GOA MARIA LAWANGSIH

Kulo meniko Abdi Dalem Gusti,
sendiko dawuh Dalem Gusti
image
Tentang,

Goa Maria Lawangsih

"Menemukan Tuhan dalam keheningan "

Goa Maria Lawangsih terletak di Perbukitan Menoreh, perbukitan yang memanjang, membujur di perbatasan Jawa Tengah dan DIY, (Kabupaten Purworejo dan Kulon Progo). Di tengah perbukitan Menoreh, bertahtalah Bunda Maria Lawangsih (Indonesia: Pintu/Gerbang Berkat/Rahmat). Goa Maria Lawangsih berada di dusun Patihombo, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Secara gerejawi, masuk wilayah Paroki Administratif Santa Perawan Maria Fatima Pelemdukuh, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang. Lokasi Goa Lawangsih hanya berjarak 20 km dari peziarahan Katolik Sendangsono, 13 km dari Sendang Jatiningsih Paroki Klepu.

Me

Me

Suasana perarakan

Lantunan Ave Maria mengiringi perjalanan perarakan , sakral
Me

Peletakan Patung

Suasana peletakan patung Bunda Maria
Me

Suasana perarakan

Antusias Umat mengikuti perarakan lilin

SEJARAH

Me
Goa Pangiloning leres

Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Pengiloning Leres adalah cikal bakal Goa Maria Lawangsih, merupakan goa alam, namun hanya kecil. Letak Goa Pengiloning Leres yang berada di atas Gereja SPM Fatima Pelemdukuh, tidak terlalu jauh dari Goa Maria Lawangsih. Di samping goa, bertahtalah Patung Kristus Raja yang memberkati yang tingginya 3 meter.Goa ini (pangiloning leres) berada lebih tinggi daripada Gereja SPM Fatima. Legenda yang berkembang mengatakan bahwa bukit di Goa Pengiloning Leres ini adalah (Jawa: gedogan) kandang Kuda Sembrani. Banyak orang mengalami peristiwa bahwa hampir setiap Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon mendengar suara gaduh, (Jawa: pating gedobrak). Konon katanya, goa ini dulunya dipakai oleh para makhluk halus sebagai kandang kuda Sembrani. Hal ini terbukti dengan adanya sebuah mata air di bagian bawah bukit yang bernama “benjaran” yang berarti tempat minum kuda.

Me
Patung Kristus Raja

Di bawahnya terdapat Kapel (Gereja) yang sebagian dindingnya adalah Batu Karang (asli) yang ingin menunjukkan bagaimana Gereja yang dibangun Yesus di atas Batu Karang. Bila kita melihat segi arsitekturnya dari sisi luar Kapel,mungkin saja akan kalah bila dibandingkan dengan gereja yang terdapat di kota besar lainnya. Namun, bila kita masuk ke dalam Gereja kita akan melihat beberapa lukisan yang indah dimana Gerbang Kerajaan Surga tergambar indah di dinding. Adapula kisah pembangunan yang penuh perjuangan karena Gereja sulit mendapatkan tanah pada waktu itu. Namun sempat pula Romo YB. Mangunwijaya, Pr sempat meneliti dan mereka-reka arsitektur Kapel Stasi Pelemdukuh yang alami. Namun tidak ada informasi yang tepat, mengapa Romo YB. Mangunwijaya, Pr tidak melanjutkan arsitektur di Kapel tersebut.

Me
Sejarah lengkap

Awalnya, Goa Lawa hanyalah tanah grumbul (semak belukar) yang memiliki lubang kecil di pintu goa (+1 m2), namun lorong-lorongnya bisa dimasuki oleh manusia untuk mencari kotoran Kelelawar sampai kedalaman yang tidak terhingga. Namun karena faktor tidak adanya penerangan dan suasana dalam goa yang pengap, maka tidak banyak penduduk yang bisa masuk ke dalam goa. Pada tahun 1990-an, Goa Lawa sempat dijadikan oleh Muda-Mudi Stasi Pelemdukuh untuk tempat memulai berdoa Jalan Salib (Stasi), namun setelah itu tidak ada perkembangan yang berarti sampai tahun 2008. Pada bulan Juli 2008 . Pembangunan Goa Maria Lawangsih untuk menjadi tempat berdoa (Panti Sembahyang) adalah atas inisiatif Romo Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda Nanggulan ini yaitu Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr, setelah beberapa kali masuk dan meneliti kemungkinan Goa Lawa menjadi tempat doa SELENGKAPNYA >>>

Me
Menemukan Tuhan Di dalam Keheningan

Kesan pertama para peziarah ketika kita datang adalah suasana hening yang menyejukkan hati, jauh dari keramaian. Suara gemericik air, kicauan burung, tiupan angin, udara yang sejuk akan membuat kita semakin mensyukuri indahnya ciptaan Tuhan. Suasana ini lah yang membawa kita pada suatu situasi yang sangat mendukung bila ingin memanjatkan doa.Keindahan GM ini bukan hanya struktur gua yang benar-benar gua tetapi sekaligus situasi doa yang muncul dari dirinya. Bila doa adalah tujuan dan hasil yang diinginkan orang saat pergi ke Gua Maria, GM Lawangsihpun dapat dikatakan sebagai “ conditio sine qua non “ dari doa si peziarah.

Me
Eksotisme Goa Alam

Kekhasan Goa Maria Lawangsih yakni eksotisme goa alamnya. Goa ini sungguh merupakan goa alam kedua di Keuskupan Agung Semarang setelah Goa Maria Tritis Wonosari, Gunungkidul. Seperti yang kita ketahui, tidak banyak tempat doa yang berupa goa yang merupakan goa alami. Goa Lawangsih merupakan salah satu goa alami, goa ini cukup besar, lengkap dengan sungai kecil yang mengalir di dalam goa dan dihiasi oleh stalaktit stalagmit yang indah.Di belakang Patung Bunda Maria, terdapat lorong goa yang sangat panjang, dalam dan indah dengan stalagtit dan stalagmit yang mempesona, di dalamnya juga terdapat sumber air yang mengalir tiada henti, jernih dan sejuk, yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar goa Maria. Kelak air ini akan ditampung dan dijadikan tempat “menimba air kehidupan” dan untuk kebutuhan sehari-hari. Sungguh ajaib, Bunda Maria juga memberikan berkatNya

Me
Disinilah saat aku Hening

Salah satu Kelebihan struktur Goa Maria Lawangsih mampu memberikan efek yang sangat dasyat ,Inilah gua. Saat mencoba masuk lebih dalam, hanya keheningan yang muncul. Suara di dalam adalah keheningan. Tak ada suara selain diam. Suara sedikit "mbengung" mendominasi telinga. Dalam suasana seperti itu, manusia diajak bertemu dengan dirinya sendiri. Di depan tempat Doa, ditempatkan patung Yesus."Disinilah saat aku Hening",keheningan, hasrat ingin lama berdoa ,menjadi tempat yang membantu orang, dengan keheninganya, untuk menemukan Tuhan.

Me

SLAKA

SLAKA : Sholawat Katolik merupakan salahsatu Inkulturasi Gereja terhadap Budaya Jawa ,biasanya di adakan malam jumat kliwon setiap bulan Mei
Me

SLAKA SABDO SUCI

Paguyuban Kesenian Tradisional Sloka (sholawatan katolik) Sabda Suci. Paguyuban ini kurang lebih memiliki anggota 30 orang, yang range umurnya cukup jauh (dr muda sampai tua)
Me

sekilas slaka

Kesenian Sloka mengajak kita mendalami dan menghayati babad suci atau kitab suci perjanjian lama dengan melagukan secara tradisional, mulai dari kisah penciptaan sampai menjelang kelahiran Yesus, sehingga sloka berisi tentang nabi-nabi, sejarah, dan nabi besar yang tertuang dalam kitab suci perjanjian lama.
Me

sekilas slaka

Peralatan yang digunakan sangat sederhana, dibuat seperti pada awal mula dibentuknya paguyuban ini, misalnya kendang : kendang yang digunakan adalah kendang buntung, bukan kendang batangan, yang merupakan warisan nenek moyang.
ARTIKEL

Renungan Harian GML : DARI AIR MATA KEPEDIHAN MENJADI AIR MATA SUKACITA

Selasa, 23 April 2019


BACAAN
Kej 2:36-41– “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus”
Yoh 20:11-18 – “Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku”

RENUNGAN
1.Yohanes menulis bahwa “mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Mengapa demikian? Karena realitas Kebangkitan belum masuk ke dalam pikiran dan hati, maka Maria Magdalena tetap saja menangis di luar kubur Kristus. Ungkapan menangis di sini hendak mengatakan betapa Maria Magdalena begitu mencintai Tuhan. Bahkan dua malaikat yang ada di situ tidak dapat membujuk dia dengan pertanyaan” “Mengapa engkau menangis?”

2.Penderitaan hidup Maria Magdalena sungguh menyedihkan. Kesedihan dan keputus-asaan telah membawa dia ke dalam kehidupan prostitusi. Dengan harga diri yang hilang, jiwa yang kosong sangat cocok menjadi tempat bersarangnya  setan. Dunia, hawa nafsu, dan setan memandang Maria Magdalena sebagai tempat untuk memuaskan nafsu egoisnya. Tetapi Tuhan Yesus memandang dia dengan berbeda dan mencintai dia dengan berbeda. Cinta Tuhan telah mengubah hidup Maria. Ketika Maria berada di dalam kuburan, hatinya penuh duka cita dan takut seperti ketika ia menyaksikan Tuhan diperlakukan semena-mena, dipukul, dan disalibkan. Maria menyimpulkan, “mereka telah mengambil Tuhanku.” Dalam keadaan tak berdaya membuat dia berkesimpulan: “Dan aku tidak tahu, di mana mereka meletakkan Dia.”

3.Cinta Maria terjadi pada saat yang tepat, di tempat yang tepat, dan untuk orang yang tepat. Air matanya diperuntukkan bagi Tuhannya. Tergerak oleh cinta Maria, Yesus tidak menghendaki Maria tetap berada dalam keadaannya yang menyedihkan. Kristus bertanya kepadanya, “mengapa kamu menangis?” Dengan kata lain, Yesus hendak mengatakan: “Dosa-dosamu di masa lampau tidak lagi memiliki kekuatan atas dirimu. Aku di sini. Aku adalah Kebangkitan, Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan. Aku telah menebus kamu dengan darah-Ku; Aku telah menyerahkan hidup-Ku untukmu.” Untuk meneguhkan Maria, Yesus mengatakan: “Maria.” Ya, Yesus mengenal kita secara pribadi dan mencintai kita dengan cara yang pribadi pula. Kita harus percaya atas kebenaran Kebangkitan. Kita harus percaya kepada Yesus. 🇲🇨MS,berkat.id🇲🇨
----------------------------------------
*NOVENA KERAHIMAN ILAHI HARI KE-LIMA (BCH `1218, 1219)*
---------------------------------------

Renungan Harian GML : MENCARI YESUS DI TEMPAT YANG SALAH

Sabtu, Vigili Paskah, 20 April 2019


BACAAN
Kej 1:1-2:2 – “Allah melihat segala yang dijadikan-Nya sungguh amat baik”
Kej 22:1-18 – “Kurban Abraham leluhur kita”
Luk 24:1-12 – “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?”

RENUNGAN
1.Telah banyak yang terjadi pada hari-hari terakhir semenjak Tuhan dimakamkan. Sabat menyingsing. Hari itu para murid menanti Maria untuk kemudian bersama dia pergi ke tempat yang sepi dan mengkontemplasikan kematian Tuhan. Sabtu Suci ini memang dikhususkan untuk merenungkan wafat Tuhan. Hari ini adalah hari kepedihan dan harapan. Kita tidak boleh melewatkan hari ini seperti hari-hari lain, karena hari ini berada antara Jumat Agung dan Minggu Paskah. Hari ini adalah hari kontemplasi bersama Maria Bunda Allah.

2.Dengan kematian, secara spontan kita mengatakan: semuanya berakhir. Yesus telah mati. Yesus mengatakan “sudah selesai” ketika Ia tergantung di salib. Mereka tidak  pernah akan mendengar lagi suara-Nya, kekuatan khotbah-Nya, atau karya-karya-Nya yang mengagumkan. Bagi mereka, saat itu, tidak pernah berpikir akan ada kebangkitan. Yang ada hanyalah penderitaan dan kematian. Para perempuan menyiapkan segala sesuatu untuk menyelesaikan meminyaki tubuh Yesus yang telahh mati.

3.Hanya dalam perenungan yang penuh keheningan, kita akan mampu memahami makna kematian Yesus ini. Yesus telah memberitahu semua murid-Nya, apa yang akan terjadi atas diri-Nya, termasuk kebangkitan-Nya. Yesus telah berkata terus terang kepada mereka, namun pikiran mereka tidak siap untuk memahami. Hanya dalam keheningan doa, kita akan memahami dan mempunyai harapan apa yang telah dibuat oleh Yesus. Banyak kali kita berpikir siapa Yesus dan apa yang Ia ajarkan kepada kita, tetapi apa yang kita pikirkan tidak pernah masuk ke dalam hati kita. Kita harus memiliki kemampuan untuk mendengarkan apa yang Tuhan firmankan dalam Kitab Suci. 🇲🇨🇲🇨MS,www.berkat.id🇲🇨
----------------------------------------
*NOVENA HARI KE-2 PESTA KERAHIMAN ILAHI (BCH 1212. 1213)*

Renungan Harian GML : MEMBUKA KEDOK PENGKHIANAT

Rabu, 17 April 2019


BACAAN
Yes 50:4-9a – “Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku diludahi”
Mat 26:14-25– “Anak manusia memang akan pergi sesuai dengan apa yang tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan!”

RENUNGAN
1.Kita sering berpikir bahwa Yudas lebih buruk atau lebih jahat dari rasul-rasul lain. Kalau itu benar, setiap orang akan mendugai dia ketika Yesus mengatakan: “seorang dari antara kamu akan menyerahkan Aku.” Mereka akan berpikir: “Itu pasti Yudas. Ia telah mengkhianati Gurunya. Heran, mengapa Yesus memanggil Yudas?” Padahal, Yudas sendiri merasa tidak lebih buruk dibanding rasul-rasul lain. Bila Yudas lebih jahat dan lebih buruk daripada mereka, maka mereka pasti sudah mencurigai Yudas. Kita harus sadar bahwa pelan-pelan kita pun akan bisa menjadi seperti Yudas, pertama-tama dengan mengurbankan prinsip kebenaran demi hal-hal yang lebih menyenangkan. Dalam kehidupan orang Kristen memang selalu ada ketegangan antara setia pada kehendak Allah dan setia pada kehendak sendiri.

2.Para murid bertanya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Mereka bertanya hal tersebut, karena situasinya sangat berbahaya. Orang-orang Parisi telah memutuskan untuk membunuh Yesus. Para murid sadar akan hal itu. Bagi mereka, Yerusalem terlalu bahaya. Mereka membayangkan apa yang akan terjadi, ketika esok hari mengikuti Yesus memasuki Bait Allah. Hidup mereka terancam. Mereka takut luar biasa. Apakah aku juga akan/pernah seperti para murid ini?

3.Yudas memiliki segala sesuatu yang ia butuhkann  untuk menjadi seorang rasul yang besar. Ia orang yang murah hati. Itulah alasan Yesus mengambil dia sebagai rasul. Allah tidak pernah mentakdirkan seseorang pun untuk suatu kegagalan. Jadi, apa yang terjadi dalam diri Yudas? Pada titik tertentu, ia berhenti bekerja sama dalam persahabatan dengan Yesus. Yudas tidak dapat menerima Roti Kehidupan, yaitu tubuh dan darah Kristus (Yoh 6). Yesus tahu siapa yang mengkhianati diri-Nya (Yoh 6:64). Yesus memberi kesempatan kepada Yudas untuk meninggalkan kelompok para rasul dan tetap menjadi orang  yang jujur (Yoh 6:67). Namun Yudas tetap bersama mereka, menjadi seorang munafik – dalam kata-kata Yesus sebagai Iblis – dan mulai mengikuti jalan yang menuju pengkhianatan. Bagaimana aku merawat imanku?

Renungan Harian GML : ARAH PERJALANAN PETRUS YANG BERTABRAKAN DENGAN ARAH PERJALANAN YESUS

Selasa, 16 April 2019


BACAAN
Yes 49:1-6 – “Aku  akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa, supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi”
Yoh 13:21-33.36-38– “Sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku”

RENUNGAN
1.Petrus mencintai Yesus. Yesus diklaim sebagai sahabatnya yang paling baik. Ia akan melakukan segala sesuatu bagi Yesus. Ia merasakan kekuatan cinta Kristus dan tanpa ragu menyatakan bahwa ia siap mati bagi Yesus. Ketika malam di taman Getsemane, ia menghunus pedang yang tua dan berkarat bagaikan seorang tentara profesional, ia akan menetak telinga seorang hamba Imam Agung. Ada cinta di sana dan ada sebuah maksud serius untuk berkurban demi Yesus. Apakah hal itu dikekehendaki Yesus?

2.Petrus sering kali membuat keputusan yang buruk dan keliru yang ia buat di masa lalu. Lima menit setelah diangkat sebagai kepala para rasul, ia menasehati Yesus untuk meninggalkan rencana Bapa, sebuah rencana memasuki Yerusalem untuk menderita sengsara dan mati. Yesus bereaksi sangat keras, secara total menolaknya. Petrus telah membuat kesalahan fatal dan Yesus menegaskan apa yang dikatakan Petrus sebagai batu sandungan dan tindakan setan, “engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Mat 16:23). Masih banyak lagi kesalahan Petrus. Apa yang Petrus lakukan, seringkali juga kita lakukan, bahkan tiap hari kita membuat banyak kesalahan. Namun demikian, sebagaimana kita tahu, Petrus berhasil untuk menjadi rendah hati dan melayani Tuhan dengan tabah. Bagaimana dengan aku sendiri?

3.Petrus puas. Segala sesuatunya berjalan dengan baik. Akhirnya orang mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah. Para imam kepala, ahli Taurat dan orang-orang Parisi marah tetapi tanpa daya. Tiap hari mereka mencoba melawan Yesus, namun Yesus selalu mengalahkan mereka. Petrus memiliki sisi kelemahan, namun ia tidak menyadarinya. Jalan keluar yang harus dibuat adalah hanya melakukan  apa yang Yesus perintahkan untuk ia lakukan, namun ia tidak menyadarinya juga. Sama seperti kita. Namun demi Yesus, ia masih yakin bahwa ia tahu apa yang terbaik. Bagaimana dengan aku?
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : MENGAKUI YESUS SEBAGAI MESIAS, ANAK ALLAH

Senin Pekan Suci, 15 April 2019


BACAAN
Yes 42:1-7 – “Ia tidak berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan”
Yoh 12:1-11– “Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku”

RENUNGAN
1.Yesus membuat mukjizat yang sungguh meyakinkan – tanda yang pasti bahwa Allah mengutus Dia: Ia membangkitkan seseorang dari mati. Para imam kepala tidak menolak hal ini. Mukjizat ini dibuat tidak jauh dari Galilea. Yesus berada di Betani, persis di luar Yerusalem. Lazarus juga ada di sana. Para imam kepala tidak menerima Yesus sebagai Mesias, tetapi malah menolak dan bertujuan membunuh Dia. Para imam kepala, dan juga kita, harusnya mampu melihat bahwa mukjizat Yesus merupakan tindakan Allah, namun mereka menolak untuk menerimanya. Tidak ada jalan untuk menyadarkan orang-orang bahwa Ia bukan Mesias kecuali membunuh Yesus dan Lazarus. Suatu kenyataan ketika seseorang memiliki relasi dengan Yesus dapat membawa konsekuensi yang mahal harganya. Namun Ia yang dibunuh karena dianggap “kriminal” dibangkitkan dari mati.

2.Secara logika, seharusnya yang menerima Yesus sebagai Mesias adalah para imam kepala, ahli kitab, dan orang-orang Parisi, karena mereka adalah yang paling tahu tentang Kitab Suci. Namun, dengan beberapa kekecualian (Nikodemus dan Yusup dari Arimatea), mereka gagal mengenal Yesus sebagai Mesias. Jalan Allah bukan jalan kita. Rencana dan tindakan Allah tidak bisa dipahami hanya dengan pikiran rasional. Hati yang keras membuat kita melihat karya baik orang lain sebagai jahat dan berasal dari setan. Bukankah hal ini sering kita buat?

3.Problem orang Parisi adalah kesombongan. Mereka pikir bahwa mereka memahami segala sesuatu. Mereka pikir bahwa Yesus tidak mungkin menjadi Mesias. Dengan demikian pengharapan mereka akan Mesias tak pernah akan terpenuhi dan mereka tidak siap untuk berubah, karena merasa diri tidak pernah bersalah. Dengan alasan yang sangat lemah, mereka selalu memojokkan Yesus: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah orang  perempuan yang menjamah-Nya ini” (Luk 7:39); “Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea”’ (Yoh 7:52). Allah tidak pernah menyesuaikan diri terhadap rencana dan pikiran kita. Ia mengharapkan kitalah yang menyesuaikan dengan rencana dan pikiran Allah.
*🇮🇩MS,www.berkat.id🇮🇩*

Renungan Hatian GML : JALAN HIDUP YESUS JALAN HIDUP KITA

Sabtu, 13 April 2019



BACAAN
Yeh 37:21-28 – “Aku akan menjadikan mereka satu bangsa”
Yoh 11:45-56–

RENUNGAN
1.Injil hari ini berupa tanggapan terhadap Yesus yang baru saja membangkitkan Lazarus dari mati. Orang-orang yang menyaksikan mukjizat ini percaya kepada-Nya, tetapi yang lain tidak percaya. Dan mereka ini bagaikan “menyiramkan bensin ke atas bara api” sebagai perlawanan terhadap Yesus dengan mencari-cari alasan untuk menghukum Dia.

