Senin, 18 Februari 2019

Renungan Harian GML : MENCINTAI KRISTUS?
Senin, 18 Pebr 2019

BACAAN
Kej 4:1-15.25 – “Kain memukul Habel, adiknya, lalu membunuh dia”
Mrk 8:11-13 – “Mengapa angkatan ini meminta tanda?”

*RENUNGAN*
1. Yesus sungguh mencintai kita dan tidak pernah menolak jiwa yang rendah hati yang meminta apa yang baik yang ia butuhkan demi keselamatan dan kepenuhan jiwanya. Jika kita menginginkan seperti apa yang diinginkan oleh orang-orang Parisi, maka Allah akan pergi meninggalkan kita dan kehidupan rohani kita menjadi dingin dan beku. Bila hal ini terjadi, maka saatnya bagi kita untuk memurnikan kembali hati kita yang egois. Kita menghendaki kebahagiaan banyak hal, tetapi Kristus menginginkan kita untuk menerima apa yang menjadi kehendak-Nya. Itulah kepenuhan hidup.

2. Yesus hadir dan berbicara kepada jiwa kita agar kita selalu tumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Tetapi Tuhan akan diam dan pergi, jika kita menyeret Dia untuk mengikuti pikiran dan kalkulasi kita. Dia bukanlah Superman yang hanya datang ketika kita menghadapi hal-hal buruk. Lebih dari itu, Kristus ingin selalu campur tangan dalam kehidupan kita. Dia menginginkan kita selalu bersatu dengan-Nya dan mencurahkan rahmat-Nya dari hari ke hari, dan membagikan hidup-Nya untuk kita. Ia menghendaki hidup yang penuh percaya kepada-Nya seperti kepercayaan seorang anak kecil

3. Kristus memberikan tanda-tanda pasti kedatangan-Nya dalam hidup kita. Pertama, dalam tanda salib. Hanya iman yang akan memahami tanda salib ini. Di sana terjadi perjumpaan antara dosa kita dan belaskasih Allah. Dosa merupakan kejahatan yang membuat hidup kita menyimpang. Obat untuk itu adalah Salib Kristus. Tanda yang lain adalah Ekaristi. Ekaristi merupakan tanda yang paling kuat, karena di dalamnya Kristus hadir, merendahkan diri-Nya untuk tinggal bersama kita. Dalam rupa roti dan anggur Ia mengunjungi kita. (MS,berkat.id)

Yang tlah berlalu biarlah berlalu

0 komentar:

Posting Komentar

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta