Jumat, 15 Maret 2019

Renungan Harian GML : MENJADI SUCI
Jemuah Wage, Jumadil Akhir 1952


BACAAN
Yeh 18:21-28 – “Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan, supaya ia hidup?”
Mat 5:20-26– “Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu”

RENUNGAN
1.Bagaimana dengan para ahli kitab dan orang-orang Parisi? Mereka hanya nampak suci, tetapi tidak memiliki kesucian sama sekali. Bagaimana jiwa mereka? Penuh penipuan diri, puas diri dengan hal-hal yang menurutnya nampak suci untuk dirinya sendiri. Cukup mudah bagi kita untuk membaca Kitab Suci dan mengernyitkan dahi terhadap sikap-sikap orang Parisi, tetapi tidak sampai tertarik pada kesucian. Inilah mengapa kita harus selalu memeriksa diri kita di hadapan Tuhan.

2.Kerendahan hati merupakan batu penguji sesungguhnya akan kesucian. Kesombongan dan kesucian pribadi bercampur seperti minyak dan air. Ketika egoisme muncul dalam diri kita, ruang untuk Allah menjadi hilang. Mungkinkah terjadi persahabatan dengan Allah dalam jiwa yang sombong? Tidak ada kompromi antara Allah dengan jiwa yang sombong.

3.Inti dari kesucian adalah kejujuran, artinya dalamnya dan luarnya sama. Sungguh, kejujuran merupakan dasar atau pondamen kesucian, karena dalam kejujuran terdapat ketulusan dan keterus-terangan. Dalam usaha kita untuk sampai kepada kesucian, tidak boleh ada sikap mendua. Kita harus menghindari ambivalensi yang terkecil sekali pun dalam motivasi-motivasi kita, atau ketidak pantasan antara pikiran, keputusan, pilihan, dan tindakan kita. Tidak mungkin ada kesucian tanpa kejujuran.

Yang tlah berlalu biarlah berlalu

1 komentar:

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta