Selasa, 23 April 2019

Renungan Harian GML : DARI AIR MATA KEPEDIHAN MENJADI AIR MATA SUKACITA
Selasa, 23 April 2019


BACAAN
Kej 2:36-41– “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus”
Yoh 20:11-18 – “Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku”

RENUNGAN
1.Yohanes menulis bahwa “mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” Mengapa demikian? Karena realitas Kebangkitan belum masuk ke dalam pikiran dan hati, maka Maria Magdalena tetap saja menangis di luar kubur Kristus. Ungkapan menangis di sini hendak mengatakan betapa Maria Magdalena begitu mencintai Tuhan. Bahkan dua malaikat yang ada di situ tidak dapat membujuk dia dengan pertanyaan” “Mengapa engkau menangis?”

2.Penderitaan hidup Maria Magdalena sungguh menyedihkan. Kesedihan dan keputus-asaan telah membawa dia ke dalam kehidupan prostitusi. Dengan harga diri yang hilang, jiwa yang kosong sangat cocok menjadi tempat bersarangnya  setan. Dunia, hawa nafsu, dan setan memandang Maria Magdalena sebagai tempat untuk memuaskan nafsu egoisnya. Tetapi Tuhan Yesus memandang dia dengan berbeda dan mencintai dia dengan berbeda. Cinta Tuhan telah mengubah hidup Maria. Ketika Maria berada di dalam kuburan, hatinya penuh duka cita dan takut seperti ketika ia menyaksikan Tuhan diperlakukan semena-mena, dipukul, dan disalibkan. Maria menyimpulkan, “mereka telah mengambil Tuhanku.” Dalam keadaan tak berdaya membuat dia berkesimpulan: “Dan aku tidak tahu, di mana mereka meletakkan Dia.”

3.Cinta Maria terjadi pada saat yang tepat, di tempat yang tepat, dan untuk orang yang tepat. Air matanya diperuntukkan bagi Tuhannya. Tergerak oleh cinta Maria, Yesus tidak menghendaki Maria tetap berada dalam keadaannya yang menyedihkan. Kristus bertanya kepadanya, “mengapa kamu menangis?” Dengan kata lain, Yesus hendak mengatakan: “Dosa-dosamu di masa lampau tidak lagi memiliki kekuatan atas dirimu. Aku di sini. Aku adalah Kebangkitan, Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan. Aku telah menebus kamu dengan darah-Ku; Aku telah menyerahkan hidup-Ku untukmu.” Untuk meneguhkan Maria, Yesus mengatakan: “Maria.” Ya, Yesus mengenal kita secara pribadi dan mencintai kita dengan cara yang pribadi pula. Kita harus percaya atas kebenaran Kebangkitan. Kita harus percaya kepada Yesus. 🇲🇨MS,berkat.id🇲🇨
----------------------------------------
*NOVENA KERAHIMAN ILAHI HARI KE-LIMA (BCH `1218, 1219)*
---------------------------------------

Yang tlah berlalu biarlah berlalu

0 komentar:

Posting Komentar

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta