Selasa, 03 Mei 2022

Pembukaan Bulan Maria 1 Mei 2022


Bulan Mei merupakan bulan yang dikhususkan oleh Gereja Katolik sebagai Bulan Maria. Bulan dimana kita dapat mendekatkan diri kita dengan Bunda Maria dan berusaha untuk bisa seturut dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bunda Maria yang senantiasa tekun dalam berdoa. Kita semua diajak untuk berdoa Rosario melalui perantaraan Bunda Maria yang akan sampai kepada Tuhan kita Yesus Kristus. 


Pembukaan Bulan Maria di Paroki Adm. Pelem Dukuh diadakan di Goa Maria Lawangsih tepat pada tanggal 1 Mei 2022. Ekaresti ini dipimpin oleh Romo Modestus Supriyanto Pr. dan dibantu oleh beberapa prodiakon serta petugas liturgi lainnya. Yang mengikuti ekaristi ini tidak hanya umat paroki saja namun ada juga para peziarah yang ikut serta berdoa bersama dipembukaan Bulan Maria ini. 



Dalam homili, Romo menyampaikan banyak pesan yang bisa menggugah hati dan pikiran kita. Pada bacaan dituliskan bahwa kita sebagai umat-Nya harus lebih taat kepada Allah dibandingkan kepada manusia. Karena dengan bagaimanapun juga Allah adalah seseorang yang menjadi pedoman hidup kita selama ini. Untuk menjadi Kembali beriman dengan yakin bahwa Yesus memang bangkit kita memerlukan proses yang panjang. Banyak tanda yang diberikan Tuhan untuk menyakinkan umat agar mereka percaya. 



Yesus selalu datang dalam peristiwa keseharian kita walaupun kita tidak bisa melihat, namun kita selalu bisa merasakannya. Setelah Yesus beberapa kali menampakan diri, Yesus juga membagikan roti dan ikan. Tidak hanya roti yang dibagikan dalam perjamuan malam terakhir, namun dirinya yang dipersembahkan untuk dibagikan supaya kita semua umat-Nya dapat hidup dari Tuhan Yesus Kristus. 

Bacaan injil diambil dari Injil Santo Yohanes, menegaskan bahwa apa yang ditanyakan Tuhan kepada Simon yang merupakan anak Yohanes merupakan pertanyaan yang penting. Tuhan bertanya apakah Simon mengasihi Tuhan selama tiga kali dan Simon pun menjawab bahwa dia mengasihi Tuhan selama tiga kali juga. Dari pertanyaan itu, Simon mendapatkan amanat dari Tuhan untuk menggembalakan domba-Nya. Jika kita mengambil contoh dalam kehidupan kita sehari-hari, kita bisa mengambil contoh orang tua yang selalu memberikan pesan kepada anaknya saat akan pergi. “hati-hati” kata orang tua dan pesan itu akan diucapkan setiap anaknya akan pergi. Pesan itu sama seperti apa yang dikatakan oleh Tuhan bahwa pesan tersebut juga merupakan pesan penting yang harus kita jaga dan kita lakukan. 



Pesan yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pribadi yang seturut dengan Bunda Maria. Tekun dalam berdoa yang juga setia kepada sang putra yaitu Tuhan Yesus Kristus. Kita juga perlu menjadi seorang yang dapat menerima pesan positif dan diaplikasikan ke dalam kehidupan. Berharap semua akan menjadi lebih positif. 

(Lucia Devi)


Yang tlah berlalu biarlah berlalu

0 komentar:

Posting Komentar

Hubungkan ke Facebook

Contact Us
Goa Maria Lawangsih
0852-9219-3234
Patihombo yogyakarta