2.Mengapa orang-orang Parisi begitu melawan pewartaan dan tindakan Yesus? Karena ada rasa iri hati dan ketakutan jangan-jangan kekuasaan mereka hancur karena ulah Yesus tersebut. Para pejabat keagamaan pada waktu itu merasa diri sebagai penjaga iman yang diwarisi dari nenek moyang mereka. Mereka tidak tertarik siapa sesungguhnya Yesus, pewartaan dan tugas perutusan-Nya. Mereka hanya tertarik kepada hidup keagamaan yang mapan dan tak terusik . Dan Yesus sebagai ancaman. Karena mereka melawan Yesus, maka sebenarnya mereka juga melawan Allah dan rencana-Nya. Penolakan dan perlawanan mereka terhadap Yesus telah membawa-Nya mati bagi seluruh bangsa. Tidak hanya bagi seluruh bangsa tetapi juga menyatukan semua anak Allah yang tercerai berai.

3.Kita hanya dapat membayangkan pikiran dan perasaan Yesus, ketika penderitaan dan kematian-Nya mulai terbuka. Yesus tahu bahwa mereka menghendakinya. Yesus sepenuhnya taat kepada kehendak Allah. Dia adalah Allah yang kelihatan, Alah yang setia, mengampuni, bersatu dengan manusia dan berkurban bagi kita. Apa salahnya kalau kita memiliki cara hidup Yesus ini: setia, rendah hati, rela berkurban, dan saling mengampuni?
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Renungan Harian GML : TINDAKAN BERBICARA LEBIH LANTANG DARIPADA KATA-KATA

Jumat, 12 April 2019


BACAAN
Yer 10:10-13 – “Tuhann menyertai aku seperti pahlawan gagah”
Yoh 10:31-42 – “Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka”

RENUNGAN
1.Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa iman kita didasarkan tidak hanya pada  apa yang dijanjikan Allah, tetapi juga pada apa yang telah Ia perbuat. Yesus menunjukkan bahwa karya-Nya sebagai dasar untuk beriman kepada-Nya sebagai Anak Allah: “Jikalau kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, …” Pekerjaan yang paling besar dari Yesus adalah kebangkitan-Nya dari mati, yang akan kita rayakan tidak lama lagi. Kerja selalu lebih kuat daripada kata-kata. Kata-kata bisa menyadarkan pikiran, tetapi kerja menggerakkan kehendak untuk action. Yesus melanjutkan karya Bapa sampai hari ini, khususnya dalam Ekaristi dan sakramen Tobat dan sakramen-sakramen lainnya. Dan karya Kristus memiliki kekuatan untuk mengubah.

2.Kita tidak pernah boleh meremehkan kekuatan dan pentingnya kesaksian dalam dunia sekarang. Tiap hari tiap saat kita dibanjiri informasi apa saja, mulai dari hoax, fitnah, kata-kata bujuk rayu dari tim pemenangan capres, iklan, dan slogan. Melawan kebisingan seperti ini, kesaksian kerja dengan jujur dan benar berbicara jauh lebih lantang daripada suara bising lewat medsos: fb, twitter, instagram, wag, tv, dan koran. Paus Paulus VI berkata: “Orang-orang zaman sekarang membutuhkan kesaksian daripada adu argumen dan debat.”

3.Firman Allah memiliki kemampuan khusus untuk menghunjam masuk ke dalam hati dan kesadaran manusia. Kita perlu percaya kemampuan daya ubah Kitab Suci. Ketika Firman dicerna dalam diri orang beriman, kekuatannya menjadi berlipat ganda, bahkan lebih. Misteri ini terus diulang-ulang dalam kehidupan Gereja. Di mana ada perlawanan paling sengit terhadap pesan Kitab Suci, di sana juga ada pertobatan paling besar. “Di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah” (Rom 5:20). Kebenaran ini hendaknya menyemangati kita dari rasa malas dan putus asa dalam usaha mewartakan pesan Kitab Suci.
🇮🇩MS,berkat.id🇮🇩

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta