pada awalnya, perkumpulan itu dinamakan Perserikatan Maria Berbelaskasih dan kemudian menjadi Legio Mariae (Pasukan Maria).

3. Spiritualitas
Spiritualitas Legio Maria didasarkan pada ajaran St. Louis Grignion de Monfort sebagaimana dikemukakan dalam buku Bakti Sejati kepada Maria. Grignion de Monfort mempromosikan “dedikasi total” kepada Kristus melalui pengabdian kepada Santa Perawan Maria. Elemen penting lainnya yang membentuk spiritualitas Legio adalah devosi Frank Duff kepada Roh Kudus. Itulah juga yang mendasari Janji Legio ditujukan kepada Roh Kudus dan Gambar Veksilum Legio Maria (Panji).

“Semangat Legio Maria adalah semangat Maria sendiri. Legio terutama berusaha meniru kerendahan hatinya yang luar biasa, ketaatannya yang sempurna, keindahannya yang laksana malaikat, doanya yang terus menerus, mati raga yang menyeluruh, kemurniannya yang tak bercela, ketaatannya yang gagah berani, kebijaksanaannya yang surgawi, pengorbanannya untuk kasih akan Allah dan di atas segalanya adalah imannya, bahwa kebajikan tanpa batas hanya ada pada dirinya dan tidak ada duanya. Dijiwai oleh kasih dan iman Maria ini, Legio sanggup melaksanakan tugas apa saja dan “tidak pernah mengeluh bahwa suatu tugas adalah tidak mungkin, karena yakin bahwa mereka boleh dan dapat melakukan apa saja” (Buku Pegangan Legio Maria Hal.13)

4. Menjadi Anggota Legio
Tidak mudah menjadi prajurit pasukan Maria, apalagi perkembangan jaman sekarang sungguh menantang. Banyak rintangan dan halangan yang tidak mudah. Para Legioner diajak untuk mengenali dan mengalahkan rintangan, bukan melarikan diri dan ketakutan. Senjata andalannya adalah pengetahuan iman tentang doa, di mana Bunda Maria sebagai sosok keteladanan iman. Senjata tersebut merupakan bekal para Legioner untuk melayani umat. Legio Maria memiliki ciri militansi dalam membangun kesetiaan, keberanian, kedisiplinan dan ketaatan.

Dalam Legio Maria ada anggota aktif, di mana setiap minggu rutin mengikuti rapat, menjalankan kewajiban berdoa Katena setiap hari dan menjalankan tugas-tugas yang diberikan oleh Ketua selama rapat. Legio Maria juga memiliki keanggotaan yang disebut anggota auksilier, yaitu anggota tidak aktif. Disebut tidak aktif karena anggota auksilier tidak mengikuti rapat mingguan dan tidak melakukan tugas-tugas yang dibagikan selama rapat. Seorang anggota auksilier bertugas untuk berdoa setiap hari doa-doa yang ada dalam tessera, termasuk doa Rosario

5. Istilah-istilah dalam Legio Maria

a. Tessera: merupakan sebuah lembaran yang berisi Doa-doa Legio, dilengkapi dengan sebuah reproduksi gambar Legio, diberikan kepada setiap anggota aktif maupun auksilier.

b. Katena: rantai doa Legio. Setiap hari seorang anggota Legio (aktif) harus berdoa katena yang terdiri dari Magnificat, doa pujian Maria dan kidung sore Gereja. Doa katena merupakan mata rantai antara Legio dengan kehidupan sehari-hari semua anggotanya dan juga merupakan ikatan yang mempersatukan anggota satu dengan lainnya dengan Ibu yang Terberkati.

c. Veksilum Legionis: Panji Legio. Panji Legio berisi gagasan bahwa dunia akan ditaklukkan oleh Roh Kudus yang berkarya melalui Maria dan putra-putrinya.

d. Acies: upacara penyerahan diri legioner kepada Bunda Maria. Dalam upacara ini juga ada pembaruan janji kepada Maria.

e. Presidium: satu unit Legio Maria yang berada di suatu paroki.

f. Alokusio: amanat singkat yang disampaikan oleh Pemimpin rohani, berupa penjelasan atau komentar tentang buku pegangan.

g. Perwira: Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara.

h. Kuria: gabungan beberapa presidium. Kuria yang lebih tinggi kedudukannya diberi nama khusus, yaitu Komisium.

i. Regia: dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk mengurus Legio Maria di wilayah yang terlalu luas untuk satu Komisium tetapi kurang luas untuk satu Senatus.

j. Senatus: adalah dewan yang ditunjuk oleh Konsilium untuk memegang pimpinan Legio Maria dalam satu Negara.

k. Konsilium Legionis Maria: Dewan pusat tetinggi yang mempunyai kekuasaan memerintah dalam Legio. Hanya Konsilium yang berwenang mengeluarkan, mengubah atau menafsirkan peraturan-peraturan; membentuk atau membubarkan presidium dan dewan lain di bawah kekuasaannya, menetapkan kebijaksanaan Legio dalam segala segi, menyelesaikan segala perselisihan dan permohonan.
🇮🇩MS🇮🇩

Perarakan Patung Bunda Pelindung Gereja Santa Maria Fatima Pelem Dukuh


Dalam rangka memperingati nama pelindung gereja Pelem Dukuh yaitu Bunda Maria Fatima yang di adakan pada Senin 13/04  yang di adakan di Gereja Paroki Administratif Pelem Dukuh.
Perarakan di lakukan pada petang hari sekitar pukul 18.30 WIB, acara diawali pemberkatan patung Bunda Maria selajutnya Romo M. Supriyato  Pr mengajak umat Gereja untuk memulai perarakan dari Goaa Maria Lawangsih menuju Gereja Paroki.  Selama perarakan seluruh umat yang mengikuti perarakan bedoa Rosario sepanjang jalan menuju gereja.


Setelah perarakan dan sampai di Gereja umat memasuki  gereja sambil mengikuti alunan lagu yang di bawakan oleh paduan suara. umat memasuki gereja dengan tertib dan tenang selajutnya patung Bunda Maria di tahtakan di depan altar dan di adakan perayaan Ekaristi.

Setelah ekaristi selesai selajutnya di akhiri dengan pesta yang di ikuti oleh seluruh umat paroki Gereja Santa Maria Fatima Pelem Dukuh. Di dalam pesta yang diadakan setelah misa berjalan sangatlah  meriah karena umat makan bersama-sama ujar salah satu umat Gereja paroki Pelem dukuh 


David Budi Prasetyo
Mahasiswa publik relation
Asmi Santa Maria Yogyakarta

Meneladan Maria Didalam Mengikuti Panggilan Tuhan




Hari minggu tgl 12 Mei 2019, ditetapkan gereja sebagai Hari Minggu Panggilan, dan bertepatan dengan hari itu misa mingguan paroki diadakan di Goa Maria Lawangsih. Dalam homilinya, Rm Robertus Saptoko Pr mengajak umat untuk meneladan Maria didalam mengikuti panggilan Tuhan.

Orang katolik memiliki kekaguman tersendiri pada Maria, terbukti dengan jumlah taman doa di KAS ada 39 tempat dan  juga umat yang senang berdevosi pada Maria. Ini baik, namun yang perlu dicatat bahwa jangan hanya giat berdevosi tapi lupa "neges” Ibu Maria itu seperti apa. Semangat  Maria yang selalu dihidupi adalah “Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataan-Mu". Ia sangat dekat dengan Yesus, dan apa yang diperintahkan-Nya selalu dilaksanakan. Kita diajak untuk meneladan Maria, Kita dipanggil oleh Tuhan untuk melayani.

Contoh meneladan Maria dalam menghayati panggilan:
  • Seorang Ibu ketua lingkungan yang rela jauh-jauh ke Paroki untuk mengambil anggur guna perayaan misa wilayah, dimana jumlah umat yang misa hanya 10 orang.
  • Lingkungan Petrus Pelem yang koor pada hari ini, walaupun sudah tidak muda lagi, namun tetap semangat dan bernyanyi dengan indah, dan organis mengiringi dengan sangat baik.
  • Keluarga katolik yang harmonis, kegereja selalu bersama, dan saat kedua orang tua ini berseteru mereka berusaha tidak memperlhatkan di depan ketiga anaknya (berseteru di chat)


Bagaimana dengan anda?? Mungkin syair lagu yang dilantunkan diakhir homili Romo R.Saptoko Pr bersama seluruh umat ini bisa semakin meneguhkan kita :

    Maukah kau  jadi roti yang terpecah bagi-KU
    Maukah kau  jadi anggur yang tercurah bagi-KU
    Maukah kau  jadi saksi membritakan injil-KU
    Melayani mengasihi sesamamu

Kami mau jadi roti yang terpecah bagi-MU
Kami mau jadi anggur yang tercurah bagi-MU
Kami mau jadi saksi membritakan injil-MU
Melayani mengasihi sesamaku

Jika Tuhan berkenan memanggil hamba-MU ini 
kan kuserahkan seluruh jiwa raga ini. 
Demi Tuhan aku pun aku rela menanggapi panggilan-MU
Melayani mengasihi sesamaku

    Maukah kau  jadi terang menerangi dunia ini
    Maukah kau  jadi garam berkarya tiada henti
    Maukah kau  jadi ragi berkarya demi Ilahi
    Melayani mengasihi sesamamu

Kami mau jadi terang menerangi dunia ini
Kami mau jadi garam berkarya tiada henti
Kami mau jadi ragi berkarya demi Ilahi
Melayani mengasihi sesamaku


Semoga diminggu panggilan ini menjadikan kita siap jadi terang, garam, ragi dan siap menjadi roti dan anggur yang berkorban demi ilahi.

X. DOGMA GEREJA: MARIA BUNDA ALLAH

Jumat, 10 Mei 2019


1.Banyak orang, bukan Katolik, berkomentar: “Maria hanya manusia biasa seperti kita … Tuhan hanya ‘meminjam’ tubuhnya saja untuk melahirkan Yesus.” Pendapat tersebut sudah muncul sejak abad ke-5, disponsori oleh Nestorius, uskup agung Konstantinopel.

2.Tahun 431 berlangsung Konsili Efesus. Konsili ini membicarakan kedudukan Bunda Maria dalam tata keselamatan. Pada waktu itu seorang Uskup bernama Nestorius, Uskup Agung Konstantinopel menyebarkan ajaran yang mengatakan bahwa Maria hanyalah wadah jasmani, ibu Yesus, manusia dari Nasaret. Menurut Gereja, Yesus itu sungguh Allah sungguh manusia, keallahan dan kemanusiaan Yesus tidak dapat dipisahkan, dan seluruh pribadi-Nya itu dilahirkan oleh Maria. Pada waktu itu rakyat yang berhimpun berteriak lantang: “Theotokos! Theotokos!,” artinya Maria Bunda Allah. Akhir konsili memutuskan bahwa Maria adalah Theotokos – Maria Bunda Allah. Keyakinan ini begitu meresap di hati setiap umat Katolik dari dulu sampai sekarang.

3.Gereja Katolik menempatkan Maria sebagai Bunda Allah di atas para malaikat, para kudus, dan segala makhluk di surga. Dengan menjawab “ya” atas rencana Allah, Maria membuat “rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan” (Kol 1:26) terwujud.

4.Harus kita akui bahwa Maria hanyalah ciptaan Allah, dan Tuhan tidak membutuhkan siapa pun dan tidak tergantung pada siapa pun juga. Namun demikian, Tuhan berkenan memulai dan menyempurnakan karya keselamatan-Nya yang agung lewat Bunda Maria. St. Agustinus mengatakan, “Dunia tidak layak menerima Sang Putra langsung dari tangan Bapa. Oleh Karena itu, Dia menganugerahkannya kepada Maria agar dunia memperoleh Dia melalui Maria.”

5.Dari rahim Bunda Maria, Yesus, Anak Allah, dilahirkan. Rencana keselamatan Allah telah dinubuatkan oleh para nabi, “Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung …” (Mat 1:23). Hanya karena ketaatan Bunda Maria, apa yang dinubuatkan oleh para nabi tersebut terpenuhi. “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya yang lahir dari seorang perempuan dan takhluk kepada hukum Taurat” (Gal 4:4). Elisabet menyebut Maria sebagai “ibu Tuhanku” (Luk 1:43).

6.Kita meyakini bahwa Maria telah ditentukan Allah sejak semula menjadi ibu Sang Putera. Karena itu, sejak awal Allah membebaskan Maria dari dosa asal untuk mempersiapkan Tabut Perjanjian Baru. Jadi penghormatan kepada Bunda Maria bukan akal-akalan Gereja Katolik, tetapi kita mengikuti teladan Allah sendiri, sebab Tuhanlah yang terlebih dahulu mempercayakan diri-Nya kepada Bunda Maria. Karena itu, oleh malaikat Gabriel, Bunda Maria disebut sebagai “penuh rahmat.” Bunda Maria menanggapi tawaran Allah dengan iman tanpa syarat: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Luk 1:38).

7.Dengan kesanggupannya, Bunda Maria mewujudkan imannya dengan penuh ketaatan dan penyerahan diri: ketika melahirkan Yesus dalam kondisi yang sangat miskin, mengungsi ke Mesir, selama 30 tahun bersama Yesus dalam kehidupan yang tersembunyi di Nasaret, ikut menanggung sengsara Yesus, dan menyertai Yesus sampai di bawah Salib-Nya.
🇮🇩MS🇮🇩

IX. NOVENA 3 SALAM MARIA


Novena Tiga Salam Maria berasal dari Santa Mechtildis. Ia mendapatkan pengalaman rohani dari Bunda Maria ketika ia cemas akan keselamatan hidupnya dan ia memohon Bunda Maria untuk membantunya saat kematiannya. Bunda Maria mengabulkan permohonannya dan meminta ia agar berdoa tiga kali Salam Maria. Santo Antonius dari Padua, Santo Leonardus dari Porto Mauritio dan Santo Alfonsus de Liguori berjasa besar dalam mewartakan doa Tiga Salam Maria ini.

Doakanlah doa ini selama sembilan hari berturut-turut.
Dan jika permohonan anda berat, lakukanlah novena ini 3x berturut-turut.

Novena Tiga Salam Maria

      Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.

      Baik keluhuran Tuhan dan penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar selaras dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.

      Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St.Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa "Tiga Salam Maria", yang sangat besar manfaatnya itu.
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

      Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.

      Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapi ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diriku seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.

      Bunda Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.

      Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi "Tiga Salam Maria" aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.

Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai "Bunda yang penuh belas kasih", aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku. Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu.

      Engkau memperkenalkan diri sebagai"Bunda para pendosa yang bertobat" kepada St.Brigitta, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

      Bunda Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolonganmu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi "Tiga Salam Maria", aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
Salam Maria ... (3X)

Bunda Maria yang baik hati, jauhkanlah aku dari dosa-dosa berat.
🇮🇩MS🇮🇩


VIII. 15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO


Janji ini disampaikan oleh Bunda Maria dalam penampakan di Fatima, 13 Oktober 1917.

 1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendaraskan Rosario.
3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan menaklukkan kesesatan.
4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini.
5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario tidak akan binasa.
6. Ia yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.
8. Mereka yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran para kudus di surga.
9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian.
10. Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga.
11. Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan Rosario.
12. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario Suci dalam segala kebutuhan mereka.
13. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal.
14. Mereka semua yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
15. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.

Uskup Fulton Sheen menegaskan: “The Rosary is the best therapy for these distraught, unhappy, fearful, and frustrated souls precisely because it involves the simultaneous use of three powers: the physical, the vocal, and the spiritual.”
(MS)

VII. MENGAPA HARUS BERDOA ROSARIO?

Selasa, 7 Mei 2019


1. Doa Rosario telah didaraskan dan dianjurkan selama berabad-abad oleh para Paus dan banyak orang kudus. Dengan berdoa Rosario, kita berpegang pada ke-15 janji Bunda Maria bagi umat Allah yang berdoa Rosario. Kita yakin akan hal tersebut, karena Bunda Maria menampakkan diri di Lourdes dan di Fatima dan meminta kepada kita untuk selalu berdoa Rosario. Rosario telah menyelamatkan dan mengubah sangat banyak jiwa, dan oleh karenanya kita juga ingin diselamatkan.

2. Di zaman modern sekarang ini banyak tantangan dan krisis, termasuk krisis iman. Banyak keluarga Katolik mengalami keputusasaan dan kekhawatiran yang menggoyahkan iman. Akan tetapi, walaupun tantangan itu begitu kuat, kita diberikan senjata oleh Allah Bapa melalui peran Bunda Maria dalam doa Rosario. Perlu kita ketahui bahwa doa Rosario adalah “ringkasan Injil”, karena di dalamnya dirangkai dan direnungkan sejarah keselamatan yang dipaparkan dalam Injil.

3. Paus Pius XI menegaskan: “Rosario adalah senjata ampuh untuk mengusir setan-setan dan menjaga diri dari dosa ... Jika Anda menginginkan kedamaian di dalam hati Anda, di rumah Anda, dan di negara Anda, berkumpullah setiap malam untuk mendoakan Rosario. Jangan sampai satu hari pun berlalu tanpa Anda mendoakannya, betapa pun Anda merasa terbeban dengan banyaknya persoalan dan kerja keras.”

4. Kekuatan doa Rosario sangat luar biasa. Banyak keajaiban yang tak terhitung jumlahnya, serta kemenangan iman yang telah diperoleh dan menjadi sumber rahmat bagi Gereja Katolik. Sangat sayang jika kita enggan mendoakannya karena doanya yang panjang, padahal rahmat sangat melimpah di balik doa yang memang memiliki unsur meditatif ini.
*(MS)*

VI. SEJARAH DOA ROSARIO

Senin, 6 Mei 2019
(foto diambil dari https://ignatius-thomas.org)

1.Doa Rosario menjadi kesukaan umat Katolik. Rosario merupakan pendarasan  misteri iman: peristiwa Gembira, Sedih, Mulia, dan Cahaya. Dengan peristiwa-peristiwa tersebut, kita mengenangkan Inkarnasi Tuhan, pewartaan-Nya di hadapan public, sengsara dan wafat-Nya, dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Dengan demikian, berdoa Rosario membantu kita untuk tumbuh dalam penghayatan akan misteri-misteri yang kita renungkan. Dalam doa Rosario, kita mohon bantuan Bunda Maria yang akan menghantarkan kita kepada Putranya.

2.Manik-manik dalam Rosario untuk membantu orang menghitung jumlah doa Bapa Kami atau Salam Maria. Maka disebut manik-manik Pater Noster (Bapa Kami). Mengapa disebut demikian? Karena, pada abad ke-12, mereka yang mendaraskan mazmur hanyalah para rahib dan para imam, sedangkan umat yang tidak sekolah alias buta hurup, mendaraskan 150 Bapa Kami sebagai ganti mendaraskan 150 Mazmur.

3.Struktur Rosario mengalami perkembangan pada abad ke-12 dan ke-15. Pada waktu itu berdoa Rosario adalah mendaraskan 50 kali salam Maria untuk mengenangkan peristiwa “sukacita” dalam hidup Yesus dan Maria. Perkembangan lebih lanjut, dalam doa Rosario ditambahkan peristiwa “dukacita Maria” dan “sukacita surgawi”, sehingga jumlah salam Maria menjadi 150. Dan akhirnya doa 150 Salam Maria digabungkan dengan 150 kali Bapa Kami. Terlebih dahulu didoakan Bapa Kami diteruskan dengan Salam Maria, begitu sampai 150 kali.

4.Pada abad ke-16 diperkenalkan lima misteri Rosario didasarkan pada tiga rangkaian peristiwa: Peristiwa GEMBIRA, mencakup: Maria menerima kabar gembira, Maria mengunjungi Elisabet, Yesus dilahirkan di Betlehem, Yesus dipersembahkan di dalam kenisah, dan Yesus diketemukan dalam Bait Allah. Peristiwa SEDIH, mencakup: Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakrat maut, Yesus didera, Yesus dimahkotai duri, Yesus memanggul salib-Nya, dan Yesus wafat di salib. Peristiwa MULIA, mencakup: Yesus bangkit dari mati, Yesus naik ke surga, Roh Kudus turun atas para rasul, Maria diangkat ke surga, dan Maria dimahkotahi di surga. Pada tahun 2002, Paus Yohanes Paulus II menetapkan peristiwa CAHAYA, mencakup Yesus dibaptis di sungai Yordan, Yesus menyatakan diri dalam perjamuan nikah di Kana, Yesus mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, Yesus dipermuliakan, dan Yesus menetapkan Ekaristi. Juga setelah penampakan Bunda Maria di Fatima pada tahun 1917, doa yang diajarkan Bunda Maria kepada anak-anak, ditambahkan pada akhir setiap misteri: “Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami, selamatkanlah kami dari api neraka. Hantarlah jiwa-jiwa ke surga, teristimewa jiwa-jiwa yang amat membutuhkan kerahiman-Mu.”

5.Doa Rosario menjadi semakin dikenal pada tahun 1500-an, teristimewa atas upaya Paus Pius V. Pada waktu itu kaum Muslim Turki menyerang “orang-orang kafir” Eropa Timur. Tahun 1521 Bulgaria dan Hungaria jatuh ke tangan Muslim. 1526 pasukan muslim berada di perbatasan Austria. Tahun 1570, Turki mengultimatum Venisia agar menyerahkan kepulauan Siprus. Venisia menolak dan terjadilah perang selama 11 bulan. Pada 1 Agustus 1571, Siprus takluk.

6.Paus Pius V mengorganisir suatu armada di bawah komando Don Juan dari Austria. Paus Pius V minta segenap umat beriman untuk mendaraskan doa Rosario dan mohon bantuan Bunda Maria di bawah gelar “Bunda Kemenangan”, memohon Tuhan menganugerahkan kemenangan kepada umat Kristiani. Tanggal 7 Oktober 1571 terjadi pertempuran di Lepanto. Dalam waktu 5 jam, kaum muslim dikalahkan. Sebagai ucapan syukur, setahun kemudian, Paus Pius V menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Hari Raya Rosario, dan menganugerahi Bunda Maria dengan gelar: Bunda Penolong bagi Orang-orang Kristen.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

V. DOA RATU SURGA


Foto diambil dari : http://doagerejakatolik.blogspot.com

1.Doa Ratu Surga (Regina Caeli) didaraskan pada jam 06.00, jam 12.00, dan jam 18.00 selama masa Paskah sampai Pentakosta sebagai pengganti doa Malaikat Tuhan. Doa ini sangat pantas untuk menghormati kebangkitan Kristus dan untuk menghormati Bunda Maria yang terberkati.

2.Doa Ratu Surga melanjutkan sukacita dan kegembiraan kebangkitan dan sekali lagi meneguhkan fakta bahwa Kristus sungguh telah bangkit. Doa ini juga mengungkapkan suatu permohonan kepada Allah Bapa, agar bersama Maria, kita dimampukan untuk menikmati sukacita dan kegembiraan kebangkitan Kristus.

3.Dalam doa ini, Bunda Maria mendapat sebutan Ratu Surga. Gelar Ratu Surga tidak hendak menyatakan bahwa Maria sebagai saingan Allah dengan kekuasaan surgawi-Nya. Maria dinyatakan sebagai Ratu justru karena kerendahan hatinya yang menyerahkan seluruh hidupnya untuk melakukan kehendak Allah. Allah merajai seluruh diri Maria.

4.Doa Ratu Surga mengingatkan kita akan apa yang terjadi pada Bunda Maria; bunda Maria telah berada di surga. Itulah harapan nyata yang juga akan terjadi pada kita yang percaya kepada Yesus, Anak Allah, Putra Maria.

5.Dalam doa ini, Bunda Maria bertindak sebagai pengantara kita kepada Yesus. Bunda Maria membawa doa-doa kita kepada Yesus, sedangkan Yesus merupakan pengantara kita kepada Allah Bapa. Dalam keberadaannya di surga, Bunda Maria terus-menerus di hadapan Allah, mengantarai bagi kita dengan doa-doa syafaatnya yang sangat kuat.

6.Dengan doa-doa devosional kepada Bunda Maria, antara lain Salam Maria, Malaikat Tuhan, Ratu Surga, Rosario yang kita doakan dengan penuh cinta dan penyesalan atas dosa-dosa kita, kita dapat selalu mengandalkan bantuannya dengan rahmat yang kita perlukan untuk perjalanan kita menuju surga.

7.Banyak orang beranggapan bahwa kita, dengan berdoa kepada Bunda Maria, menyembah Maria, bahkan kita telah menggeser kedudukan Yesus dan Allah Bapa dan menggantinya dengan Maria. Mereka menganggap Maria sebagai Setan dan Berhala dalam Gereja Katolik. Ketika kita berdoa kepada Bunda Maria, kita tidak pernah menyembahnya. Yang kita sembah adalah Yesus melalui diri Bunda Maria. Kita resapkan kata-kata Santo Ambrosius ini: “Biarkanlah jiwa Maria berada dalam diri kita untuk memuliakan Tuhan dan bersukacita dalam Tuhan.”
🇮🇩www.berkat.id🇮🇩

IV. DOA ANGELUS (DOA MALAIKAT TUHAN)


Foto diambil dari : https://bapa-kami.blogspot.com/2016/05/doa-malaikat-tuhan-doa-angelus.html?m=1

1.Doa malaikat Tuhan adalah salah satu devosi untuk menghormati penjelmaan Tuhan menjadi manusia, dan didoakan tiga kali dalam sehari: pada pagi hari jam 06.00, siang hari jam 12,00, dan sore hari jam 18.00. Doa pada jam 06.00 pagi, kita menghormati kebangkitan Kristus. Kristus yang telah bangkit selalu bersama kita. Kita memulai hari dengan semangat kebangkitan. Doa pada siang hari (jam 12.00), kita menghormati sengsara Tuhan. Di tengah pekerjaan kita yang berat, kita selalu ingat akan Kristus yang telah berkorban bagi kita. Doa pada jam 18.00, kita menghormati  Inkarnasi Allah yang menjadi manusia. Ketika kita beranjak untuk beristirahat, kita diingatkan bahwa Allah selalu beserta kita.

2.Doa Angelus sudah dimulai sejak tahun 1263 oleh Santo Bonaventura dalam Sidang Umum Ordo Fransiskan. Doa ini berkembang dari abad ke abad sampai dengan zaman Paus Yohanes XXII yang memberikan indulgensi kepada orang yang mengucapkan Doa Angelus.

3.Paus Pius V dalam tahun 1571 memperbaharui dan melengkapi bentuknya seperti yang kita kenal sekarang ini. Pada waktu itu, Doa Angelus diucapkan pada dini hari untuk menghormati kebangkitan Yesus, pada siang hari untuk menghormati sengsara Yesus dan pada senja hari untuk menghormati peristiwa Inkarnasi.

4.Paus Paulus VI dalam ensiklik “Marialis Cultus” menulis, “Doa ini sesudah berabad-abad tetap mempertahankan nilainya dan kesegaran aslinya.” Paus Yohanes Paulus II menandaskan bahwa Doa Angelus tak perlu diubah sebab bentuknya sederhana, diangkat dari Injil, dan asal-muasalnya berkaitan dengan doa perdamaian dan misteri Paska.

5.Dengan doa itu, kita diajak untuk selalu sadar, bahwa Tuhan menjadi manusia, artinya Ia menjadi salah satu dari diri kita. Sepanjang waktu Dia hadir dan berada di sisi kita. Karena itu di tengah kesibukan apa pun, dan di tengah tenggelamnya kita dalam masalah-masalah kerja dan tugas hidup kita sehari-hari, Tuhan selalu datang, mencintai dan menebus kita. Maka kita tidak boleh hilang dalam kesibukan dan beban kita. Kita tidak usah takut, gemetar dan khawatir, karena Tuhan sungguh beserta kita. Cinta-Nya menggendong dan menanggung kita. Itulah inti sari dari doa Malaikat Tuhan. Karena itu kalau kita mendoakannya, kita pun akan dikuatkan-Nya selalu, kendati kita merasa lelah, hilang dan terbenam dalam pekerjaan dan tugas kita.
(MS)


III. DOA SALAM MARIA

Jumat, 3 Mei 2019

Asal-usul  doa Salam Maria
Doa “Salam Maria” dikenal sebagai doa penghormatan Gereja kepada Bunda Maria. Doa Salam Maria dibagi ke dalam tiga bagian:

1). “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu” – merupakan kata-kata Malaikat Gabriel ketika mengunjungi Perawan Maria (Luk 1:28).

2). “Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu (Yesus)” – merupakan salam Elisabet kepada perawan Maria (Luk 1:42). Kata “Yesus” dalam doa ini baru ditambahkan pada abad kelimabelas.

3). “Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati. Amin.” Bagian ketiga ini tidak berasal dari Kitab Suci, melainkan disusun oleh Gereja pada abad XVI. Dengan doa ini Gereja (kita) mohon kepada Bunda Maria untuk mendoakan kita, agar supaya oleh doa-doa syafaatnya, Bunda Maria mengusahakan persahabatan antara Allah dan kita manusia, dan memperoleh bagi kita berkat yang kita butuhkan untuk hidup sekarang ini dan hidup kekal.

Kuasa doa Salam Maria
Karena sudah sangat terbiasa berdoa Salam Maria, banyak umat Katolik mendaraskannya dengan begitu cepat, tanpa merasakan kata-kata yang mereka ucapkan. Mulai dari sekarang cobalah berdoa Salam Maria dengan khusuk, ikhmat, dan diresapkan dalam hati, karena doa satu Salam Maria saja memiliki kuasa yang luar biasa. Satu Salam Maria yang didaraskan dengan baik akan memenuhi hati Bunda Maria dengan sukacita dan memperolehkan bagi kita rahmat-rahmat yang luarbiasa, yang ingin dilimpahkan Bunda Maria kepada kita. Satu Salam Maria yang didaraskan dengan baik memperolehkan bagi kita jauh lebih banyak ramat daripada seribu Salam Maria yang didaraskan asal-asalan. Doa Salam Maria bagaikan suatu tambah emas di mana kita senantiasa dapat menggali darinya tanpa ia pernah menjadi habis.

Banyak kesaksian disampaikan oleh banyak orang, betapa doa Salam Maria sungguh dahsyat. Santo Thomas a Kempis bersaksi: “Setan dan neraka gemetar ketika saya mendaraskan Salam Maria.” Santo Yohanes Paulus II menegaskan: “Dari Bunda Maria, kita belajar untuk percaya bahkan ketika semua pengharapan nampak sirna.” “However great a sinner may have been, if he shows himself devout to Mary he will never perish” (St. Hilary of Potiers).

Seperti anak-anak lari kepada ibunya ketika menghadapi bahaya untuk minta perlindungan, demikian juga patutlah kita lari segera dengan keyakinan tak terbatas kepada Bunda Maria. (MS)

II. MENGHORMATI BUNDA MARIA PADA BULAN MEI DAN OKTOBER

Kamis, 2 Mei 2019


Umat Katolik terbiasa mempersembahkan bulan Mei dan Oktober kepada Bunda Maria. Pada kesempatan tersebut banyak orang Katolik berziarah ke tempat-tempat yang disucikan untuk Bunda Maria, berddoa Jalan Salib dan berdoa Rosario. Apa perbedaan bulan Maria pada bulan Mei dengan Oktober?

Bulan Mei sebagai bulan Maria
1.Kisah bermula dari Eropa sana. Pada bulan Mei, negara-negara Eropa mengalami musim semi, disebut juga musim kehidupan baru. Kemudian, dalam tradisi Katolik, musim ini dikaitkan dengan Bunda Maria yang dianggap sebagai Hawa Baru. Hawa adalah ibu dari semua yang hidup (Kej 3:20) namun jatuh ke dalam dosa dan mati. Sedangkan Maria dikandung tanpa noda dosa dan menjadi perantara lahirnya Yesus. Dalam Yesus, manusia memperoleh hidup baru.

2.Bulan Mei yang didedikasikan sebagai bulan Bunda Maria dimulai akhir abad ke-13. Praktek ini menjadi terkenal di kalangan para imam Yesuit pada tahun 1700-an, dan kemudian menyebar ke seluruh Gereja sampai sekarang ini.

3.Paus Paulus VI, dalam Ensikliknya tentang Bulan Mei mengatakan: “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati.” Paus juga menegaskan bahwa bulan Mei merupakan kesempatan untuk penghormatan iman dan kasih umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Bunda Maria. Penghormatan kepada bunda Maria bisa kita wujudkan dengan berdoa rosario tiap hari, doa Malaikat Tuhan/doa Ratu Surga setiap hari jam 06.00, 12,00, dan 18.00, berziarah ke tempat-tempat yang dikhususkan untuk bunda Maria. Jangan lupa mengambil manfaat dari doa-doa tersebut untuk semakin erat-akrab dengan Allah.

Bulan Oktober sebagai bulan Rosario
1.Bulan Oktober juga disebut sebagai bulan Maria. Bagaimana sejarahnya? Kembali lagi ke Eropa sana. Bulan Oktober dikaitkan dengan pertempuran yang terjadi di Lepanto tahun 1571. Dalam perang tersebut, kerajaan Ottoman (Turki) menyerang umat Kristen di seluruh Eropa. Jumlah pasukan Ottoman ternyata jauh melebihi pasukan Kristen Katolik.

2.Dalam perang tersebut, Don Juan sebagai komandan perang Kristen Katolik dari Austria memohon pertolongan Bunda Maria dengan mendaraskan doa Rosario. Bersama dengan Don Juan, umat Kristen Katolik di seluruh Eropa mendaraskan doa Rosario tanpa henti. Paus Pius V bersama umat berdoa Rosario dari subuh sampai petang di katedral Santa Maria Magiore. Pada tanggal 7 Oktober, pasukan Kristen Katolik memenangkan pertempuran Lepanto. Maka Paus Pius V menetapkan 7 Oktober sebagai hari raya Rosario. Peristiwa Lepanto membuktikan bahwa Bunda Maria selalu menyertai Gereja-Nya dengan permohonan kepada Tuhan Yesus. Belajar dari peristiwa Lepanto, berdoalah Rosario setiap hari! Anda akan merasakan rahmat berlimpah dari Allah. (MS,berkat.id)

I.UMAT ALLAH BERDEVOSI KEPADA BUNDA MARIA

Rabu, 1 Mei 2019

1.Devosi kepada bunda Maria merupakan seluruh kebaktian kepada Maria, Ibu Yesus dari Nasaret dalam bentuk puji-pujian, kagum, hormat dan cinta dengan meneladani cara hidup bunda Maria sambil memohon bantuan pengantaraan doanya bagi Gereja yang masih dalam perjalanan ziarah menuju persatuan dengan Allah di tanah air surgawi (Konsili Vat II, Lumen Gentium no 66). Devosi dapat dibawakan secara pribadi atau pun bersama-sama. Karena bukan termasuk liturgi resmi, maka Gereja tidak mewajibkan devosi ini kepada umatnya. Devosi adalah pilihan pribadi, tetapi akan banyak daya gunanya jika umat menjalankannya.

2.Elemen yang membentuk inti devosi kepada Maria ada tiga: *puji-pujian kepada Maria, mencontoh Bunda Maria, dan memohon bantuan pengantaraan doa Maria.* Elisabet dan anak dalam rahimnya *memuji* Maria: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanaku datang mengunjungi aku? ... anak di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia yang telah percaya” (Luk 1:42-45). Mencontoh Elisabet, umat beriman mengagumi dan menghormati bunda Maria karena perannya menjadi ibu Tuhan, bunda Mesias. Bunda Maria dipuji karena karya agung Allah dalam dirinya; di dalam diri Maria, Allah berkarya secara luar biasa.

3. *Mencontoh bunda Maria.* Devosi tidak cukup hanya sampai pada sikap heran dan kagum akan karya Allah dalam diri bunda Maria, tetapi harus sampai pada mencontoh bunda Maria sebagai citra dalam hal iman, cintakasih yang sempurna kepada Kristus. Gereja mengajarkan bahwa Maria adalah gambaran Gereja, gambaran umat beriman dalam perjalanan menuju Allah. Itu berarti dalam usaha menjawab panggilan Allah, kita bisa belajar pada bunda Maria tentang bagaimana menjawab panggilan Allah dan hidup seturut firman-Nya, mengikuti Yesus secara sempurna, dan bagaimana melaksanakan kehendak Allah dengan setia.

4. *Memohon pengantaraan doa bunda Maria*. Di samping memuji dan mencontoh berbagai keutamaan bunda Maria, kita dapat memohon doa kepada Maria; kita mohon bantuan bunda Maria untuk menyampaikan doa kita kepada Yesus, Puteranya. Jadi doa-doa kita tujukan kepada Allah, karena hanya Allah yang mengabulkan doa-doa kita. Kita minta tolong bunda Maria untuk ikut membawa doa kita kepada Allah. Berdevosi kepada bunda Maria harus membawa kita untuk semakin mencintai Allah.

5.Dalam berdevosi kepada bunda Maria, beberapa doa berikut bisa dipakai, antara lain: Doa malaikat Tuhan/Ratu Surga yang didoakan pada jam 06.00, 12.00, dan 18.00, Novena Tiga Salam Maria, Doa Rosario

Renungan Harian GML 30 april 2019 LAHIR DARI ROH

Selasa, 30 April 2019

*LAHIR DARI ROH*

*BACAAN*
*Kis 4:32-37* – “Mereka sehati dan sejiwa”
*Yoh 3:7-15* – “Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia”

*RENUNGAN*
1.Nikodemus adalah seorang guru yang terkemuka, namun secara sembunyi-sembunyi minta keterangan dari Yesus. Sebagai seorang pengajar keagamaan, ia memahami dengan baik hukum dan peraturan, namun kurang paham apa yang dikatakan Yesus. Ia tidak tahu tentang Roh Kudus dan tidak tahu tentang lahir baru oleh air dan Roh. Nikodemus tidak bisa disalahkan, karena Yesus belum menyatakan hal tersebut. Tetapi bagaimana pun juga, betapa perlunya pengetahuan dan pengalaman rohani bagi seorang pemimpin spiritual. Sebagai seorang beriman, kita perlu memimpin orang lain kepada iman yang semakin dalam. Tetapi apakah kita memiliki pengetahuan dan pengalaman iman dan tertanam dalam di hati kita?

2.Kita mesti menyadari bahwa kita bisa tertangkap oleh realitas kehidupan duniawi yang mematikan kehidupan rohani. Lewat pembaptisan kita ditandai hal-hal surgawi. Kita menanggung dalam jiwa kita tanda yang tak terhapuskan yang menyatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Setiap saat kita menghirup napas rohani, dan sepintas mengarah ke surga. Dengan hidup baru oleh Roh, Tuhan menyatakan bahwa kita adalah milik-Nya. Oleh karena itu jangan pernah kita memberi kesempatan barang semenit pun terhadap jerat kehidupan duniawi.

3.Yesus berbicara tentang memberi kesaksian. Ia menghendaki kita menjadi saksi-saksi-Nya. Ia menghendaki kita untuk menyatakan kepada dunia realitas surgawi yang Ia nyatakan. Dan kesaksian yang paling besar yang bisa kita berikan adalah hidup kita yang bahagia dan murah hati. Hidup yang bahagia, penuh sukacita, murah hati merupakan tanda bahwa iman kita otentik. Sebelum Anda marah, gusar, dan ingin mencela orang lain, sebaiknya bertanya kepada diri Anda sendiri, “Apakah ini merupakan kesaksian hidup dalam Roh?” MS
----------------------------------------
----------------------------------------


Renungan Harian GML : DUNIA MENUNGGU KESAKSIAN KITA

Sabtu,27 April 2019

BACAAN
Kis 4:13-21 – “Tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar”
Mrk 16:9-15 – “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”

RENUNGAN
1.”Ketika mereka mendengar bahwa Ia hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.” Ketidak percayaan merupakan hal yang menyedihkan. Kesedihann akan berpengaruh pada iman. Maka kita tidak perlu membiasakan diri sedih, sebaliknya dengan pertolongan Tuhan, kita kesampingkan kemarahan, sakit hati, kesedihan. Dunia tidak akan bertobat oleh kesedihan dan kesusahan kita. Sudah seharusnya kita memberikan sukacita kepada dunia berkat Kebangkitan. Sumber sukacita kita ada di dalam Tuhan yang bangkit, bukan di dalam kesulitan-kesulitan kita.

2.Ketika kita sedang mengalami kesedihan, kita tidak boleh berhenti percaya; kita harus bertahan dalam iman dan tidak boleh membuat keputusan apa pun, kecuali berdoa dan menunggu. Kesaksian Paulus pantas kita resapkan: “Aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang …. tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah yang ada dalam Yesus Kristus, Tuhan kita” (Rom 8:38. Kita tidak boleh pernah sesuatu atau siapa pun merampas kita dari Kristus. Ia setia terhadap janji-janji-Nya.

3.Walau pun mereka tidak percaya, Tuhan tidak pernah menarik kembali rahmat penebusan-Nya. Kita perlu meneladani usaha Rasul Paulus: “Aku melupakan apa yang telah dibelakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku … berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Flp 3:13-14). Rahmat Kebangkitan yang kita peroleh tidak pernah hanya untuk diri kita sendiri, tetapi kita harus berusaha menyatakan Dia kepada orang lain.
*🇲🇨MS,www.berkat.id🇲🇨*
 ----------------------------------------
*NOVENA PESTA KERAHIMAN HARI KE-9*

Renungan Harian GML : ENGKAU ADALAH SAKSI DARI SEMUANYA INI

Kamis, 25 April 2019

BACAAN
Kis 3:11-26– “Yesus, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh; tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati”

Mazmur Pengantar Injil, *Mzm 118:24* – “Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya”
Luk 24:35-48 – “Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga”

RENUNGAN
1.Sesampainya di Yerusalem, dua murid dari Emaus berbagi pengalaman dengan murid-murid lainnya, bahwa Yesus telah menampakkan diri kepada mereka. Akhirnya  mereka saling berbagi pengalaman yang sama. Ada sukacita tetapi juga ada keraguan, bahkan ketakutan. Hal ini menunjukkan bahwa penampakan Yesus tidak membuat mereka paham seketika. Kata-kata “Damai sejahtera bagi kamu!” belum membuat mereka mampu mengenal Yesus. Iman mereka belum tumbuh.

2.Yesus membantu mengatasi keraguan mereka dengan menunjukkan tangan-Nya dan kaki-Nya, dan mengatakan “Aku sendirilah ini.” Ia minta kepada para murid untuk menyentuh-Nya. Dengan tindakan ini menunjukkan bahwa Kristus yang bangkit adalah Yesus dari Nasaret, orang yang sama yang dipaku di kayu Salib dan bukan hantu seperti bayangan mereka. Untuk lebih meyakinkan lagi, Kristus minta makanan untuk dimakan. Mereka memberikan beberapa potong ikan dan Dia makan di depan mereka untuk meyakinkan bahwa Ia adalah Yesus yang telah disalib, wafat dan bangkit.

3.Sukar bagi orang-orang Kristen awal untuk menerima Yesus yang disalib sebagai Mesias. Mereka yakin bahwa orang yang disalibkan adalah “orang-orang yang dikutuk oleh Allah” (Ul 21:22-23). Melalui Kitab Suci, Yesus menunjukkan kepada mereka apa yang telah ditulis dalam Hukum Musa, kitab para nabi dan Mazmur. Dan iman mereka mulai tumbuh. Yesus yang bangkit dari mati dan hidup di tengah-tengah mereka menjadi kunci pembuka bagi murid-murid untuk memahami isi keseluruhan Kitab Suci.

4.Setelah mereka memahami dan percaya pada Kristus yang bangkit, Ia memberikan tugas perutusan: “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa."
🇲🇨MS,www.berkat.id🇲🇨
----------------------------------------

Renungan Harian GML : MELIHAT KEMBALI PERISTIWA DALAM TERANG KEBANGKITAN

Rabu, 24 April 2019

BACAAN
Kis 3:1-10– “Apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, berjalanlah!”
Luk 24:13-35– “Mereka mengenali Yesus pada waktu Ia memecah-mecahkan roti”

RENUNGAN
1.Perjalanan dari Yerusalem menuju Emaus adalah perjalanan dengan kepala tertunduk, penuh kepedihan, dan keputusasaan. Dua murid melarikan diri dari kenyataan hidup yang berat. Salib dan kematian Yesus telah membunuh harapan mereka. Karena terpusat pada kepedihan mereka, maka Kristus yang hadir bersama dalam perjalanan mereka, tidak mereka kenali. Dalam situasi tersebut, Kristus berjalan di samping mereka, mendengarkan pembicaraan mereka dan merasakan masalah mereka.

2.Kristus menggunakan Kitab Suci untuk menerangi hidup mereka dan mengingatkan kembali apa yang telah mereka lupakan. Tuhan tidak pernah mengkritik ketidak-tahuan mereka, tetapi mencoba membangkitkan ingatan mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu yang telah dikatakan para nabi.” Dengan penyertaan dan kata-kata Kristus, maka apa yang menghalangi mereka dalam perjalanan, kini menjadi kekuatan dan terang. Kitab Suci telah membakar hati mereka   menjadi berkobar. Tetapi yang membuat hati mereka terbuka dan mampu melihat Yesus yang bangkit adalah ketika Ia mengambil roti, memecahkannya, mengucap syukur dan memberikan roti itu kepada mereka. Dalam roti yang dipecahkan dan dibagikan, mereka mengenali  Yesus yang bangkit; mereka lahir baru.

3.Mengalami Yesus yang bangkit berarti berani menghadapi realitas hidup. Mereka kembali ke Yerusalem dengan tanpa takut dan gagah berani. Sekarang mereka memiliki harapan, memiliki kemerdekaan, memiliki kehidupan karena Roh Kristus bertindak dalam diri mereka. Inilah keyakinan mereka: dalam nama Yesus yang bangkit, semua kesulitan dan tantangan hidup bisa diselesaikan.
🇲🇨MS,berkat.id🇲🇨


Renungan Harian GML : DARI AIR MATA KEPEDIHAN MENJADI AIR MATA SUKACITA

Selasa, 23 April 2019


BACAAN
Kej 2:36-41– “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus”
Yoh 20:11-18 – “Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku”

RENUNGAN
1.Yohanes menulis bahwa “mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Mengapa demikian? Karena realitas Kebangkitan belum masuk ke dalam pikiran dan hati, maka Maria Magdalena tetap saja menangis di luar kubur Kristus. Ungkapan menangis di sini hendak mengatakan betapa Maria Magdalena begitu mencintai Tuhan. Bahkan dua malaikat yang ada di situ tidak dapat membujuk dia dengan pertanyaan” “Mengapa engkau menangis?”

2.Penderitaan hidup Maria Magdalena sungguh menyedihkan. Kesedihan dan keputus-asaan telah membawa dia ke dalam kehidupan prostitusi. Dengan harga diri yang hilang, jiwa yang kosong sangat cocok menjadi tempat bersarangnya  setan. Dunia, hawa nafsu, dan setan memandang Maria Magdalena sebagai tempat untuk memuaskan nafsu egoisnya. Tetapi Tuhan Yesus memandang dia dengan berbeda dan mencintai dia dengan berbeda. Cinta Tuhan telah mengubah hidup Maria. Ketika Maria berada di dalam kuburan, hatinya penuh duka cita dan takut seperti ketika ia menyaksikan Tuhan diperlakukan semena-mena, dipukul, dan disalibkan. Maria menyimpulkan, “mereka telah mengambil Tuhanku.” Dalam keadaan tak berdaya membuat dia berkesimpulan: “Dan aku tidak tahu, di mana mereka meletakkan Dia.”

3.Cinta Maria terjadi pada saat yang tepat, di tempat yang tepat, dan untuk orang yang tepat. Air matanya diperuntukkan bagi Tuhannya. Tergerak oleh cinta Maria, Yesus tidak menghendaki Maria tetap berada dalam keadaannya yang menyedihkan. Kristus bertanya kepadanya, “mengapa kamu menangis?” Dengan kata lain, Yesus hendak mengatakan: “Dosa-dosamu di masa lampau tidak lagi memiliki kekuatan atas dirimu. Aku di sini. Aku adalah Kebangkitan, Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan. Aku telah menebus kamu dengan darah-Ku; Aku telah menyerahkan hidup-Ku untukmu.” Untuk meneguhkan Maria, Yesus mengatakan: “Maria.” Ya, Yesus mengenal kita secara pribadi dan mencintai kita dengan cara yang pribadi pula. Kita harus percaya atas kebenaran Kebangkitan. Kita harus percaya kepada Yesus. 🇲🇨MS,berkat.id🇲🇨
----------------------------------------
*NOVENA KERAHIMAN ILAHI HARI KE-LIMA (BCH `1218, 1219)*
---------------------------------------

Renungan Harian GML : MENCARI YESUS DI TEMPAT YANG SALAH

Sabtu, Vigili Paskah, 20 April 2019


BACAAN
Kej 1:1-2:2 – “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya sungguh amat baik”
Kej 22:1-18 – “Kurban Abraham leluhur kita”
Luk 24:1-12 – “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?”

RENUNGAN
1.Telah banyak yang terjadi pada hari-hari terakhir semenjak Tuhan dimakamkan. Sabat menyingsing. Hari itu para murid menanti Maria untuk kemudian bersama dia pergi ke tempat yang sepi dan mengkontemplasikan kematian Tuhan. Sabtu Suci ini memang dikhususkan untuk merenungkan wafat Tuhan. Hari ini adalah hari kepedihan dan harapan. Kita tidak boleh melewatkan hari ini seperti hari-hari lain, karena hari ini berada antara Jumat Agung dan Minggu Paskah. Hari ini adalah hari kontemplasi bersama Maria Bunda Allah.

2.Dengan kematian, secara spontan kita mengatakan: semuanya berakhir. Yesus telah mati. Yesus mengatakan “sudah selesai” ketika Ia tergantung di salib. Mereka tidak  pernah akan mendengar lagi suara-Nya, kekuatan khotbah-Nya, atau karya-karya-Nya yang mengagumkan. Bagi mereka, saat itu, tidak pernah berpikir akan ada kebangkitan. Yang ada hanyalah penderitaan dan kematian. Para perempuan menyiapkan segala sesuatu untuk menyelesaikan meminyaki tubuh Yesus yang telahh mati.

3.Hanya dalam perenungan yang penuh keheningan, kita akan mampu memahami makna kematian Yesus ini. Yesus telah memberitahu semua murid-Nya, apa yang akan terjadi atas diri-Nya, termasuk kebangkitan-Nya. Yesus telah berkata terus terang kepada mereka, namun pikiran mereka tidak siap untuk memahami. Hanya dalam keheningan doa, kita akan memahami dan mempunyai harapan apa yang telah dibuat oleh Yesus. Banyak kali kita berpikir siapa Yesus dan apa yang Ia ajarkan kepada kita, tetapi apa yang kita pikirkan tidak pernah masuk ke dalam hati kita. Kita harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan apa yang Tuhan firmankan dalam Kitab Suci. 🇲🇨🇲🇨MS,www.berkat.id🇲🇨
----------------------------------------
*NOVENA HARI KE-2 PESTA KERAHIMAN ILAHI (BCH 1212. 1213)*

Renungan Harian GML : MEMBUKA KEDOK PENGKHIANAT

Rabu, 17 April 2019


BACAAN
Yes 50:4-9a – “Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi”
Mat 26:14-25– “Anak manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!”

RENUNGAN
1.Kita sering berpikir bahwa Yudas lebih buruk atau lebih jahat dari rasul-rasul lain. Kalau itu benar, setiap orang akan mendugai dia ketika Yesus mengatakan: “seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku.” Mereka akan berpikir: “Itu pasti Yudas. Ia telah mengkhianati Gurunya. Heran, mengapa Yesus memanggil Yudas?” Padahal, Yudas sendiri merasa tidak lebih buruk dibanding rasul-rasul lain. Bila Yudas lebih jahat dan lebih buruk daripada mereka, maka mereka pasti sudah mencurigai Yudas. Kita harus sadar bahwa pelan-pelan kita pun akan bisa menjadi seperti Yudas, pertama-tama dengan mengurbankan prinsip kebenaran demi hal-hal yang lebih menyenangkan. Dalam kehidupan orang Kristen memang selalu ada ketegangan antara setia pada kehendak Allah dan setia pada kehendak sendiri.

2.Para murid bertanya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Mereka bertanya hal tersebut, karena situasinya sangat berbahaya. Orang-orang Parisi telah memutuskan untuk membunuh Yesus. Para murid sadar akan hal itu. Bagi mereka, Yerusalem terlalu bahaya. Mereka membayangkan apa yang akan terjadi, ketika esok hari mengikuti Yesus memasuki Bait Allah. Hidup mereka terancam. Mereka takut luar biasa. Apakah aku juga akan/pernah seperti para murid ini?

3.Yudas memiliki segala sesuatu yang ia butuhkann  untuk menjadi seorang rasul yang besar. Ia orang yang murah hati. Itulah alasan Yesus mengambil dia sebagai rasul. Allah tidak pernah mentakdirkan seseorang pun untuk suatu kegagalan. Jadi, apa yang terjadi dalam diri Yudas? Pada titik tertentu, ia berhenti bekerja sama dalam persahabatan dengan Yesus. Yudas tidak dapat menerima Roti Kehidupan, yaitu tubuh dan darah Kristus (Yoh 6). Yesus tahu siapa yang mengkhianati diri-Nya (Yoh 6:64). Yesus memberi kesempatan kepada Yudas untuk meninggalkan kelompok para rasul dan tetap menjadi orang  yang jujur (Yoh 6:67). Namun Yudas tetap bersama mereka, menjadi seorang munafik – dalam kata-kata Yesus sebagai Iblis – dan mulai mengikuti jalan yang menuju pengkhianatan. Bagaimana aku merawat imanku?

Renungan Harian GML : ARAH PERJALANAN PETRUS YANG BERTABRAKAN DENGAN ARAH PERJALANAN YESUS

Selasa, 16 April 2019


BACAAN
Yes 49:1-6 – “Aku  akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi”
Yoh 13:21-33.36-38– “Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku”

RENUNGAN
1.Petrus mencintai Yesus. Yesus diklaim sebagai sahabatnya yang paling baik. Ia akan melakukan segala sesuatu bagi Yesus. Ia merasakan kekuatan cinta Kristus dan tanpa ragu menyatakan bahwa ia siap mati bagi Yesus. Ketika malam di taman Getsemane, ia menghunus pedang yang tua dan berkarat bagaikan seorang tentara profesional, ia akan menetak telinga seorang hamba Imam Agung. Ada cinta di sana dan ada sebuah maksud serius untuk berkurban demi Yesus. Apakah hal itu dikekehendaki Yesus?

2.Petrus sering kali membuat keputusan yang buruk dan keliru yang ia buat di masa lalu. Lima menit setelah diangkat sebagai kepala para rasul, ia menasehati Yesus untuk meninggalkan rencana Bapa, sebuah rencana memasuki Yerusalem untuk menderita sengsara dan mati. Yesus bereaksi sangat keras, secara total menolaknya. Petrus telah membuat kesalahan fatal dan Yesus menegaskan apa yang dikatakan Petrus sebagai batu sandungan dan tindakan setan, “engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Mat 16:23). Masih banyak lagi kesalahan Petrus. Apa yang Petrus lakukan, seringkali juga kita lakukan, bahkan tiap hari kita membuat banyak kesalahan. Namun demikian, sebagaimana kita tahu, Petrus berhasil untuk menjadi rendah hati dan melayani Tuhan dengan tabah. Bagaimana dengan aku sendiri?

3.Petrus puas. Segala sesuatunya berjalan dengan baik. Akhirnya orang mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Para imam kepala, ahli Taurat dan orang-orang Parisi marah tetapi tanpa daya. Tiap hari mereka mencoba melawan Yesus, namun Yesus selalu mengalahkan mereka. Petrus memiliki sisi kelemahan, namun ia tidak menyadarinya. Jalan keluar yang harus dibuat adalah hanya melakukan  apa yang Yesus perintahkan untuk ia lakukan, namun ia tidak menyadarinya juga. Sama seperti kita. Namun demi Yesus, ia masih yakin bahwa ia tahu apa yang terbaik. Bagaimana dengan aku?
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : MENGAKUI YESUS SEBAGAI MESIAS, ANAK ALLAH

Senin Pekan Suci, 15 April 2019


BACAAN
Yes 42:1-7 – “Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan”
Yoh 12:1-11– “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku”

RENUNGAN
1.Yesus membuat mukjizat yang sungguh meyakinkan – tanda yang pasti bahwa Allah mengutus Dia: Ia membangkitkan seseorang dari mati. Para imam kepala tidak menolak hal ini. Mukjizat ini dibuat tidak jauh dari Galilea. Yesus berada di Betani, persis di luar Yerusalem. Lazarus juga ada di sana. Para imam kepala tidak menerima Yesus sebagai Mesias, tetapi malah menolak dan bertujuan membunuh Dia. Para imam kepala, dan juga kita, harusnya mampu melihat bahwa mukjizat Yesus merupakan tindakan Allah, namun mereka menolak untuk menerimanya. Tidak ada jalan untuk menyadarkan orang-orang bahwa Ia bukan Mesias kecuali membunuh Yesus dan Lazarus. Suatu kenyataan ketika seseorang memiliki relasi dengan Yesus dapat membawa konsekuensi yang mahal harganya. Namun Ia yang dibunuh karena dianggap “kriminal” dibangkitkan dari mati.

2.Secara logika, seharusnya yang menerima Yesus sebagai Mesias adalah para imam kepala, ahli kitab, dan orang-orang Parisi, karena mereka adalah yang paling tahu tentang Kitab Suci. Namun, dengan beberapa kekecualian (Nikodemus dan Yusup dari Arimatea), mereka gagal mengenal Yesus sebagai Mesias. Jalan Allah bukan jalan kita. Rencana dan tindakan Allah tidak bisa dipahami hanya dengan pikiran rasional. Hati yang keras membuat kita melihat karya baik orang lain sebagai jahat dan berasal dari setan. Bukankah hal ini sering kita buat?

3.Problem orang Parisi adalah kesombongan. Mereka pikir bahwa mereka memahami segala sesuatu. Mereka pikir bahwa Yesus tidak mungkin menjadi Mesias. Dengan demikian pengharapan mereka akan Mesias tak pernah akan terpenuhi dan mereka tidak siap untuk berubah, karena merasa diri tidak pernah bersalah. Dengan alasan yang sangat lemah, mereka selalu memojokkan Yesus: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah orang  perempuan yang menjamah-Nya ini” (Luk 7:39); “Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea”’ (Yoh 7:52). Allah tidak pernah menyesuaikan diri terhadap rencana dan pikiran kita. Ia mengharapkan kitalah yang menyesuaikan dengan rencana dan pikiran Allah.
*🇮🇩MS,www.berkat.id🇮🇩*

Renungan Hatian GML : JALAN HIDUP YESUS JALAN HIDUP KITA

Sabtu, 13 April 2019



BACAAN
Yeh 37:21-28 – “Aku akan menjadikan mereka satu bangsa”
Yoh 11:45-56–

RENUNGAN
1.Injil hari ini berupa tanggapan terhadap Yesus yang baru saja membangkitkan Lazarus dari mati. Orang-orang yang menyaksikan mukjizat ini percaya kepada-Nya, tetapi yang lain tidak percaya. Dan mereka ini bagaikan “menyiramkan bensin ke atas bara api” sebagai perlawanan terhadap Yesus dengan mencari-cari alasan untuk menghukum Dia.

2.Mengapa orang-orang Parisi begitu melawan pewartaan dan tindakan Yesus? Karena ada rasa iri hati dan ketakutan jangan-jangan kekuasaan mereka hancur karena ulah Yesus tersebut. Para pejabat keagamaan pada waktu itu merasa diri sebagai penjaga iman yang diwarisi dari nenek moyang mereka. Mereka tidak tertarik siapa sesungguhnya Yesus, pewartaan dan tugas perutusan-Nya. Mereka hanya tertarik kepada hidup keagamaan yang mapan dan tak terusik . Dan Yesus sebagai ancaman. Karena mereka melawan Yesus, maka sebenarnya mereka juga melawan Allah dan rencana-Nya. Penolakan dan perlawanan mereka terhadap Yesus telah membawa-Nya mati bagi seluruh bangsa. Tidak hanya bagi seluruh bangsa tetapi juga menyatukan semua anak Allah yang tercerai berai.

3.Kita hanya dapat membayangkan pikiran dan perasaan Yesus, ketika penderitaan dan kematian-Nya mulai terbuka. Yesus tahu bahwa mereka menghendakinya. Yesus sepenuhnya taat kepada kehendak Allah. Dia adalah Allah yang kelihatan, Alah yang setia, mengampuni, bersatu dengan manusia dan berkurban bagi kita. Apa salahnya kalau kita memiliki cara hidup Yesus ini: setia, rendah hati, rela berkurban, dan saling mengampuni?
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : TINDAKAN BERBICARA LEBIH LANTANG DARIPADA KATA-KATA

Jumat, 12 April 2019


BACAAN
Yer 10:10-13 – “Tuhann menyertai aku seperti pahlawan gagah”
Yoh 10:31-42 – “Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka”

RENUNGAN
1.Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa iman kita didasarkan tidak hanya pada  apa yang dijanjikan Allah, tetapi juga pada apa yang telah Ia perbuat. Yesus menunjukkan bahwa karya-Nya sebagai dasar untuk beriman kepada-Nya sebagai Anak Allah: “Jikalau kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, …” Pekerjaan yang paling besar dari Yesus adalah kebangkitan-Nya dari mati, yang akan kita rayakan tidak lama lagi. Kerja selalu lebih kuat daripada kata-kata. Kata-kata bisa menyadarkan pikiran, tetapi kerja menggerakkan kehendak untuk action. Yesus melanjutkan karya Bapa sampai hari ini, khususnya dalam Ekaristi dan sakramen Tobat dan sakramen-sakramen lainnya. Dan karya Kristus memiliki kekuatan untuk mengubah.

2.Kita tidak pernah boleh meremehkan kekuatan dan pentingnya kesaksian dalam dunia sekarang. Tiap hari tiap saat kita dibanjiri informasi apa saja, mulai dari hoax, fitnah, kata-kata bujuk rayu dari tim pemenangan capres, iklan, dan slogan. Melawan kebisingan seperti ini, kesaksian kerja dengan jujur dan benar berbicara jauh lebih lantang daripada suara bising lewat medsos: fb, twitter, instagram, wag, tv, dan koran. Paus Paulus VI berkata: “Orang-orang zaman sekarang membutuhkan kesaksian daripada adu argumen dan debat.”

3.Firman Allah memiliki kemampuan khusus untuk menghunjam masuk ke dalam hati dan kesadaran manusia. Kita perlu percaya kemampuan daya ubah Kitab Suci. Ketika Firman dicerna dalam diri orang beriman, kekuatannya menjadi berlipat ganda, bahkan lebih. Misteri ini terus diulang-ulang dalam kehidupan Gereja. Di mana ada perlawanan paling sengit terhadap pesan Kitab Suci, di sana juga ada pertobatan paling besar. “Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah” (Rom 5:20). Kebenaran ini hendaknya menyemangati kita dari rasa malas dan putus asa dalam usaha mewartakan pesan Kitab Suci.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : MENURUTI FIRMAN-NYA

Kamis, 11 April 2019


BACAAN
Kej 17:3-9 – “Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa”
Yoh 8:51-59– “Abraham bapamu bersukacita, bahwa ia akan melihat hari-Ku”

RENUNGAN
1.Dalam Injil hari ini, Yesus mengadakan percakapan dengan orang-orang Yahudi. Topik percakapan:  tentang kematian. Ada pemahaman yang berbeda antara Yesus dengan mereka. Bagi orang Yahudi, kematian adalah kematian phisik, sedangkan Yesus memandangnya dari segi rohaninya. Kristus mengingatkan kita tentang gawatnya kematian rohani ini, yang disebabkan oleh dosa. Maka dalam Litani Para Kudus, Gereja secara tradisional berdoa agar dibebaskan dari kematian kekal (mors perpetua). Prapaskah merupakan masa untuk menghapus semua bentuk kejahatan dari diri kita, melalui doa, pertobatan, dan amal kasih.

2.Teman bicara Yesus tidak pernah mampu memahami arti kata-kata-Nya karena mereka berpikir dari sudut materiil jasmaniah semata. Hanya dengan iman dan bantuan Roh Kudus, kita dapat memahami Allah. Dunia sekarang ini sudah dijiwai roh materialisme. Bagi mereka, solusi apa pun bisa diselesaikan dengan uang, tidak perlu yang rohani. Tetapi tahukah bahwa semakin kita kaya dalam hal materiil dan berkemampuan teknologi tinggi, hati kita semakin kosong. Benda-benda materiil perlu, karena kita merupakan bagian daripadanya. Tapi kalau kita hanya semata-mata fokus pada dunia materiil, tidak pernah mampu memenuhi kebutuhan terdalam manusia. Tuhan berkata: “Rohlah yang memberi hidup” (Yoh 6:63). Sebagai orang beriman, kita harus melihat hidup kita dan dunia kita dari terang rohani, supaya kita tidak buta terhadap kebenaran yang mengatasi dunia materiil.

3.Tantangan Yesus untuk membangkitkan hati dan jiwa para lawan-Nya ke arah level spiritual, menimbulkan perlawanan  dahsyat. “Mereka mengambil batu untuk melempari Dia.” Kristus selalu menantang kita untuk tujuan yang lebih tinggi. Bagaimana aku menanggapi tantangan Kristus ini?

Renungan Harian GML : KEBENARAN YANG MEMERDEKAKAN

Rabu, 10 April 2019

BACAAN
Dan 3:14-20.24-25.28 – “Mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka”
Yoh 8:31-42 – “Tetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun  benar-benar merdeka”

RENUNGAN
1.Iman itu sungguh tidak riil, jika tidak sampai berpengaruh pada sikap dan pilihan-pilihan konkret kita.  Untuk itu kita harus tetap dalam Kristus, artinya menyesuaikan hidup kita dengan hidup Kristus dan keutamaan-keutamaan-Nya, khususnya belaskasih. Iman mendapatkan wujud nyata dalam tindakan belas kasih. Tidak ada orang yang beseru Tuhan, Tuhan akan masuk surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa. Tetap dalam Kristus berarti juga mengusahakan kekudusan, melalui kebiasaan baik setiap hari. Apakah aku berada dalam Kristus dan mewujudkannya dalam hidupku?

2.Kristus menyatakan secara tidak langsung bahwa ada murid-murid yang benar dan yang salah. Hanya ada satu cara membedakan dari keduanya, yaitu apakah mereka merengkuh Sabda-Nya, tidak hanya sebagai cita-cita, tetapi juga sebagai hukum dalam hidupnya. Godaan untuk memisahkan iman dari kehidupan sehari-hari tidak jauh dari kita. Kalau hal ini terjadi, apa artinya mengikuti Kristus sebagai anggota Tubuh-Nya, yaitu Gereja?

3.Kebebasan yang dijanjikan oleh Kristus kepada mereka yang tetap dalam Sabda-Nya, jauh lebih dalam daripada kebebasan yang ditawarkan oleh dunia. Kebebasan yang ditawarkan Kristus adalah kebebasan rohani, moral dan batin; hal ini merupakan kebebasan yang dirindukan oleh setiap orang. Dan hanya Kristus yang bisa memberikan kebebasan seperti ini.
🇮🇩MS,www.berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : HIDUP YANG MENYENANGKAN HATI ALLAH

Selasa, 9 April 2019


BACAAN
Bil 21:4-9 – “Setiap orang yang terpagut ular, jika ia memandang ular tembaga itu, ia akan tetap hidup”
Yoh 8:21-30 – “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu thu bahwa Akulah Dia”

RENUNGAN
1.Kita mengakui bahwa Yesus Kristus turun dari surga untuk kita dan untuk keselamatan kita. Ia datang ke dunia ini tanpa menjadi milik dunia. Ajaran-Nya menuntut setiap orang untuk memiliki  cita-cita yang paling tinggi dan termulia. Jalan hidup-Nya, gaya hidup-Nya, kritik-Nya terhadap jalan dan gaya hidup anak-anak dunia tidak tanpa perlawanan. Dalam pikiran, kata-kata dan tindakanku, apakah aku berusaha untuk menjadi bagian dari “apa yang di atas?”

2.Ketika kita mencintai seseorang, kita mengatakan tentang kebenaran yang sesungguhnya dari orang itu, bahkan ketika kebenaran itu membuatnya tidak nyaman, menyakitkan, dan menuntut. Yesus Kristus sebagai Anak Allah telah mencintai kita dari sononya. Cinta-Nya mendorong-Nya untuk mengatakan kebenaran tentang relasi kita dengan Bapa yang penuh belaskasih. Oleh karena itu hidup kita sudah seharusnya selalu penuh syukur, taat dan tidak ada yang memisahkan hidup kita dari Tuhan. Untuk menjadi milik Yesus dan apa yang di atas, kita harus berusaha membuka hati dan pikiran terhadap kebenaran-Nya, terutama di mana Tuhan menuntut perubahan dan pertobatan.

3.Cinta mengubah keinginan dan maksud kita. Ketika kita mencintai seseorang, kita ingin menyenangkan orang itu dalam segala hal. Yesus mencintai Bapa, oleh karena itu Ia melakukan apa yang menyenangkan hati Bapa, bahkan ketika Bapa menuntut Yesus untuk memeluk penderitaan, siksaan, dan kematian. Ia mengalami hal ini agar kita memperolehkan kebangkitan dan hidup kekal. Jika kita mencintai Kristus, kita sudah seharusnya melakukan apa yang menyenangkan hati-Nya. Apa yang menyenangkan Kristus? Imanku, harapanku, cintaku, kesetiaanku, dan kerendahan hatiku. Juga penyangkalann diriku.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩


Renungan Harian GML : DALAM TERANGMU KAMI MELIHAT TERANG

Senin, 8 April 2019

BACAAN
Yoh 8:12-20 – “Akulah terang dunia”

RENUNGAN
Dunia membutuhkan terang. Kristus datang ke dunia mengajarkan kepada kita tentang Bapa-Nya. Hidup Kristus merupakan sebuah mercusuar di tengah-tengah kehidupan yang suram, murung, dan tanpa arah. Kesaksian hidup-Nya menerangi pikiran dan hati kita. Yesus berkata: “Akulah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.” Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Bapa. Semua yang ada tercipta melalui Sang Sabda. Tetapi ciptaan sendiri dirusak oleh dosa manusia. Sabda menjadi manusia untuk membuat segalanya baru. Maka semua ciptaan harus melalui Sabda untuk sampai kepada Bapa. Yesus adalah Kebenaran tentang Allah dan tentang manusia. Hanya dalam Yesus, kita akan menemukan arti, maksud dan nilai tentang diri kita sendiri. Dan Yesus adalah Sang Kehidupan itu sendiri. “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (Yoh 1:4).

Renungan Harian GML : KEBENARAN DAN CINTA

Sabtu, 6 April 2019

BACAAN
Yer 11:18-20– “Aku seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih”
Yoh 7:40-53 – “Apakah engkau juga orang Galilea?”

RENUNGAN
1.Sebelum perikope Injil hari ini, Tuhan Yesus telah berbicara tentang Diri-Nya sebagai air hidup (Yoh 7:38), dan menimbulkan reaksi dari banyak orang. Pertama-tama, mereka berpikir bahwa Yesus adalah seorang nabi, tetapi kemudian mulai percaya bahwa Ia adalah Mesias. “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yoh 6:37). Bahkan para satpam bait Allah tidak bisa menangkap dan membawa Dia, karena mereka begitu tertegun dengan kata-kata-Nya. Kristus mengatakan kepada para rasul-Nya untuk tidak mempersiapkan diri ketika mereka di hadapan para hakim (Mrk 13:11). Bagi Yesus, hidup dalam kebenaran merupakan persiapan terbaik dalam menjawab ketika kita dalam paksaan.

2.Nikodemus berusaha membela Yesus, tetapi para pemimpin tidak ingin bertemu dengan Yesus dan tidak ingin mendengarkan Dia. Sikap keras kepala para pemimpin menjadikan mereka error: “Tidak ada nabi yang datang dari Galilea.” Padahal Yunus dan Hosea adalah nabi-nabi yang berasal dari Galilea. Mereka tidak hanya error, tapi juga benci dan iri hati. Mereka menuduh Yesus telah memalsukan identitas diri-Nya. Apakah aku malu ketika harus mengatakan kebenaran?

3.Kebenaran sering sukar untuk disembunyikan. Secara khusus, kebenaran tentang Kristus dalam hidup kita, Dia adalah Tuhan dan Penyelamat. Ia patut mendapatkan segalanya dari kita. Memang iman kita nampak irrasional dalam dunia yang menghargai kemajuan teknologi dan mengejar untuk menjadi nomer satu. Tapi bagi orang-orang Kristen, dalam perjalanan sepanjang segala abad, percaya kepada Yesus Kristus merupakan sebuah pengalaman kebebasan yang sesungguhnya. Dalam percaya kepada Kristus, kita memiliki kebebasan untuk mencintai, yang sungguh-sungguh manusiawi dan ilahi, cinta seperti Kristus yang telah mencintai kita secara total sampai mati di kayu Salib.
🇮🇩MS,www.berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : PERCAYA DAN CINTA

Jumat, 5 April 2019


BACAAN
Keb 2:1a.12-22 – “Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya”
Yoh 7:1-2.10.25-30 – “Orang-orang Parisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba”

RENUNGAN
1.Banyak orang bereaksi menurut instingnya dan berkelahi sampai mati ketika harga dirinya diganggu. Tetapi Yesus menunjukkan sikap yang sama sekali lain ketika Ia ditantang. Ia selalu tenang dan bisa menguasai diri dalam setiap situasi. Ia tahu bahwa tak sehelai rambut pun akan jatuh dari kepala-Nya, kecuali Bapa menghendaki. Banyak kali ketakutan menguasai kita ketika kita berhadapan dengan tantangan, pencobaan, bahkan hantu. Untuk mengalahkan ketakutan, kita butuh lebih percaya, lebih berharap, dan mencintai Kristus jauh lebih banyak.

2.Yesus berencana tinggal di daerah Galilea. Tetapi karena ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa, Yesus meneruskan perjalanan-Nya menuju Yudea. Di sana, Ia melupakan bahaya yang mengancam diri-Nya. Kristus merasakan kekuatan ketika Ia melihat domba-domba tanpa gembala di Yudea. Tak ada yang menyurutkan ketetapan hati-Nya untuk memberi makan kepada jiwa jiwa-jiwa yang lapar, menyembuhkan berbagai penyakit, dan mengajarkan kepada mereka yang sederhana dan dianggap bodoh. Cinta telah memberikan kemampuan untuk lebih memberikan diri-Nya. Cinta melindungi diri dari prasangka buruk dan keluhan-keluhan.

3.Para prajurit berusaha menangkap Yesus tetapi gagal. Bapa telah memutuskan bahwa Anak-Nya belum akan diserahkan. Penyakit kanker, tanah longsor, banjir, teror, fitnah, hoax – dan semua yang mengancam kita – tidak seharusnya membuat kita takut. Percaya adalah percaya. Yesus mengundang kita untuk percaya. Iman membuat seseorang memiliki kekuatan yang hebat. Hal penting dalam kehidupan kita adalah mengarahkan pikiran dan usaha-usaha kita fokus pada kehendak Allah dan mewujudkannya dalam perbuatan baik serta melayani orang lain dengan murah hati. “Carilah Kerajaan Allah, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu” (Luk 12:31).
🇮🇩MS,www.berkat.id🇮🇩

MEMURNIKAN MOTIVASI SETIAP TINDAKAN DEMI KEMULIAAN ALLAH

Kamis, 4 April 2019

*MEMURNIKAN MOTIVASI SETIAP TINDAKAN DEMI KEMULIAAN ALLAH*

*BACAAN*
*Kel 32:7-14* – “Allah menyesali malapetaka yang dirancang-Nya atas Umat-Nya”
*Yoh 5:31-47* – “Yang mendakwa kamu adalah Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapan”

*RENUNGAN*
1.Yesus berkata, “Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia.” Mengapa? Hanya Bapa yang pantas mendapatkan pujian dan hormat, karena Ia pencipta segala sesuatu. Menyadari dan menerima hal ini sungguh merupakan jalan  menuju kesucian. Yesus adalah Allah, tetapi Ia telah meninggalkan begitu banyak contoh bagaimana kita mencari kemuliaan Allah dan bukan kemuliaan kita sendiri. Ketika kita hanya mencari “kelompok pencinta” kita sendiri, kita merampok kemuliaan Allah. Ketika kita mencari pujian dari manusia dan bekerja keras agar diterima oleh mereka, kita sedang melakukan bunuh diri. Tetapi, dengan memurnikan maksud dan tujuan  dan memuliakan Allah lewat tindakan dan pikiran kita, kehidupan kekal diberikan kepada kita.

2.Ada keuntungan tersendiri jika kita hanya mencari kemuliaan Allah. Manfaat yang dicapai adalah hidup yang teratur,  belajar mengutamakan hirarki nilai, mana yang penting dan mana yang tidak penting. Untuk itu kita butuh motivasi yang tepat bagi tindakan-tindakan kita.

3.Jika jiwa hanya bekerja demi kemuliaan Allah, jaminan dari Allah menyertainya. Tidak masalah berapa banyak rintangan dan salah paham menyerang dirinya, jiwa yang mengikuti kehendak Tuhan akan menikmati damai sejati.
🇮🇩MS,www.berkat.id)

Renungan Harian GML : KERINDUAN UNTUK DISEMBUHKAN

Selasa, 2 April 2019

BACAAN
Yeh 47:1-9.12– “Saya melihat air mengalir dari dalam Bait Suci ke mana saja air itu mengalir, semua yang ada di sana hidup”
Yoh 5:1-16 – “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah”

RENUNGAN
1.Sakit 38 tahun. Bayangkan. Betapa menderitanya orang yang besangkutan dan keluarganya. Oleh kalangan umum, penyakit tersebut dikarenakan ia penuh dosa. Dalam 1 Yoh 2:16 ada tiga penyakit rohani, yaitu “keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan.” Mungkin kita pun mengalami penyakit-penyakit itu, walau pun secara phisik nampak sehat. Maka kita membutuhkan Kristus untuk kesembuhan. Yang kita butuhkan hanyalah sikap menyesal dan tobat secara mendalam dengan hati yang remuk redam.

2.Tak ada yang mustahil bagi Kristus. Yesus menyembuhkan segala macam penyakit, juga mengampuni dosa. Orang yang sakit tersebut mengungkapkan kelemahannya secara rinci: ketika ia mencoba untuk masuk kolam, orang lain sudah mendahuluinya. Tanpa ungkapan kelemahan ini, mungkin ia tidak disembuhkan. Yesus tergerak hati-Nya oleh dua kelemahan orang tersebut. Apa obat untuk semua penyakit kita? Hadir di hadapan Kristus sebagaimana  adanya kita, tanpa ada yang perlu kita tutup-tutupi. Kita menyampaikan semua kelemahan dan kehancuran hidup kita, dan Kristus akan tergerak oleh belas kasihan.

3.Yesus berkata,  “engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi.” Akan sangat kasihan jika orang ini, setelah disentuh dan dipulihkan oleh Yesus, berbuat dosa lagi. Yesus memberi kesempatan orang itu untuk menggunakan waktu dan energinya demi Kerajaan Allah. Jadi harapannya, penyembuhannya akan  menghasilkan buah-buah pertobatan dan menjadikan dia bentara Kerajaan Allah. Apakah hasil dari pertobatanku?
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta